Jabat Menko Polkam ad interim, Menhan Sampaikan Apresiasi pada Kinerja Budi Gunawan 

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menggelar jumpa pers usai melaksanakan entry briefing dengan para pejabat utama Menko Polkam ad interim di Kemenko Polkam, Jakarta, Selasa (9/9/2025). Ikut mendampingi Wamenko Polkam H. Lodewijk Freidrich Paulus (tiga kiri) dan Sekjen Letjen TNI Mochammad Hasan (empat kanan). Foto : Biro Infohan Setjen Kemhan
Dukungan dari para pejabat utama ini menjadi penting mengingat tugas koordinasi dan sinkronisasi lintas kementerian/lembaga membutuhkan kerja kolektif.
Share the Post:

JAKARTA – Pasca reshuffle kabinet, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) ad interim. Penugasan Sjafrie ini untuk mengisi kekosongan sementara posisi Menko Polkam yang sebelumnya dijabat oleh Jenderal Pol (purn) Budi Gunawan. 

Sjafrie pun melaksanakan entry briefing dengan para pejabat utama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) ad interim atau sementara, di Kemenko Polkam, Jakarta, Selasa (9/9/2025). Pertemuan ini menjadi arahan perdana Menhan dalam kapasitasnya sebagai Menko Polkam ad interim.

Saat memberikan keterangan pers, Sjafrie Sjamsoeddin menekankan pentingnya peran, tugas, dan fungsi para Deputi di lingkungan Kemenko Polkam. Para Deputi diharapkan mampu melaksanakan tugas koordinasi dan sinkronisasi dengan kementerian maupun lembaga terkait secara efektif, guna memastikan jalannya program-program pemerintah.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Budi Gunawan yang telah melaksanakan tugas dengan baik sebagai Menko Polkam sebelumnya, serta memberikan penghargaan kepada para staf khusus yang telah mendukung pelaksanaan tugas Kemenko Polkam. “Saya ingin menyampaikan terima kasih pada Jenderal Polisi Purnawirawan Budi Gunawan yang telah menjalankan tugasnya dengan baik selaku Menko Polkam, dan juga saya ingin menyampaikan terima kasih kepada semua Staf Khusus Menko Polkam yang sudah memberikan sumbangan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk membantu Menko Polkam yang sudah selesai menjalankan tugasnya,” tutur Sjafrie pada Selasa (9/9/2025) seperti dikutip dari polkam.go.id.

Menurutnya, dukungan dari para pejabat utama ini menjadi penting mengingat tugas koordinasi dan sinkronisasi lintas kementerian/lembaga membutuhkan kerja kolektif. Oleh karena itu, Sjafrie akan meningkatkan peran para deputi dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing.

“Para deputilah yang akan menjalankan tugasnya sehari-hari baik di dalam menjalankan tugas koordinasi dan juga menjalankan tugas sinkronisasi dengan kementerian dan lembaga yang mempunyai permasalahan-permasalahan yang bisa diselesaikan,” katanya. 

Sjafrie menekankan bahwa para deputi harus bekerja dengan fokus, disiplin, dan semangat kebersamaan. Harapannya, seluruh jajaran dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsi masing-masing secara efektif serta efisien.

 “Untuk itu saya kembali menegaskan peran tugas dan fungsi dari para deputi yang ada di Kemenko Polkam untuk fokus dan giat bekerja sama dan sama-sama bekerja dalam rangka terus melakukan kegiatan-kegiatan yang menjadi Tupoksi dari masing-masing. Itulah yang baru saja saya sampaikan dengan harapan mereka harus solid, disiplin, efektif, dan efisien dalam menjalankan tugas,” jelas Sjafrie.

Lebih lanjut, Sjafrie menegaskan agar seluruh jajaran Kemenko Polkam solid, disiplin, efektif, dan efisien dalam melaksanakan tugas. Ia memastikan situasi keamanan nasional saat ini dalam kondisi aman dan terkendali, sekaligus menekankan pentingnya revitalisasi organisasi Kemenko Polkam sesuai arahan Presiden.

Sjafrie berharap jajaran Kemenko Polkam dapat semakin optimal dalam menjalankan fungsi koordinasi dan sinkronisasi, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung terwujudnya stabilitas politik dan keamanan nasional. 

Sebelumnya, Sjafrie menghadiri acara pelantikan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih di Istana Negara pada Senin (8/9/2025). Pelantikan ini menandai penyesuaian struktural dalam Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024–2029.

Pergantian ini didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia. Sebelum melantik pejabat baru, keputusan tersebut secara resmi memberhentikan beberapa menteri dari jabatannya, seperti Budi Gunawan sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, dan Ario Bimo Nandito Ariotedjo sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. 

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengoptimalkan kinerja di berbagai sektor. Selanjutnya, Presiden secara resmi melantik para pejabat yang akan mengemban tugas baru. Nama-nama yang dilantik adalah Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan, Mukhtarudin sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Ferry Joko Yuliantono sebagai Menteri Koperasi, Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah; dan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah. Para menteri dan wakil menteri tersebut mengucapkan sumpah jabatan untuk mengabdi pada negara dan konstitusi. (Dwi Sasongko)