SANGGAU, KALIMANTAN BARAT– Menteri Pertahanan RI (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin terus melakukan kunjungan ke markas-markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). Kali ini, Sjafrie meninjau Yonif TP 833/Bumi Daranante (BD) di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Jumat (9/10/2026) dan Yonif TP 926/Pangalangok Libau (PL) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada Kamis (8/10/2026).
Menhan Sjafrie mengapresiasi keberadaan prajurit yang kini resmi menempati Kesatrian Yonif TP 833/BD sebagai benteng pertahanan dan kehormatan satuan. Menhan juga mengingatkan bahwa sebagai satuan yang berada di garis perbatasan Indonesia dengan negara tetangga, prajurit Yonif TP 833/BD memikul tanggung jawab besar untuk menjaga rakyat Indonesia.
“Kesatrian ini adalah benteng dan kehormatanmu yang dibangun oleh rakyat dan diserahkan kepada negara untuk kalian pergunakan. Prajurit harus menghargai pemberian rakyat dengan membuat aman dan nyaman masyarakat yang ada di sekelilingmu!” tegas Menhan Sjafrie dalam keterangannya di Kemhan.go.id.
Selanjutnya, Menhan menekankan bahwa Yonif TP 833/BD mengemban dua fungsi utama. Pertama, sebagai Batalyon Tempur, setiap prajurit wajib mahir menembak, beladiri, dan patroli hutan, serta siap ditugaskan di seluruh wilayah nasional. Kedua, sebagai Batalyon Teritorial Pembangunan yang dilengkapi Kompi Pertanian, Peternakan, Kesehatan, dan Konstruksi, prajurit dibekali keterampilan untuk membantu Pemerintah Daerah dan menguatkan perekonomian warga lokal.
“Orang tuamu sudah mewakafkan kamu kepada negara untuk mengabdi kepada rakyat. Perlengkapanmu, kesatrianmu, dan kemampuanmu semua berasal dari rakyat. Dalam 8 Wajib TNI tertulis jelas tidak boleh sekali-kali menyakiti hati rakyat! Justru harus mengatasi kesulitan masyarakat di sekitarmu,” lanjut Sjafrie.
Lebih lanjut, Menhan menyampaikan bahwa Yonif TP 833/BD juga akan bersinergi dengan Batalyon Zeni Konstruksi untuk membangun infrastruktur kawasan perbatasan agar wilayah perbatasan Indonesia semakin kokoh, bermartabat, dan sejahtera. Menhan berpesan agar seluruh prajurit senantiasa memegang teguh nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI, serta menjaga loyalitas dan persatuan Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam kunjungan kerja ke Yonif TP 833/BD, Menhan didampingi oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kemhan, Panglima Kodam (Pangdam) XII/Tanjungpura, serta Komandan Korem 121/Alambhana Wanawai.
Sehari sebelumnya, Menhan Sjafrie meninjau Marshalling Area Yonif TP)926/Pangalangok Libau (PL) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (8/10/2026). Rangkaian kegiatan diawali dengan pertemuan silaturahmi bersama Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkayang. Selanjutnya, Menhan menerima paparan satuan dari Danyonif TP 926/Pangalangok Libau, mengenai kesiapan operasional pangkalan serta progres pembangunan fasilitas kesatrian.

Dalam pengarahannya, Menhan Sjafrie mengapresiasi tinggi semangat dan disiplin prajurit muda Yonif TP 926/PL. Menhan mengingatkan bahwa posisi Bengkayang yang berbatasan langsung dengan negara tetangga menuntut kesiapsiagaan tinggi dari setiap prajurit tempur sekaligus prajurit pembangunan.
“Sore ini saya datang untuk melihat dari dekat semangat dan disiplinmu sebagai prajurit muda di Batalyon ini. Namun ingat, semangat dan disiplinmu memiliki tantangan nyata. Sebagai prajurit Batalyon Infanteri tempur, kamu wajib menguasai kemampuan menembak, beladiri, dan patroli untuk mengamankan serta menjaga kedaulatan NKRI di garis perbatasan!” papar Sjafrie.
Menhan juga menggarisbawahi fungsi ganda Yonif TP sebagai batalyon teritorial pembangunan. Kehadiran kompi-kompi fungsional, seperti kompi pertanian, peternakan, kesehatan, dan konstruksi yang dibekali peralatan modern dan alat berat, dirancang untuk membalas jasa rakyat dengan cara membantu pemerintah daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Kamu dibekali keterampilan, peralatan, alat berat, hingga sarana kesehatan dan peternakan. Ini wujud nyata untuk membalas jasa rakyat. Buat rakyat Bengkayang merasa aman, nyaman, dan sejahtera atas kehadiranmu! Jaga kehormatan TNI, pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI. Jangan sekali-kali menyakiti hati rakyat!” jelasnya.
Lebih lanjut, Menhan menyampaikan bahwa ke depan Yonif TP 926/PL juga akan disinergikan dengan Batalyon Zeni guna mempercepat pembangunan infrastruktur kawasan perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan Barat. Dalam kunjungan kerja ini, Menhan didampingi oleh Wakil Panglima TNI (Wapang TNI), Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemhan, Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kemhan, serta Panglima Kodam (Pangdam) XII/Tanjungpura. (Tim The Strategy)