Wadubes RI di Beijing dr. Irene Tegaskan Komitmen Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok 

Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Beijing, dr. Irene berpidato di hadapan mitra-mitra KBRI baik dari perwakilan pengusaha, asosiasi, media serta WNI dan pelajar Indonesia di Beijing, pada acara Indonesia Updates, di Beijing, Tiongkok, 19 Desember 2025. Foto : Dok KBRI di Beijing
Dengan kerja sama yang bijaksana, Indonesia dan Tiongkok dapat berkontribusi pada terciptanya stabilitas regional dan pembangunan global yang inklusif, menuju apa yang sering disebut sebagai 命运与共 (mìngyùn yǔ gòng), atau masa depan bersama.
Share the Post:

JAKARTA –  Hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok terus diarahkan pada penguatan kemitraan strategis yang saling menghormati, setara, dan saling menguntungkan. Seiring dinamika geopolitik dan ekonomi kawasan, diplomasi yang berlandaskan kepercayaan politik dan kerja sama konkret menjadi kunci.

Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Beijing, dr. Irene mengungkapkan terdapat tiga elemen utama yang menjadi fokus visi dan misi dalam menjalankan amanah yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepadanya. Pertama, mendukung terbangunnya kepercayaan politik tingkat tinggi serta dialog strategis antara kedua negara yang senantiasa didasarkan pada saling menghormati, kesetaraan, dan prinsip non-intervensi. 

‘’Dalam bahasa Mandarin, kita sering mengenal istilah 互利共赢 (hùlì gòngyíng), yang berarti “saling menguntungkan dan menang bersama”. Semangat inilah yang ingin saya bawa dalam berkontribusi, memastikan bahwa kerja sama kita berlangsung secara adil, seimbang, dan berkelanjutan,’’ kata dr. Irene dalam keterangannya. 

Elemen kedua adalah mendorong kerja sama konkret yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Kerja sama tersebut mencakup bidang perdagangan dan investasi, pembangunan hijau, inovasi digital, kesehatan, pendidikan, serta pertukaran antarmasyarakat. Ia menilai Indonesia dan Tiongkok memiliki peran strategis sebagai sesama negara Global South dalam mendorong stabilitas kawasan dan pembangunan global.

Wadubes RI untuk Beijing, dr. Irene (dua kanan) berfoto bersama Dubes RI Djauhari Oratmangun (dua kiri) dan para pimpinan KBRI di Beijing, Tiongkok.
Foto: Dok. KBRI di Beijing

“Dengan kerja sama yang bijaksana, Indonesia dan Tiongkok dapat berkontribusi pada terciptanya stabilitas regional dan pembangunan global yang inklusif, menuju apa yang sering disebut sebagai 命运与共 (mìngyùn yǔ gòng), atau masa depan bersama,” papar perempuan yang fasih berbahasa mandarin dan Inggris ini.

Elemen ketiga yang menjadi perhatian utama dr. Irene adalah pelayanan dan perlindungan terhadap komunitas Indonesia di Tiongkok. Ia menegaskan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing harus tetap menjadi rumah yang hangat dan terbuka bagi seluruh warga Indonesia, termasuk pelaku usaha, pekerja, mahasiswa, peneliti, dan keluarga.

“Kami akan terus berupaya melindungi hak-hak warga negara Indonesia, mendukung aktivitas mereka, serta mengapresiasi setiap capaian yang diraih. Keberhasilan warga Indonesia di Tiongkok juga merupakan keberhasilan bangsa Indonesia,” tuturnya.

Lebih lanjut, dr. Irene menyoroti kesamaan nilai kultural antara Indonesia dan Tiongkok yang sama-sama memandang keberagaman sebagai sumber kekuatan. Ia mengutip ungkapan Tiongkok 和而不同 (hé ér bù tóng), yang berarti harmoni tanpa keseragaman, serta semboyan nasional Indonesia Bhinneka Tunggal Ika.

“Kedua nilai tersebut mengajarkan bahwa perbedaan tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama, melainkan menjadi modal untuk membangun kemitraan yang saling menghormati dan berorientasi ke masa depan,” tandas dokter umum cantik ini. Dia menyampaikan optimisme terhadap masa depan Indonesia. ‘’Indonesia merupakan bangsa yang hebat, bersama kita bisa mencapai Indonesia Emas,’’ tegasnya. 

Seperti diketahui, dr Irene dilantik oleh Presiden Prabowo menjadi Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Beijing di Istana Negara pada 8 Oktober 2025. Sosok dr. Irene membawa pesan inspiratif khususnya bagi perempuan dan generasi muda. Pengalaman tinggal dan belajar di Tiongkok sebelumnya memberikan kesempatan untuk belajar dan memahami kekayaan budaya dan spirit masyarakat di sana. Karena itu, bagi dr Irene penugasannya di Beijing selain sebagai wujud tanggung jawab juga merupakan privilege untuk memberikan kontribusi nyata. (Dwi Sasongko)