Mahathir Mohamad Rayakan Ultah ke-100, Ikon Pemimpin Muslim Moderat ‘’Penantang’’ Barat

Di usianya yang ke-100 tahun, Mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr. Mahathir Mohamad masih mampu beraktifitas dengan baik mulai membaca, menulis dan berolahraga. Kesibukan dan membatasi asupan makanan menjadi resep Mahathir dalam menjalani aktivitasnya sehingga tetap bugar di usianya yang senja. Foto : x.com/chedetofficial
“Beliau masih membaca, menulis, olahraga dan bicara dengan jelas. Itu adalah bukti bahwa umur hanyalah angka ketika pikiran dan tubuh tetap terlatih.”
Share the Post:

JAKARTA – Mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr. Mahathir Mohamad merayakan ulang tahunnya yang ke-100 pada Kamis (10/7/2025). Sebuah pencapaian usia yang sangat jarang bagi pemimpin kelas dunia dan hingga kini Mahathir masih dapat beraktivitas dengan baik. Selama beberapa hari ini, akun media sosialnya dipenuhi oleh ucapan selamat ulang tahun dari para pengagumnya baik dari dalam maupun luar negeri, terutama dari negara Muslim yang melihatnya sebagai ikon pemimpin Muslim moderat yang berani ‘’menantang’’ dunia Barat. 

Seperti diberitakan oleh South China Morning Post (SCMP), Mahathir menghabiskan waktunya sebagai seorang nonagenarian (lansia yang berusia 90-100 tahun) di kantornya di Putrajaya dengan cara membaca dan menulis tentang negara yang dimana ia sendiri menjadi salah satu pendirinya. Ia juga kerap menerima tamu yang datang ke kantornya. 

Mantan Menteri Pemuda, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman mengungkapkan ia menjadi malu sendiri karena melihat etos kerja Mahathir seperti ini di usianya yang ke-100. “Beliau masih membaca, menulis, olahraga dan bicara dengan jelas. Itu adalah bukti bahwa umur hanyalah angka ketika pikiran dan tubuh tetap terlatih,” ujar Syed Saddiq. 

Ada dua resep panjang umur dari Mahathir. Pertama, seseorang harus tetap memiliki kesibukan, baik secara fisik maupun pikiran. Kedua, membatasi asupan. Mahathir mampu mempertahankan berat badannya 62 kilogram selama lebih dari empat dekade. “Makanlah dan berhenti sebelum kenyang,” ujarnya.  

Banyak yang menyarankan agar Mahathir mengikuti jejak Abdullah Ahmad Badawi yang menjalani usia pensiunnya jauh dari keriuhan politik. Namun, Mahathir menolaknya. Baru-baru ini, ia menulis opini terhadap pernyataan Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengenai investasi langsung dari luar negeri (FDI) miliaran dollar. Mahathir menyebut FDI yang dimaksud Anwar itu sebagai “invisible” atau tak terlihat. “Kami ingin mengunjungi negara asing sehingga akan lebih banyak FDI yang invisible datang,” ujar Mahathir menyindir. 

Sindiran Mahathir tidak direspons oleh Anwar. Dalam cuitannya di media sosial, Anwar hanya mengucapkan selamat ulang tahun bagi Mahathir. “Saya dan Azizah berdoa agar Mahathir selalu panjang umur dan dianugerahi Kesehatan serta ketenangan. Kesehatan dan gaya hidupnya patut menjadi contoh bahwa bertambahnya usia harus dibarengi dengan harapan yang tinggi,” ujar Anwar. 

Mahathir juga dikenal dengan komitmennya pada kebebasan pers sejak masa kepemimpinannya yang kedua di tahun 2018. Hal ini cukup berbeda dengan Mahathir saat menjadi perdana menteri di periode sebelumnya yaitu pada tahun 1990-an. Sejak naik ke tampuk kekuasaan lagi pada tahun 2018, hingga kini, ia mempersilakan pers baik dalam maupun luar negeri untuk mewawancarainya kapan saja. Ia rutin muncul di publik melalui siniar (podcast) yang mendiskusikan isu lokal maupun global.  

Mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr. Mahathir Mohamad merayakan ulang tahunnya yang ke-100 pada Kamis (10/7/2025) bersama keluarga dan kolega dekatnya di sebuah kafe di Malaysia.
Foto: Facebook/Lim Michael

Arsitek Malaysia

Mahathir sering disebut sebagai arsitek modern Malaysia. Ia menjadi perdana menteri Malaysia dua kali, yaitu pada tahun 1981-2003 dan terpilih lagi pada tahun 2018-2020. Masa kepemimpinannya yang berlangsung selama lebih dari dua dekade dicirikan oleh transformasi ekonomi, pembangunan infrastruktur dan meningkatnya reputasi Malaysia di dunia internasional. 

Mahathir masuk ke dunia politik di masa pascakemerdekaan dan karir politiknya melesat karena pandangannya tentang penentuan nasib sendiri, reformasi ekonomi dan pendidikan. Di bawah kepemimpinannya, Malaysia mengalami transisi dari ekonomi berbasis komoditas menjadi negara industri modern. 

Ia berhasil membangun institusi-institusi kunci, proyek mega infrastruktur dan kebijakan pengurangan kemiskinan dan memperkecil kesenjangan sosial ekonomi antarsuku. Periode kepemimpinannya yang kedua terjadi pada 2018 saat usianya 92 tahun dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan publik terhadap pemerintah akibat korupsi. Kembalinya Mahathir ke kancah politik merupakan sebuah peristiwa sejarah penting karena ia adalah perdana menteri tertua di dunia saat itu. 

Visi Mahathir pada tahun 2020 adalah agenda politik nasional dia paling ambisius. Cetak biru visinya adalah menjadikan Malaysia sebagai negara maju pada tahun 2020 yang dicirikan bukan dari besarnya pendapatan, melainkan kohesi sosial, kepemimpinan etis dan kemajuan sains. Meski visi 2020 ini belum terealisasi secara penuh sesuai target, namun itu dijadikan kerangka acuan yang membentuk kebijakan politik pemerintahan sesudahnya. “Kita harus membangun negara yang tidak hanya kaya, tapi jaya, dihormati, dikagumi dan dicintai oleh rakyat kita,” ujarnya. 

Di panggung internasional, Mahathir dikenal sebagai pembela gigih kaum Muslim dan selalu mengkritik ketidakadilan global. Ia sangat keras mendukung Palestina dan mengkritik standar ganda yang dijalankan negara-negara Barat. Ia juga menyerukan solidaritas di antara negara-negara Muslim dan membuat ia sangat dikagumi karenanya. Bagi dunia Selatan, ia menjadi symbol keberanian dan kemerdekaan. (Lina Nursanty)