Hubungan antara Indonesia dan Korea Selatan merupakan salah satu kemitraan strategis paling dinamis di kawasan Indo-Pasifik. Sejak terjalinnya hubungan diplomatik pada tahun 1973, kedua negara terus memperluas kerja sama dari sektor ekonomi dan perdagangan menuju kolaborasi yang semakin komprehensif di bidang teknologi, industri strategis, pendidikan, hingga pertahanan.
Dalam dua dekade terakhir, hubungan Indonesia–Korea Selatan berkembang melampaui hubungan bilateral konvensional. Korea Selatan menjadi mitra penting Indonesia dalam industrialisasi, investasi teknologi tinggi, pengembangan sumber daya manusia, serta modernisasi pertahanan nasional.
Momentum baru kemitraan strategis tersebut menguat melalui kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Korea Selatan pada 31 Maret hingga 2 April 2026. Kunjungan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan penting yang mencerminkan arah baru kerja sama Indonesia–Korea Selatan di tengah perubahan lanskap geopolitik, percepatan revolusi teknologi, serta meningkatnya tantangan keamanan global.
Tiga bidang utama yang menjadi fokus kerja sama dan sekaligus tema dalam kompetisi menulis ini meliputi:
Pertama, penguatan kerja sama industri pertahanan melalui kolaborasi pengembangan pesawat tempur generasi baru KF-21 Boramae/IF-21, yang menjadi simbol transformasi Indonesia menuju kemandirian teknologi militer dan peningkatan kemampuan pertahanan udara nasional.
Kedua, kerja sama di bidang artificial intelligence (AI), keamanan siber, dan transformasi digital. Di era peperangan modern yang semakin berbasis data dan teknologi, penguasaan AI dan ekosistem digital bukan lagi sekadar isu ekonomi, tetapi telah menjadi bagian dari kekuatan strategis negara.
Ketiga, penguatan pertukaran budaya dan pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi hubungan jangka panjang kedua bangsa. Interaksi antarmasyarakat, kolaborasi pendidikan, serta pertukaran pengetahuan diyakini menjadi modal utama dalam membangun stabilitas, inovasi, dan kepemimpinan generasi masa depan.
Melihat pentingnya momentum tersebut, Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) menyelenggarakan Lomba Menulis sebagai ruang partisipasi intelektual publik untuk memahami, mengkaji, dan memberikan gagasan strategis terhadap arah kerja sama kedua negara.
Melalui lomba menulis ini, para peserta diharapkan tidak hanya mengulas fakta kerja sama yang telah berlangsung, tetapi juga mampu menghadirkan harapan terbaik, analisis kritis, ide visioner, serta rekomendasi strategis mengenai masa depan hubungan Indonesia–Korea Selatan di tengah dinamika geopolitik dan revolusi teknologi global.
Kompetisi ini menjadi undangan terbuka bagi generasi muda, pelajar, mahasiswa, akademisi, peneliti, jurnalis, dan masyarakat umum termasuk ASN, TNI, serta Polri untuk ikut berkontribusi dalam membangun pemikiran strategis Indonesia menuju masa depan yang lebih inovatif, mandiri, dan berdaya saing global.
Tema Besar
‘Kemitraan Strategis Indonesia–Korea Selatan 2026: Pertahanan, AI, dan Pengembangan SDM’’
Pilihan Subtema:
Peserta wajib memilih satu dari tiga sub tema di atas sebagai bahan karya tulisnya. Namun, peserta juga diperbolehkan membahas dua atau seluruh sub tema dalam karya tulisnya.
Ide atau tema tulisan yang dipaparkan bagus jika memenuhi berbagai unsur seperti kebaruan, dilengkapi data dan memberikan solusi.
Tulisan memiliki informasi atau gagasan yang kuat sesuai dengan tema sehingga bisa mempengaruhi dan memberikan edukasi yang baik bagi pembaca
Tulisan bisa memberikan informasi yang jelas sehingga mudah dipahami. Selain itu tulisan juga punya struktur yang runut dan sistematis. Tulisan disusun menggunakan bahasa yang menarik dengan gaya bertutur atau bercerita
Bahasa yang digunakan dalam tulisan harus efektif dan padat. Pemilihan diksi yang tepat sehingga mendukung substansi informasi yang disampaikan.
1. Apakah ada biaya untuk mengikuti lomba penulisan ini?
Peserta lomba tidak dipungut biaya apapun alias gratis.
2. Apakah tema tulisan harus menulis sesuai pilihan tema?
Betul. Ada tiga sub tema dalam lomba ini. Peserta wajib memilih satu dari tiga sub tema yang disediakan sebagai bahan karya tulisannya. Namun, peserta juga diperbolehkan membahas dua atau seluruh sub tema dalam tulisannya. Dan, perlu ditegaskan tema atau sub tema bukan merupakan judul artikel. Jadi pemberian judul bisa bebas sesuai sub tema yang dipilih.
3. Kapan batas waktu akhir pengiriman tulisan?
Pengiriman karya ditutup pada 7 Juni 2026 pukul 23.59 WIB. Lewat waktu tersebut, seluruh tulisan yang masuk tidak akan diikutsertakan dalam penjurian.
5. Apakah peserta boleh mengikuti lomba menulis secara berkelompok?
Lomba penulisan ini untuk pribadi alias perorangan.
6. Apakah lomba penulisan ini terbuka untuk siswa SMA?
Siswa SMA ataupun setingkat dipersilakan berpartisipasi di kategori masyarakat umum, dengan syarat minimal usia 17 tahun dan memiliki KTP.
7. Apakah peserta boleh mengirimkan lebih dari satu karya tulisan?
Boleh. Semakin banyak tulisan maka peluang menangnya semakin tinggi. Tetapi, tim juri hanya menetapkan satu tulisan sebagai pemenang.
8. Apakah tulisan harus dalam bahasa Indonesia atau bisa juga menggunakan bahasa Inggris?
Tulisan wajib menggunakan bahasa Indonesia. Namun, diperbolehkan untuk menggunakan istilah bahasa asing.
9. Apa bentuk tulisan yang tepat untuk diikutkan lomba ini?
Peserta boleh menulis artikel, esai atau opini, membuat analisis, atau mengulas sebuah masalah, naskah berita untuk jurnalis, serta membagikan fakta di lapangan yang terkait dengan tema lomba. Jadi tidak harus berbentuk karya tulis akademik yang formal.
10. Apa maksud dari syarat tulisan wajib dimuat di blog pribadi atau blog media, seperti Kompasiana (Kompas), Indonesiana (Tempo), Retizen (Republika), atau situs citizen journalism lainnya di media?
Blog pribadi merupakan platform situs web yang dikelola individu untuk mengekspresikan diri, berbagi cerita, opini, pengalaman hobi, atau pandangan profesional melalui tulisan, foto, dan video. Blog media adalah sebuah platform opini dan publikasi online yang dikembangkan oleh media massa, blog tersebut terafiliasi media. Namun, jika tulisan dimuat media massa terkemuka akan mendapat poin tersendiri.
11. Jika hanya mengirimkan tulisan di naskah tanpa dimuat, apakah bisa?
Semua peserta wajib mempublikasikan naskahnya di blog pribadi atau blog media.
12. Bagaimana cara mempublikaskan naskah di blog media?
Kunjungi blog yang ingin dituju, dan registrasi melalui email, cukup mudah.
13. Jika peserta bingung, bolehkah bertanya?
Silakan bertanya di akun Instagram atau contact person (narahubung) yang tertera di bawah ini.
14. Saya bukan siapa-siapa, misalnya hanya seseorang yang gemar menulis, bisakah menjadi pemenang?
Juri tidak melihat latar belakang penulis, tapi akan seobjektif mungkin menilai hasil karya peserta.
15. Benarkah hadiah lomba uang tunai?
Betul. Nanti pemenang akan diminta panitia untuk mengirimkan nomor rekening pribadi.

Juara I

Juara 2

Juara 3

15 Pemenang Hiburan

Mulai 17 April 2026

7 Juni 2026 pukul 23.59 WIB

8 - 13 Juni 2026

Pertengahan Juni 2026
Hati-hati terhadap penipuan.
ISDS tidak memungut biaya apapun untuk peserta mengikuti lomba ini.
Research group of experts and journalists that focuses on issues of strategy and defence in the country, with the chief aim of disseminating information to the public.