WASHINGTON DC – Pemerintahan Trump akan memperluas larangan perjalanan bagi warga yang berasal lebih dari 30 negara memasuki wilayah Amerika Serikat. Perluasan ini akan melanjutkan larangan perjalanan yang telah diumumkan pada bulan Juni oleh pemerintahan Republik, yang melarang perjalanan ke AS bagi warga negara dari 12 negara dan membatasi akses ke AS bagi warga negara dari tujuh negara lainnya.
Dikutip dari CNBC News, Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem mengatakan, pembatasan terbaru itu diberlakukan sejak seorang pria asal Afghanistan dituduh menembak dua anggota Garda Nasional. Dalam sebuah unggahan media sosial awal pekan ini, Noem mengisyaratkan akan ada lebih banyak negara yang akan dimasukkan.
Noem, yang berbicara pada Kamis (4/12/2025) malam dalam sebuah wawancara dengan pembawa acara Fox News Channel, Laura Ingraham, tidak memberikan rincian lebih lanjut, dan mengatakan bahwa Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan negara mana saja yang akan dimasukkan.
Setelah penembakan Garda Nasional, pada Juni lalu pemerintah AS telah memperketat pembatasan terhadap 19 negara yang termasuk dalam larangan perjalanan awal, termasuk Afghanistan, Somalia, Iran, dan Haiti.
Rahmanullah Lakanwal, yang beremigrasi ke AS dari Afghanistan setelah penarikan pasukan AS, telah didakwa dengan pembunuhan tingkat pertama setelah salah satu dari dua korban, Spesialis Garda Nasional Virginia Barat Sarah Beckstrom, meninggal dunia akibat luka yang diderita dalam penembakan pada 26 November. Korban kedua, Sersan Staf Andrew Wolfe, mengalami luka kritis. Lakanwal telah mengaku tidak bersalah.
Pemerintahan Trump berargumen bahwa pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan orang-orang yang masuk atau sudah berada di AS tidak menjadi ancaman. Kritikus mengatakan bahwa pemerintahan tersebut menimbulkan trauma bagi orang-orang yang telah menjalani pemeriksaan ekstensif untuk masuk ke AS dan mengatakan bahwa langkah-langkah baru tersebut merupakan hukuman kolektif.
Selama lebih dari seminggu, pemerintah telah menghentikan keputusan suaka, menunda pemrosesan tunjangan terkait imigrasi bagi orang-orang di AS dari 19 negara yang dilarang bepergian, dan menghentikan visa bagi warga Afghanistan yang membantu upaya perang AS.
Pada hari Kamis, Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi AS mengumumkan bahwa mereka mengurangi masa berlaku izin kerja bagi pelamar tertentu seperti pengungsi dan orang dengan suaka sehingga mereka harus mengajukan permohonan ulang lebih sering dan menjalani pemeriksaan lebih sering. (Lina Nursanty)