Marinir RI dan AS  Bangun Kesiapan Hadapi Tantangan Keamanan di Indo Pasifik 

Marinir AS dari Alpha Company, 1st Battalion, 5th Marine Regiment, Marine Rotational Force – Darwin 26, dan Marinir Indonesia dari Batalyon Infanteri 7, Brigade Infanteri 4, foto bersama dalam upacara pembukaan sebagai bagian dari pertukaran peleton di pangkalan Batalyon 7 Korps Marinir Indonesia dekat Lampung. Foto: Korps Marinir AS oleh Sersan Kyle Chan)
Sekitar 60 personel Marinir dan Angkatan Laut AS akan berlatih bersama satu peleton Marinir Indonesia.
Share the Post:

LAMPUNG – Kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat terus diperkuat melalui latihan bersama yang melibatkan Korps Marinir kedua negara. Salah satunya diwujudkan dalam latihan bilateral pertukaran peleton (Platoon Exchange/Platex) antara Marinir AS dari Marine Rotational Force–Darwin 26 (MRF-D 26) dan Korps Marinir Indonesia yang resmi dimulai pada 12 Agustus 2026. 

Kegiatan tahunan latihan bilateral ini menjadi bagian dari upaya kedua negara untuk meningkatkan kemampuan operasional, memperkuat interoperabilitas, serta membangun kesiapan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan di kawasan Indo-Pasifik. 

Sekitar 60 personel Marinir dan Angkatan Laut AS berpartisipasi dalam pertukaran ini, yang terdiri dari personel 1st Platoon, Alpha Company, 1st Battalion, 5th Marine Regiment, dan diperkuat oleh unsur pendukung dari MRF-D 26. Para Marinir AS tersebut akan berlatih bersama satu peleton Marinir Indonesia dari Kompi A, Batalyon Infanteri 7, Brigade Infanteri 4, Korps Marinir Indonesia. 

Pertukaran ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan tempur serta memperkuat interoperabilitas antara pasukan AS dan Indonesia. Latihan ini menegaskan komitmen kedua negara terhadap keamanan regional dan kemitraan di kawasan Indo-Pasifik.

“Latihan ini merupakan kesempatan penting bagi para Marinir kami untuk berintegrasi secara langsung dengan mitra kami dari Indonesia,” ujar Letnan Satu Abigail Gutierrez, Komandan 1st Platoon, A Co., 1st Bn., 5th Marines. “Dengan pertukaran taktik dan operasi secara berdampingan, kami membangun kekuatan gabungan yang lebih siap, profesional, dan disiplin, yang mampu merespons berbagai tantangan di kawasan.”

Dalam beberapa minggu mendatang, pasukan gabungan akan melaksanakan rangkaian pelatihan komprehensif yang mencakup teknik bertahan hidup dan operasi di hutan, operasi militer di medan perkotaan, serta pertukaran tenaga ahli. Latihan akan ditutup dengan kegiatan simulasi misi menyeluruh yang menguji kemampuan terintegrasi kedua satuan.

Program pertukaran peleton tahunan kali ini melibatkan MRF-D 26 dan Batalyon Infanteri 7 Korps Marinir Indonesia, dan dirancang untuk meningkatkan kesiapan tempur bersama, memperkuat interoperabilitas taktis, serta memperkokoh kemitraan yang telah terjalin antara kedua negara.