Jet Tempur F-16 Taiwan Jatuh ke Laut, Pilot Diyakini Sempat Melontarkan Diri

F-16V merupakan varian F-16 terbaru dan paling canggih. F-16V adalah pesawat tempur multirole Generasi Ke-4 yang paling teruji dalam pertempuran di dunia. Jet tempur F-16V milik Angkatan Udara Taiwan jatuh ke laut di lepas pantai timur Taiwan pada Selasa (6/1/2026) malam. Foto: lockheedmartin
Lokasi terakhir pesawat tercatat berada di perairan sekitar 36 mil laut (66,6 kilometer) di selatan Pangkalan Udara Hualien, ujar Chiang. Hingga Rabu pagi, belum ada sinyal yang diterima dari alat pemancar darurat perlengkapan keselamatan pilot.
Share the Post:

TAIPEI – Sebuah jet tempur F-16V milik Angkatan Udara Taiwan jatuh ke laut di lepas pantai timur Taiwan pada Selasa (6/1/2026) malam, sehingga memicu operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran terhadap pilot yang hilang.

Mengutip dari Anadolu, Angkatan Udara Taiwan menyatakan bahwa pesawat tersebut sedang menjalankan misi latihan rutin pada malam hari ketika insiden terjadi. Pilotnya, yang diidentifikasi sebagai Kapten Angkatan Udara Hsin Po-yi, diyakini telah melontarkan diri (eject) di perairan sekitar Kabupaten Hualien.

Pemimpin Taiwan, William Lai Ching-te, telah menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk mengerahkan segala upaya dalam menemukan pilot tersebut serta menyelidiki secara menyeluruh penyebab kecelakaan, menurut pernyataan yang diunggah di platform media sosial Facebook.

Taipeitimes menyebut Angkatan Udara Taiwan pada Rabu (7/1) pagi menyatakan bahwa pilot sempat mengindikasikan akan melontarkan diri dari pesawat sebelum jejak radar pesawat menghilang. Namun, pihak berwenang belum dapat memastikan apakah proses pelontaran diri tersebut berhasil.

Inspektur Jenderal Angkatan Udara Taiwan, Chiang Yi-cheng, dalam konferensi pers di Kabupaten Hualien, menjelaskan bahwa saat latihan malam hari sekitar pukul 19.27 waktu setempat, Kapten Hsin terpisah dari formasi pesawat lainnya setelah memasuki wilayah awan. Berdasarkan rekaman audio dari pesawat pemimpin formasi, Kapten Hsin melaporkan bahwa ketinggian pesawatnya terus menurun sebelum pada pukul 19.28 ia menyatakan akan melontarkan diri dari jet F-16V bernomor ekor 6700. Sinyal radar pesawat tersebut menghilang delapan detik kemudian.

Lokasi terakhir pesawat tercatat berada di perairan sekitar 36 mil laut (66,6 kilometer) di selatan Pangkalan Udara Hualien, ujar Chiang. Hingga Rabu pagi, belum ada sinyal yang diterima dari alat pemancar darurat perlengkapan keselamatan pilot. “Sejauh ini kami belum menerima sinyal apa pun dari perangkat keselamatan, sehingga belum ada bukti konklusif untuk memastikan apakah Kapten Hsin berhasil melakukan prosedur pelontaran diri,” kata Chiang.

Operasi Pencarian dan Penyelamatan

Menanggapi laporan adanya dugaan gangguan pada komputer misi modular (Modular Mission Computer) pesawat, Angkatan Udara Taiwan menegaskan bahwa tidak ditemukan kelainan pada pesawat bernomor ekor 6700 dalam enam bulan terakhir hasil pemeriksaan rutin.

Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Penjaga Pantai Taiwan telah mengerahkan kapal-kapal untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. Sebuah kapal kargo yang berada di sekitar lokasi juga telah dihubungi untuk membantu pencarian.

Hingga Rabu pagi, Kapten Hsin belum ditemukan. Chiang menegaskan bahwa operasi pencarian akan terus dilanjutkan dan tidak dibatasi oleh jendela emas 72 jam penyelamatan.

Keluarga Kapten Hsin saat ini berada di Pangkalan Udara Hualien dan terus mendapatkan informasi terbaru mengenai operasi pencarian dan penyelamatan dari para penasihat militer.

Angkatan Udara telah membentuk pusat tanggap darurat dan meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan. Pesawat tersebut diketahui lepas landas dari Pangkalan Udara Hualien pada pukul 18.17 untuk menjalani misi latihan rutin.

Administrasi Penjaga Pantai Taiwan menyatakan telah mengerahkan kapal-kapal dari armada wilayah utara, timur, dan selatan ke lokasi kejadian, serta menghubungi kapal-kapal kargo komersial di sekitar area untuk turut membantu operasi pencarian.

Sumber-sumber menyebutkan bahwa kapal-kapal dari Korps Penjaga Pantai Keenam (Hualien) diperkirakan menjadi pihak pertama yang tiba di lokasi kejadian.

Sebuah helikopter Black Hawk milik Korps Layanan Udara Nasional juga dikerahkan ke perairan lepas Fongbin untuk melakukan pencarian udara. Selain itu, pesawat-pesawat penyelamat telah tiba di area sasaran, dan sebuah pesawat angkut C-130 menjatuhkan suar penerangan guna membantu operasi malam hari, menurut pejabat layanan udara.

Menteri Dewan Urusan Kelautan Taiwan, Kuan Bi-ling, menulis di Facebook bahwa upaya pencarian dan penyelamatan gabungan melalui udara dan laut yang melibatkan Kementerian Pertahanan Nasional, Penjaga Pantai, dan tim penyelamat udara tengah berlangsung.

Sebuah kapal kargo yang berjarak sekitar 6,3 mil laut dari lokasi kejadian juga telah dihubungi untuk membantu operasi pencarian, kata Kuan. Stasiun televisi Formosa Television melaporkan bahwa sistem lampu pesawat diduga mengalami gangguan sebelum pilot melakukan pelontaran diri. (Dwi Sasongko)