WASHINTON DC – Pada Sabtu, 21 Juni 2025 dinihari waktu Teheran, pasukan Amerika Serikat menyerang tiga fasilitas program pengayaan nuklir milik Iran. Operasi militer AS yang dinamai Midnight Hammer itu melibatkan tujuh pesawat jet pengebom B-2 Spirit dan lebih dari dua lusin rudal Tomahawk.
Dalam sebuah konferensi pers di Pentagon pada keesokan harinya setelah operasi militer itu dilancarkan, Ketua Kepala Staf Gabungan di Pentagon, Jenderal Dan Caine menyatakan bahwa Operasi Midnight Hammer juga melibatkan lebih dari 125 pesawat jet tempur sebagai pendukung.
Dalam operasi militer ini pertama kalinya AS menggunakan bom penghancur bunkernya yang terbesar yang disebut the GBU-57 Massive Ordinance Penetrator (MOP). Jendral Caine menyatakan bahwa AS menjatuhkan 14 MOP di dua targetnya di Iran.
Pentagon telah merilis rekaman video pesawat pembom siluman B-2 Spirit yang lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri sebagai bagian dari Operasi Midnight Hammer, kampanye udara besar-besaran Amerika Serikat yang menargetkan fasilitas nuklir utama Iran.
Mengutip dari Moneycontrol, video yang dirilis oleh AS tersebut menunjukkan pesawat B-2 canggih sedang keluar dari hanggar dan lepas landas dari pangkalan udara tepat pukul 12:01 dini hari. Rekaman tersebut kemudian menampilkan momen saat pesawat-pesawat itu kembali pada pagi hari, setelah melakukan serangan sukses terhadap fasilitas nuklir Iran.
Pesawat pembom B-2, yang masing-masing bernilai sekitar USD 2 miliar, mengerahkan GBU-57 Massive Ordnance Penetrator (MOP), bom “bunker buster” seberat 13 ton yang dirancang untuk menghancurkan infrastruktur nuklir yang berada jauh di dalam tanah. Setiap pesawat dapat membawa dua amunisi berpemandu presisi ini yang mampu menembus target keras sebelum meledak.
Dengan sandi Operasi Midnight Hammer, AS menyerang situs-situs nuklir Iran di Fordow, Isfahan, dan Natanz. Misi ini merupakan bagian dari unjuk kekuatan militer AS di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran, serta kekhawatiran yang tumbuh terhadap ambisi nuklir Teheran.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menggambarkan operasi tersebut sebagai “kesuksesan luar biasa dan sangat mengesankan.” Jenderal Angkatan Udara Dan Caine mengungkapkan bahwa kampanye ini melibatkan 75 amunisi presisi, termasuk 14 bom GBU-57, lebih dari dua lusin rudal Tomahawk, dan didukung oleh lebih dari 125 pesawat militer.
Dikutip dari situs Angkatan Udara AS, pesawat B-2 Spirit adalah pesawat jet tempur multiperan yang dapat mengangkut rudal baik konvensional maupun nuklir. Pesawat ini digadang-gadang sebagai tombak utama dalam program modernisasi persenjataan AS.
Salah satu fitur utamanya yaitu karakteristiknya yang tidak dapat diamati, atau “siluman,” memberinya kemampuan unik untuk menembus pertahanan musuh yang paling canggih dan mengancam targetnya yang paling berharga, dan dipertahankan dengan ketat.
Penggabungan revolusioner teknologi “siluman” dengan efisiensi aerodinamis tinggi dan muatan besar memberikan B-2 keuntungan penting dibandingkan pesawat pengebom yang ada. Fitur silumannya itu juga memberinya kebebasan bertindak yang lebih besar di ketinggian sehingga meningkatkan jangkauannya dan bidang pandang yang lebih baik untuk sensor pesawat. Jangkauannya tanpa pengisian bahan bakar sekitar 6.000 mil laut (9.600 kilometer).
Pesawat B-2 sulit ditangkap musuh karena canggihnya teknologi yang digunakan hingga mengurangi tanda inframerah, akustik, elektromagnetik, visual, dan radar. Tanda-tanda ini menyulitkan sistem pertahanan canggih untuk mendeteksi, melacak, dan menyerang B-2. Banyak aspek dari proses ini masih dirahasiakan. Namun, material komposit B-2, lapisan khusus, dan desain sayap terbang semuanya berkontribusi pada “sifat silumannya.” B-2 memiliki dua awak pilot, seorang pilot di kursi kiri dan komandan misi di kursi kanan, dibandingkan dengan awak B-1B yang berjumlah empat orang dan awak B-52 yang berjumlah lima orang.
Pesawat B-2 pertama kali dipamerkan pada 22 November 1988 di hangar Pangkalan Udara Plant 42, Palmdale, California dan terbang perdana pada 17 Juli 1989.
Hingga saat ini, satu-satunya pangkalan operasional pesawat B-2 berada di Whiteman AFB, Missouri. Maka, pada operasi militer Midnight Hammer, pesawat B-2 Spirit terbang langsung dari Missouri, tidak dari pangkalan militer AS yang berada di Timur Tengah.
Angkatan Udara AS pernah menggunakan pesawat B-2 ini dalam Operasi Militer gabungan di Kosovo. Saat itu, pesawat B-2 diterbangkan dari Missouri berhasil melumpuhkan 33 persen target Serbia dalam delapan minggu pertama operasinya. Selain operasi di Serbia, pesawat B-2 juga digunakan dalam operasi militer di Afghanistan dan Irak.
Kontraktor utama pesawat B-2 Spirit untuk desain keseluruhan, yaitu Northrop Grumman Integrated Systems Sector, Boeing Military Airplanes Co., Hughes Radar Systems Group, General Electric Aircraft Engine Group dan Vought Aircraft Industries, Inc. (Lina Nursanty)