Fadli Zon Dialog bersama Dubes Jerman Bahas Upaya Penguatan Kolaborasi Budaya

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon (kanan) memperlihatkan sebilah keris kepada Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta pada Selasa (24/2/2026). Foto : Kemenbud RI
Melalui pertemuan ini, Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus memajukan kebudayaan Indonesia di dunia internasional melalui diplomasi budaya dengan negara sahabat.
Share the Post:

JAKARTA – Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, gelar pertemuan bilateral dengan Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Pertemuan dengan Duta Besar Ralf Beste yang baru saja menjabat pada akhir tahun 2025 lalu ini membahas sejumlah agenda penguatan kerja sama kebudayaan Indonesia–Jerman, mulai dari pembaruan nota kesepahaman (MoU), penguatan pusat kebudayaan, hingga percepatan repatriasi objek bersejarah.

Dalam pertemuan tersebut, Fadli Zon menegaskan hubungan Indonesia dan Jerman yang telah terjalin selama puluhan tahun memiliki fondasi kuat, salah satunya melalui Agreement on Cultural Cooperation sejak tahun 1988 yang menurutnya perlu adanya pembaruan kerangka kerja sama, disesuaikan dengan dinamika global dan perkembangan prioritas kedua negara

“Kami ingin memperkuat kerja sama dengan Republik Federal Jerman. Seperti kita tahu, Indonesia dan Jerman memiliki kerangka perjanjian kerja sama kebudayaan sejak 1988. Jadi mungkin ini saatnya untuk kita perbaharui kerja sama tersebut,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya. 

Selain pembaruan MoU, Menbud juga membahas penguatan platform pusat kebudayaan Indonesia, salah satunya dengan mengembangkan Rumah Budaya Indonesia. “Kami ingin memperkuat hubungan antar masyarakat dengan kehadiran Rumah Budaya Indonesia di Jerman. Sekarang kita punya Rumah Budaya Indonesia di KBRI Berlin.”

Fadli Zon turut membahas terkait rencana diskusi dan dialog terkait repatriasi sejumlah fosil yang berada di Jerman, diantaranya adalah 13 fosil Manusia Purba Sangiran yang berada Museum Senckenberg, serta co-production film yang mengangkat Georg Eberhard Rumphius, seorang naturalis Jerman yang tinggal di Ambon.

Ralf Beste menyambut baik usulan perbaikan kerja sama bidang kebudayaan yang diusulkan sebelumnya. “Bidang kebudayaan seperti sejarah, film, buku, serta diskusi repatriasi (pengembalian objek cagar budaya) perlu kita bangun kerangkanya melalui pendekatan yang berbeda dan dapat disesuaikan. Kerja sama di bidang permuseuman juga tidak kalah pentingnya,” sambut Ralf Beste.

Pada pertemuan bilateral ini, Fadli Zon turut didampingi oleh Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama, Endah T.D. Retnodwiastuti, dan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listya. 

Menutup pertemuan, Fadli Zon menyampaikan kesiapan untuk menyambut kedatangan Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, yang akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 9 Maret 2026 mendatang, serta rencana pertemuan dengan Direktur Frankfurt Book Fair yang juga akan turut hadir dalam rombongan lawatan kenegaraan tersebut.

Melalui pertemuan ini, Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus memajukan kebudayaan Indonesia di dunia internasional melalui diplomasi budaya dengan negara sahabat. Kehadiran Rumah Budaya Indonesia di Berlin diharapkan menjadi jembatan bagi budaya Indonesia agar semakin dikenal di Jerman. (Dwi Sasongko)