MOSKOW – Untuk pertama kalinya, Pemerintah Rusia memperbolehkan media televisi nasional Rusia untuk mengambil video di pabrik drone rahasia milik Rusia, Alabuga Plant. Pabrik tersebut memproduksi ribuan UAV kamikaze Geran yang digunakan dalam menginvasi Ukraina. Media televisi nasional Zvezda dipercaya untuk menayangkan video tersebut dan kemudian ditayangkan ulang oleh berbagai media internasional.
Seperti dilansir oleh rt.com, laporan dari Alabuga itu ditayangkan oleh Zvezda pada Minggu (21/7/2025). Laporan itu menunjukkan fasilitas manufaktur drone yang luas di Zona Ekonomi Khusus Alabuga di Wilayah Tatarstan, lebih dari 1.200 km dari garis depan.
Dalam laporan itu disebutkan bahwa pabrik Alabuga berfokus pada produksi drone Geran, yang digambarkan oleh Zvezda sebagai “sederhana, murah, dan… diproduksi massal,” serta sangat akurat. Rekaman dari fasilitas tersebut menunjukkan deretan panjang badan pesawat Geran yang sedikit lebih tinggi daripada tinggi rata-rata orang.
Timur Shagivaleev, direktur umum Alabuga, mengatakan bahwa produksi saat ini jauh melampaui ekspektasi awal. “Dulu ada rencana untuk memproduksi beberapa ribu Geran. Saat ini, kami memproduksi sembilan kali lebih banyak dari rencana awal,” ujarnya, tanpa menyebutkan jangka waktunya.
Geran adalah amunisi loitering jarak jauh dengan desain sayap delta dan baling-baling pendorong yang dipasang di belakang. Geran dapat membawa muatan peledak 40-50 kg, memiliki kecepatan jelajah sekitar 180 km/jam, dan dapat menempuh jarak lebih dari 1.000 km dalam satu misi.
Mayoritas pekerja di pabrik tersebut adalah orang muda, banyak di antaranya lulusan kampus terdekat yang memang didirikan khusus oleh pihak yang memproduksi Geran. Zvezda mengatakan pabrik tersebut dibangun dari nol di dalam zona ekonomi Alabuga.
Sebelum eskalasi konflik Ukraina, pabrik tersebut berfokus pada menarik teknologi internasional dan membangun kemampuan substitusi impor. Laporan tersebut juga menampilkan fasilitas yang merakit UAV pengintai dan serang yang lebih ringan. Banyak dari drone ini dilengkapi kabel serat optik untuk menahan gangguan elektronik.

Rusia telah banyak menggunakan drone produksi massal di Ukraina untuk menargetkan kendaraan lapis baja mahal yang dipasok Barat, konsentrasi pasukan, dan fasilitas terkait militer, dengan pejabat Ukraina mengatakan serangan baru-baru ini melibatkan ratusan drone.
Moskow menegaskan bahwa mereka tidak pernah menargetkan warga sipil dan bahwa serangan drone tersebut merupakan respons terhadap serangan Kiev terhadap wilayah permukiman dan infrastruktur penting di Rusia.
Sementara, media Belarusia, Nexta melaporkan bahwa pabrik Alabuga adalah tempat memproduksi drone Shaded-136 buatan Iran dan dikenal di Rusia dengan sebutan “Geran-2”. Pabrik Alabuga dianggap sebagai salah satu lokasi industri pertahanan utama Rusia dan telah beberapa kali menjadi sasaran serangan drone Ukraina. Meskipun mengalami kerusakan, produksi terus berlanjut — dan dilaporkan terus meningkat. Kapasitas produksi drone di Alabuga diperkirakan mencapai 170-300 drone per hari dan atau sekitar 60.000 hingga 100.000 drone per tahun.
Senada dengan Nexta, media militarywatch menyebutkan bahwa Geran-2 adalah varian produksi lisensi dari Shahed 136 Iran, yang melakukan debut tempurnya di Ukraina pada September 2022. Drone ini dengan cepat muncul sebagai salah satu aset serang Angkatan Bersenjata Rusia yang paling berharga, dan telah memainkan peran yang semakin besar dalam upaya perang yang sedang berlangsung sejak saat itu.
Militarywatch merilis laporan bahwa 25.000 pekerja industri Korea Utara dikirim ke Rusia untuk mendukung upaya produksi drone di Tatarstan dengan tujuan meningkatkan produksi. Pengiriman pekerja Korea Utara untuk mendukung sektor pertahanan Rusia telah lama dianggap mungkin oleh para analis, dan menguatkan laporan dari pejabat intelijen Ukraina mengenai hal ini, dengan Rusia dilaporkan juga mentransfer pengetahuan terkait drone ke negara tetangganya di Asia Timur itu.
Tenaga kerja industri Korea Utara yang cukup besar dengan tingkat pendidikan teknis yang tinggi diperkirakan akan membuat dukungan ini sangat berharga. Industri Rusia telah meraih keberhasilan signifikan dalam memperluas produksi sejumlah produk pertahanan sejak pecahnya permusuhan skala penuh dengan Ukraina pada Februari 2022, dengan produksi tahunan sistem rudal balistik Iskander-M dan rudal jelajah Kh-101 saat ini beberapa kali lipat lebih tinggi dibandingkan tiga tahun lalu, sementara produksi pesawat tempur serang Su-34 meningkat lebih dari dua kali lipat, dan produksi tank T-90M meningkat tiga kali lipat. (Lina Nursanty)