Bertemu Trump, Zelensky Minta Jaminan Keamanan Ukraina 50 Tahun dari AS

Presiden Volodymyr Zelensky dan anggota delegasi Ukraina duduk berhadapan dengan delegasi AS yang dipimpin Presiden Donald Trump di Mar-a-Lago, Florida, pada Senin (29/12/2025). Foto : x.com/ZelenskyyUa/
Zelensky mengumumkan saat ini pihaknya tengah maraton diplomatik intensif untuk mendahului kontak dengan Moskow. Masalah utama negosiasi adalah durasi komitmen keamanan Washington.
Share the Post:

FLORIDA – Ukraina bersikeras memperpanjang jangka waktu jaminan keamanan Amerika Serikat (AS) secara signifikan, yaitu selama 50 tahun. Presiden Volodymyr Zelensky mengungkapkan hal itu sebagai detail negosiasi di balik layar dengan Presiden AS Donald Trump di kediaman Trump di Mar A Lago, Florida, Amerika Serikat pada Senin (29/12/2025). 

Kepada wartawan Ukraina, Zelensky mengumumkan saat ini pihaknya tengah maraton diplomatik intensif untuk mendahului kontak dengan Moskow. Masalah utama negosiasi adalah durasi komitmen keamanan Washington. Menurut Zelensky, tim Kyiv dan Trump, dan selanjutnya para pemimpin negara, menegaskan adanya jaminan keamanan yang kuat.

Namun, Gedung Putih saat ini mengusulkan penetapan jangka waktu tersebut selama 15 tahun dengan kemungkinan perpanjangan lebih lanjut. Pemerintahan Trump juga memperingatkan, jika kesepakatan tidak tercapai hari ini, proposal ini mungkin akan hilang. Zelensky mengajukan inisiatif tandingan, dengan alasan berdasarkan durasi agresi Rusia. 

“Saya mengangkat masalah ini dengan Presiden [Trump]. Saya mengatakan kepadanya bahwa perang kita masih berlangsung, dan sudah hampir 15 tahun. Oleh karena itu, kami sangat menginginkan jaminan tersebut lebih lama. Saya mengatakan kepadanya bahwa kami sangat ingin mempertimbangkan kemungkinan 30, 40, 50 tahun. Dan itu akan menjadi keputusan bersejarah oleh Presiden Trump,” kata Zelensky seperti dilaporkan oleh Kyivpost.com

Komunikasi Trump-Putin

Zelensky juga mengomentari komunikasi antara Trump dan Kremlin. Ia mengonfirmasi bahwa Trump melakukan percakapan panjang dengan pemimpin Rusia Vladimir Putin. Hasil utama dari percakapan ini adalah para pemimpin AS dan Rusia membahas apa yang disebut “rencana 20 poin.”

“Dia [Trump] membahas seluruh 20 poin rencana tersebut, poin demi poin, dan saya berterima kasih kepadanya untuk itu. Penting bahwa kita semua berada dalam konteks yang sama dan bahwa mereka membahas dokumen khusus ini, dan bukan dokumen lain,” kata Zelensky.

Presiden Volodymyr Zelensky bersalaman dengan Presiden Donald Trump usai pertemuan di Mar-a-Lago, Florida, pada pada Senin (29/12/2025). Foto : x.com/ZelenskyyUa/

Trump menyampaikan informasi kepada Zelensky mengenai apa yang diduga siap disetujui Putin. Zelensky menahan diri untuk tidak mengungkapkan detailnya tetapi menyatakan skeptisisme mengenai ketulusan Kremlin, memperingatkan Trump terhadap disinformasi apa pun. “Sangat penting bagi kami bahwa kata-kata sesuai dengan tindakan. Ini bukan pertama kalinya Putin mengatakan satu hal tetapi melakukan hal lain,” katanya.

Sementara itu, Kyivindependent melaporkan bahwa Trump memberikan pandangan yang samar tentang pembicaraan mengenai rencana perdamaian 20 poin yang telah direvisi, dengan mengatakan bahwa perang dapat berakhir atau berlarut-larut untuk waktu yang lama dengan lebih banyak korban. Ia juga mengatakan tidak ada tenggat waktu untuk mencapai kesepakatan perdamaian dan menambahkan bahwa ia percaya baik pemimpin Rusia maupun Ukraina menginginkan kesepakatan.

Bicara kepada wartawan sebelum menggelar pertemuan dengan Zelensky, Trump menolak pertanyaan tentang jaminan keamanan untuk Ukraina sebagai “bodoh,” tetapi kemudian mengatakan bahwa kesepakatan keamanan yang kuat akan dicapai dengan keterlibatan signifikan dari negara-negara Eropa. Ia juga mengklaim bahwa Ukraina akan melihat manfaat ekonomi yang besar setelah kesepakatan potensial tercapai.

Ketika ditanya apakah serangan Rusia baru-baru ini terhadap Kyiv menunjukkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tidak serius tentang perdamaian, Trump menolak anggapan tersebut. “Tidak, dia sangat serius,” jawab Trump. 

Ia menambahkan bahwa Ukraina juga telah melakukan serangan yang kuat, dengan mengatakan, “Saya percaya Ukraina juga telah melakukan beberapa serangan yang sangat kuat. Dan saya tidak mengatakan itu secara negatif. Anda mungkin harus mengatakannya. Ada beberapa ledakan di berbagai bagian Rusia. Saya rasa itu bukan berasal dari Kongo. Saya rasa itu bukan berasal dari Amerika Serikat. Mungkin itu berasal dari Ukraina,” katanya. 

Selama Januari ini, Zelensky juga melakukan upaya diplomatik dengan negara-negara Eropa secara maraton. Pertemuan dalam format yang lebih luas akan diikuti para pemimpin Eropa (yang disebut “Koalisi Sukarela”) dengan Ukraina. Zelensky telah membahas hal ini dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan mitra lainnya.

Setelah mengkoordinasikan posisi mereka, pertemuan bersama direncanakan dengan Trump dan para pemimpin Eropa. “Kami semua serius untuk memastikan pertemuan-pertemuan yang saya sebutkan tadi berlangsung pada bulan Januari. Dan setelah itu, saya pikir, jika semuanya berjalan selangkah demi selangkah, maka setelah itu akan ada pertemuan dalam satu format atau lainnya dengan Rusia,” katanya. (Lina Nursanty)