GAYO LUES – Upaya penyaluran bantuan kemanusiaan terus dilakukan untuk menjangkau warga di wilayah terpencil, termasuk di Desa UPT Paya Kumer, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Di tengah keterbatasan akses medan, Helikopter Caracal TNI Angkatan Udara menyalurkan 1 ton bantuan kemanusiaan bagi warga Desa UPT Paya Kumer, Kec. Tripe Jaya, Kab. Gayo Lues, Sabtu (27/12/2025). Helikopter tersebut diberangkatkan dari Lanud Soewondo, Medan untuk menuju lokasi penyaluran bantuan.
Kondisi lapangan di lokasi penyaluran tidak memungkinkan helikopter untuk mendarat. Menghadapi situasi tersebut, pilot Caracal TNI AU menerapkan teknik Hovering, yakni Helikopter melayang rendah dan stabil di atas titik penyerahan sehingga distribusi tetap bisa disalurkan secara aman.
Melalui pintu helikopter kru menurunkan paket bantuan mulai dari beras hingga kebutuhan pangan lainnya dan menyerahkan secara langsung kepada warga yang telah bersiap diarea penyaluran.
Selain di Desa UPT Paya Kumer, helikopter Caracal TNI AU juga menyalurkan bantuan kemanusiaan seberat 1 ton bahan pangan ke Desa Penan Kela, Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues.
Kadispenau Marsma TNI I Nyoman Suadnyana menyampaikan pemanfaatan teknik hovering dilakukan sebagai solusi efektif untuk menjangkau wilayah terdampak bencana dengan kondisi medan yang sulit. “Melalui jalur udara, TNI AU berupaya memastikan bantuan kemanusiaan dapat segera diterima masyarakat meskipun akses darat dan pendaratan terbatas,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima the Strategy.
Arahan Wakasau
Sebelumnya, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S memberikan arahan kepada sejumlah Posko TNI AU Penanggulangan Bencana Alam di wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Pengarahan tersebut dilakukan secara teleconference dari Posko Utama TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (24/12/2025).
Dalam teleconference tersebut, Wakasau juga menerima laporan perkembangan dari Dansatgasud yang berada di Posko Lanud Soewondo, Posko Lanud Sutan Sjahrir, Posko Lanud Sultan Iskandar Muda, Posko Lhokseumawe, Posko Rembele, dan Posko Sibolga. Laporan meliputi perkembangan kondisi lapangan, kesiapan personel dan alpalhankam, serta penyaluran bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak.
Selain itu, Wakasau menerima laporan dari Posko Nasional Crisis Center yang berada di Pusgeosau dan bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Laporan tersebut menyoroti pengumpulan data yang akan digunakan sebagai dasar rehabilitasi dan rekonstruksi dalam rangka pemulihan pascabencana.
Dalam arahannya, Wakasau meminta agar data yang telah tersedia di Posko Nasional Crisis Center dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai bagian dari early warning system, sehingga potensi bencana susulan dapat diantisipasi lebih dini dan terukur.
Wakasau turut menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh personel TNI AU yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Bencana Alam Sumatera, serta menekankan agar mengutamakan keselamatan dalam menjalankan tugas. Melalui peninjauan ini, diharapkan peran TNI Angkatan Udara dalam penanggulangan bencana dapat berjalan secara optimal serta mempercepat proses pemulihan pascabencana. (Dwi Sasongko)