SIDNEY – Pemerintah Australia pada Minggu (15/2/2026) mengumumkan akan mengalokasikan dana sebesar 3,9 miliar dollar Australia atau sekitar Rp46,41 triliun untuk mempercepat pembangunan galangan kapal selam bertenaga nuklir. DW melaporkan bahwa langkah Australia ini dalam kerangka kerja sama pertahanan trilateral AUKUS bersama Amerika Serikat dan Inggris.
Kesepakatan trilateral AUKUS diumumkan pada 2021 dan menjadi investasi pertahanan terbesar sepanjang sejarah Australia. Pakta ini diyakini bertujuan untuk menghadapi meningkatnya pengaruh China di kawasan Indo-Pasifik.
Melalui perjanjian tersebut, Inggris dan Amerika Serikat akan menyediakan kapal selam bertenaga nuklir kepada Australia mulai dekade mendatang. Sejak 2027, kapal selam kelas Virginia yang dikomandoi Amerika Serikat akan ditempatkan di Australia, sementara beberapa kapal selam Virginia akan dijual kepada Canberra sekitar tahun 2030.
Kesepakatan pertahanan yang bernilai ratusan miliar dolar ini juga mencakup pembangunan kelas baru kapal selam nuklir AUKUS oleh Inggris dan Australia. Selain itu, perjanjian ini mencakup transfer teknologi yang memungkinkan Australia membangun kapal selamnya sendiri di masa depan.
Proyek ini diperkirakan akan menciptakan ribuan lapangan kerja. Menteri Pertahanan Australia Richard Marles menyatakan bahwa fasilitas di Osborne akan menjadi pusat dari upaya tersebut.
Menurut Perdana Menteri Anthony Albanese, galangan konstruksi kapal selam di Osborne akan membuka hampir 10.000 lapangan kerja di bidang desain dan konstruksi, serta menyediakan hingga 1.000 posisi magang setiap tahun melalui fasilitas pelatihan di lokasi tersebut.
Pada September lalu, Australia juga mengumumkan investasi sebesar USD8 miliar untuk meningkatkan fasilitas di galangan kapal di Perth dan mengubahnya menjadi pusat pemeliharaan bagi armada kapal selam bertenaga nuklir di masa depan.
Albanese menyebut dana 3,9 miliar dollar Australia tersebut sebagai uang muka untuk merealisasikan galangan kapal baru di Osborne, pinggiran Adelaide di negara bagian Australia Selatan. “Berinvestasi pada galangan konstruksi kapal selam di Osborne sangat penting untuk menghadirkan kapal selam bertenaga nuklir bersenjata konvensional milik Australia,” kata Albanese dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters.
Ia menambahkan, proyeksi resmi memperkirakan total biaya pembangunan mencapai 30 miliar dollar Australia “dalam beberapa dekade mendatang”.
Osborne merupakan lokasi di mana ASC Australia dan BAE Systems Inggris akan bersama-sama membangun armada kapal selam bertenaga nuklir Australia, yang menjadi komponen inti pakta AUKUS. Hingga pekerjaan tersebut dimulai pada akhir dekade ini, galangan kapal itu digunakan untuk melakukan sebagian besar perawatan armada kapal selam kelas Collins milik Australia yang sudah ada.
Perdana Menteri Negara Bagian Australia Selatan, Peter Malinauskas, mengatakan dana awal tersebut akan digunakan untuk membangun infrastruktur pendukung galangan kapal. “Ini baru permulaan,” ujarnya dalam pernyataan tersebut.
Pada Desember, tinjauan Pentagon terhadap proyek AUKUS menemukan sejumlah peluang untuk menempatkan kesepakatan tersebut pada “posisi terkuat yang memungkinkan”, termasuk memastikan Australia bergerak cukup cepat dalam membangun kapasitas kapal selam nuklirnya. (Dwi Sasongko)