Indonesia dan AS Kenang Awak USS Houston dan Perkuat Upaya Pelestarian Bangkai Kapal 

Caption yang bener ini ya: Wakil Kepala Staf TNI AL Laksamana Madya Edwin dan Kuasa Usaha ad interim Amerika Serikat Joy Sakurai menandatangani prasasti peringatan untuk mengenang awak kapal USS Houston (CA-30). Foto: Erik Kurniawan/Kedubes AS
Share the Post:

JAKARTA – Indonesia dan Amerika Serikat memperkuat kerja sama dalam mengenang sejarah maritim kedua negara melalui penghormatan kepada awak kapal USS Houston (CA-30) yang gugur. Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut Indonesia, Laksamana Madya Edwin dan Kuasa Usaha ad interim Amerika Serikat Joy Sakurai menandatangani prasasti peringatan untuk mengenang awak kapal USS Houston (CA-30) tersebut. 

Prasasti tersebut akan dipasang di dasar laut, di dekat bangkai kapal, dalam upacara peletakan karangan bunga dan pemasangan prasasti yang akan dilaksanakan pada awal November melalui operasi penyelaman gabungan Angkatan Laut Amerika Serikat dan TNI Angkatan Laut. 

Para penyelam diperkirakan akan melakukan penilaian bawah air untuk mendokumentasikan kondisi terkini bangkai kapal eks-USS Houston, bekerja sama dengan Naval History and Heritage Command, lembaga Angkatan Laut AS yang menangani sejarah dan warisan maritim. 

Bangkai eks-USS Houston merupakan situs makam perang Perang Dunia II sekaligus tempat peristirahatan terakhir bagi lebih dari 650 pelaut dan personel Korps Marinir Amerika Serikat. 

Penilaian yang direncanakan ini merupakan langkah penting untuk memperkuat kerja sama bilateral dalam memahami kondisi bangkai kapal tersebut serta mendukung upaya perlindungan situs bersejarah ini bagi generasi mendatang. 

“Hari ini, kita mengenang para pelaut dan personel Korps Marinir USS Houston yang gugur dalam Pertempuran Selat Sunda dengan mengambil langkah-langkah untuk melindungi kapal militer Amerika Serikat yang tenggelam ini,” ujar Kuasa Usaha Sakurai dalam pernyataannya dari Kedubes AS di Jakarta pada Kamis (15/10/2026).

 “Kami berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia dan TNI Angkatan Laut atas bantuan mereka kepada Amerika Serikat dalam melindungi tempat peristirahatan terakhir lebih dari 650 personel tersebut,” tambahnya. 

Peringatan ini merupakan kelanjutan dari penandatanganan Nota Kesepahaman yang memperluas kerangka kerja sama antara Amerika Serikat dan Indonesia terkait Defense POW/MIA Accounting Agency (DPAA), serta bagian dari inisiatif Kedutaan Besar AS yang akan dilaksanakan melalui Ambassador Fund for Cultural Preservation (AFCP) untuk melindungi situs bangkai kapal USS Houston. 

Proyek ini akan berfokus pada perlindungan dan pelestarian bangkai kapal USS Houston sebagai bagian penting dari sejarah bersama Amerika Serikat dan Indonesia pada masa Perang Dunia II. 

Upaya-upaya ini mencerminkan komitmen bersama kedua negara untuk mengenang mereka yang gugur di laut, memastikan pengelolaan  yang bertanggung jawab atas situs bawah air yang memiliki nilai sejarah tinggi, serta memperkuat kerja sama dalam pelestarian warisan maritim dan pelaksanaan penilaian ilmiah. 

Melalui upaya bersama ini, Amerika Serikat dan Indonesia berupaya memastikan agar jasa dan warisan sejarah USS Houston, serta para personel militer yang gugur, tetap dikenang. (Tim The Strategy)