JAKARTA – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto, dalam prosesi penghormatan dan pelepasan jenazah almarhum Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014–2019, di Kantor Kemhan, Jakarta, Senin (1/6/2026).
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden RI serta beberapa tokoh bangsa lain. Kehadiran para tokoh Bangsa ini merupakan bentuk penghormatan terakhir atas jasa, dedikasi, dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.
Dikutip dari Kemhan.go.id, prosesi upacara penghormatan dan pelepasan jenazah selanjutnya dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto selaku Inspektur Upacara. Dalam upacara tersebut, pihak keluarga secara resmi menyerahkan jenazah almarhum kepada pemerintah untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta Selatan, dengan upacara militer. Atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia, Wamenhan menerima penyerahan jenazah almarhum untuk selanjutnya diberangkatkan menuju tempat pemakaman.
Upacara berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh keluarga almarhum, pejabat Kementerian Pertahanan, unsur TNI, serta para kerabat dan sahabat almarhum. Rangkaian upacara meliputi penghormatan kepada jenazah, pengusungan jenazah, serta pelepasan menuju TMPNU Kalibata sebagai bentuk penghormatan negara atas jasa dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.
Setelah itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memimpin upacara pemakaman almarhum Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu secara militer di TMP Nasional Utama Kalibata. Prosesi upacara pemakaman militer berlangsung dengan penuh khidmat sebagai wujud penghormatan negara atas dedikasi dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.
Almarhum sebelumnya, telah dianugerahi tanda kehormatan tertinggi Bintang Mahaputera Adipradana oleh Presiden RI Joko Widodo pada tahun 2020 lalu. Almarhum juga pernah mengemban amanah sebagai Menteri Pertahanan pada masa pemerintahan Presiden RI Joko Widodo, sebagai bagian dari pengabdian panjangnya kepada bangsa dan negara.
Dalam amanat Apel Persada di TMP Nasional Utama Kalibata, Menhan Sjafrie menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi almarhum kepada nusa dan bangsa. “Atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia, dengan ini mempersembahkan ke persada Ibu Pertiwi, jiwa raga dan jasa-jasa almarhum Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu yang telah meninggal dunia demi kepentingan serta keluhuran negara dan bangsa. Semoga jalan dharma bakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri teladan bagi kita semua dan arwah mendapat tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Besar,” ujar Menhan Sjafrie.
Upacara ditutup dengan prosesi penurunan jenazah ke liang lahat dan doa bersama, diikuti tabur bunga oleh keluarga sebagai penghormatan terakhir.

Dalam keterangan pers usai upacara pemakaman, Menhan Sjafrie menyampaikan bahwa almarhum merupakan prajurit teladan yang dedikasi dan pengabdiannya kepada negara tidak pernah berubah, sehingga layak menjadi contoh bagi seluruh prajurit TNI. Menhan juga mengenang pesan almarhum bahwa dalam setiap keberhasilan tugas, prajuritlah yang patut diapresiasi, sedangkan apabila terjadi kegagalan, komandan harus bertanggung jawab.
Prosesi pemakaman ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh nasional, pejabat tinggi Kemhan, TNI, dan Polri, serta pihak keluarga dan kerabat.
Sebelumnya, keluarga Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya salah satu putra terbaik bangsa sekaligus prajurit terbaik TNI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, yang berpulang ke Rahmatullah pada Minggu (31/5/2026) pukul 14.03 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.
Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi TNI AD dan bangsa Indonesia. Dimana sepanjang hidupnya, almarhum senantiasa mendedikasikan dirinya untuk mengabdi kepada negara melalui berbagai penugasan strategis di lingkungan TNI maupun pemerintahan dengan penuh loyalitas, dedikasi, dan semangat pengabdian yang tinggi.
Lahir di Palembang pada 21 April 1950, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu merupakan putra dari Brigjen TNI Musannif Ryacudu, seorang perwira Angkatan Darat yang dikenal atas pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Semangat pengabdian tersebut kemudian diwarisi dan dilanjutkan oleh almarhum sepanjang perjalanan hidup dan karier militernya.
Dalam pengabdiannya di TNI AD, almarhum meniti karier dari berbagai penugasan lapangan hingga dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis. Puncak pengabdiannya di lingkungan Angkatan Darat ditandai saat dirinya menerima amanah sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) periode 2002–2005. Di bawah kepemimpinannya, TNI AD terus memperkuat profesionalisme, disiplin, dan kesiapan satuan dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Setelah menyelesaikan pengabdian di lingkungan militer, almarhum kembali mendapat kepercayaan untuk mengemban amanah sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014–2019. Dalam jabatan tersebut, almarhum berperan aktif dalam memperkuat sistem pertahanan negara dan mendorong peningkatan kapasitas pertahanan nasional di tengah dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang.
Bagi prajurit TNI AD, almarhum dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas, berani, sederhana, dan memiliki komitmen kuat terhadap kepentingan bangsa dan negara. Keteladanan, integritas, serta semangat pengabdiannya akan senantiasa menjadi inspirasi bagi generasi penerus prajurit Angkatan Darat.
TNI Angkatan Darat mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diampuni segala khilaf dan dosanya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini.
Kepergian Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu meninggalkan jejak pengabdian yang akan selalu dikenang dalam sejarah TNI Angkatan Darat dan perjalanan bangsa Indonesia. Selamat jalan, Jenderal! (Dwi Sasongko)