Perang 12 Hari dengan Iran, Israel Merugi Rp 326 Triliun 

Dampak serangan rudal Iran di Bat Yam, sebelah selatan Tel Aviv, Minggu pagi (23/6/2025) waktu setempat. Terlihat sejumlah gedung hancur berantakan setelah dihantam rudal Iran. Foto : Press TV
Abdelkarim menyatakan bahwa defisit anggaran Israel diperkirakan akan naik sebesar 6%, dan pembayaran kompensasi kepada warga yang terdampak akan semakin memperburuk keuangan publik negara tersebut.
Share the Post:

ISTAMBUL – Israel dan Iran kini sementara waktu sudah mengakhiri perang. Na mun, perang dua negara yang berlangsung selama 12 hari tersebut menyisakan kehancuran ekonomi mereka. Israel harus membayar mahal akibat ambisinya dalam menghancurkan Iran tersebut. 

Naser Abdelkarim, asisten profesor keuangan di Universitas Amerika Palestina, mengatakan kepada Anadolu bahwa serangan tersebut tidak hanya berdampak langsung terhadap pengeluaran militer Israel, tetapi juga aktivitas produksi negara itu. Ia mencatat secara langsung dan tidak langsung, perang ini bisa merugikan Israel hingga USD20 miliar atau lebih dari Rp 326 triliun.

Abdelkarim menyatakan bahwa defisit anggaran Israel diperkirakan akan naik sebesar 6%, dan pembayaran kompensasi kepada warga yang terdampak akan semakin memperburuk keuangan publik negara tersebut. Otoritas Pajak Israel menyebut jumlah warga Israel yang mengungsi dari rumah mereka selama minggu pertama melebihi 10.000 orang, dan sekitar 36.465 orang telah mengajukan klaim kompensasi.

Abdelkarim mengatakan bahwa pemerintah Israel tengah mempertimbangkan tiga langkah berikut untuk menutup defisit anggaran yang membengkak: pemangkasan anggaran publik untuk sektor kesehatan dan pendidikan, kenaikan pajak, atau berutang, yang bisa meningkatkan rasio utang publik terhadap pendapatan nasional menjadi lebih dari 75%.

Kementerian Keuangan Israel mengungkapkan bahwa sumber daya keuangan negara saat ini cepat terkuras, dan mereka telah meminta dana tambahan sebesar USD 857 juta untuk dialokasikan ke Kementerian Pertahanan, serta meminta pemotongan anggaran sebesar  USD 200 juta dari kementerian kesehatan, pendidikan, dan layanan sosial.

Surat kabar keuangan Israel Globes melaporkan bahwa sebagian besar dana ini akan digunakan untuk membayar kebutuhan personel militer. Sekitar 450.000 personel cadangan telah dipanggil untuk bertugas sebagai bagian dari upaya mobilisasi besar-besaran selama perang. Abdelkarim menyatakan bahwa nilai tukar shekel Israel terhadap dolar AS sempat turun menjadi 3,7 setelah perang dimulai, tetapi pulih menjadi 3,5. Ia mencatat bahwa pelemahan dolar dan transaksi spekulatif juga berperan dalam pemulihan ringan ini.

Financial express menyebut ada keterangan baru dari Brigjen (purn.) Re’em Aminach, mantan pejabat senior pertahanan dan penasihat keuangan Kepala Staf IDF. Menurutnya, Israel menghabiskan USD 1,45 miliar dalam 48 jam pertama operasi militernya terhadap Iran. Tindakan ofensif saja termasuk serangan udara awal, jam terbang, dan amunisi memakan biaya sekitar USD 593 juta. Langkah-langkah pertahanan, seperti intersepsi rudal dan pengerahan pasukan cadangan, menyumbang sisanya. Saat ini, konflik dengan Iran diperkirakan menghabiskan biaya USD 725 juta per hari, hanya untuk pengeluaran militer langsung.

Wall Street Journal melaporkan bahwa biaya harian sistem pertahanan rudal Israel berkisar antara USD 10 juta hingga USD 200 juta. Menurut Institut Kebijakan Ekonomi Aaron yang berbasis di Israel, total biaya bisa melebihi USD 12 miliar jika serangan berlangsung selama sebulan. 

Investor Panik

Para ahli memperingatkan bahwa jika konflik berlanjut, tingkat pertumbuhan Israel dapat melambat, pengangguran meningkat, dan angka kemiskinan melonjak.

Iran menargetkan infrastruktur penting di Tel Aviv dan Haifa, termasuk serangan yang menutup Bazan, kilang minyak terbesar Israel. Akibatnya, menurut Financial Times, serangan itu menyebabkan kerugian sekitar USD 3 juta per hari.

Bandara Ben Gurion menghentikan operasinya sebagai respons terhadap serangan balasan Iran. Bandara ini biasanya menangani sekitar 300 penerbangan dan 35.000 penumpang setiap hari dan baru dibuka sebagian pada hari Minggu untuk keperluan repatriasi. Gangguan ini berpotensi menyebabkan kerugian ekonomi yang lebih besar lagi.

Penutupan bandara terbesar di Israel itu bertepatan dengan penangguhan penerbangan oleh maskapai nasional Israel, El Al, serta pengalihan pesawat-pesawatnya untuk menghindari ancaman serangan. Sebuah penerbangan menuju Paris dialihkan dan mendarat di Administrasi Siprus Yunani, sementara penerbangan menuju Bangkok terpaksa mendarat di Roma. Biaya operasional akibat perkembangan ini diperkirakan mencapai sekitar  USD 6 juta.

Pasar keuangan juga terpukul akibat meningkatnya ketegangan militer, seperti ketika rudal Iran menghantam bursa berlian Israel, sektor yang menyumbang sekitar 8% dari total ekspor Israel.

Menurut Institut Berlian Israel, serangan tersebut memicu kekhawatiran di Bursa Efek Tel Aviv. Kejatuhan saham menyebabkan kepanikan di kalangan investor, memicu aksi jual besar-besaran, mempercepat penurunan pasar, dan mengancam stabilitas ekonomi dalam jangka pendek.

Presiden AS Donald Trump pada Senin mengumumkan bahwa Israel dan Iran telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata “sepenuhnya dan menyeluruh” di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah. Gencatan senjata mulai berlaku pada pukul 04.00 GMT Selasa, dengan Trump mendesak kedua belah pihak untuk tidak melanggarnya.

Namun, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz pada Selasa pagi memerintahkan militernya untuk meluncurkan serangan intensif ke Teheran, menuduh Iran telah melanggar gencatan senjata. Iran membantah tuduhan tersebut dan bersumpah akan memberikan respons tegas terhadap setiap serangan baru.

Pada hari Senin, Iran meluncurkan rentetan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid milik militer AS di Qatar, menandai eskalasi dramatis dalam ketegangan setelah AS menyerang tiga situs nuklir Iran pada hari Minggu.

Serangan AS tersebut merupakan bagian dari serangan militer Israel yang didukung AS terhadap Iran sejak 13 Juni, yang mendorong Teheran meluncurkan serangan balasan ke Israel. Pihak berwenang Israel mengatakan sedikitnya 25 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan rudal Iran sejak saat itu. Sementara itu, Kementerian Kesehatan Iran menyebut sedikitnya 430 orang warganya telah tewas dan lebih dari 3.500 luka-luka akibat serangan Israel. (dwi sasongko)