Misteri Kecelakaan Air India, Pilot Sengaja Jatuhkan Pesawat? 

Pesawat Air India nomor penerbang AI171 mengalami kecelakaan tak sampai semenit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel di Ahmedabad, Gujarat, India pada Kamis (12/6/2025). Kondisi pesawat hancur setelah meledak dan menerpa bangunan. Temuan sementara ada dugaan kesengajaan salah satu pilot sehingga terjadi kecelakaan yang akhirnya malah menjadi polemik. Foto : x.com/vani_mehrotra
Dokumen AAIB itu dihasilkan dari analisis terhadap data penerbangan yang berisi sekitar 49 jam data penerbangan dan 6 penerbangan, termasuk penerbangan peristiwa tersebut.
Share the Post:

NEW DELHI – Badan Penyelidikan Kecelakaan Pesawat India (AAIB) telah menerbitkan hasil penyelidikan sementara atas jatuhnya pesawat Air India AI 171 di Ahmedabad pada 12 Juni 2025 yang menewaskan 261 orang. Alih-alih memberikan kejelasan, hasil penyelidikan itu justru menimbulkan spekulasi dugaan adanya unsur kesengajaan yang dilakukan oleh salah satu pilot yang bertugas. 

Dalam dokumen laporan AAIB setebal 15 halaman itu disebutkan, pada saat-saat terakhir penerbangan, seorang pilot terdengar di perekam suara kokpit bertanya kepada pilot lainnya mengapa ia mematikan sakelar bahan bakar dengan cara secara manual memindahkan dua sakelar bahan bakar dari posisi “run” ke “cut off”. Akibatnya, mesin pesawat kehilangan tenaga dan jatuh menimpa permukiman di sekitar Ahmedabad. “Pilot lainnya menjawab bahwa ia tidak melakukannya,” kata laporan itu. 

Laporan tersebut tidak menyebut secara spesifik siapa yang bertanggung jawab, namun terdapat dialog dalam rekaman kokpit yang menunjukkan salah satu pilot mempertanyakan pemindahan sakelar tersebut, dan pilot lainnya menyatakan bahwa ia tidak melakukannya. Ketidakjelasan itu kemudian memicu spekulasi sejumlah pakar bahwa insiden itu mungkin terkait tindakan yang disengaja oleh salah satu pilot.

Dokumen AAIB itu dihasilkan dari analisis terhadap data penerbangan yang berisi sekitar 49 jam data penerbangan dan 6 penerbangan, termasuk penerbangan peristiwa tersebut. Audio yang dipulihkan berdurasi dua jam dan merekam peristiwa tersebut. Hasil dokumen yang dirilis itu merupakan analisis awal terhadap audio dan data penerbangan yang terekam.

Pilot utama pesawat Air India adalah Sumeet Sabharwal, 56 tahun, yang memiliki total pengalaman terbang 15.638 jam. Sumeet juga seorang instruktur di maskapai Air India. Kopilotnya adalah Clive Kunder, 32 tahun, yang memiliki total pengalaman terbang 3.403 jam. Analisis lanjutan termasuk identifikasi suara pilot yang terekam itu masih dilakukan dengan cara melibatkan rekan, kolega dan termasuk keluarga pilot. 

Dikutip dari Reuters, CEO Air India Campbell Wilson menerbitkan memo untuk menanggapi laporan itu yang memicu spekulasi liar di media massa. Ia mengimbau agar semua pihak menghindari kesimpulan sementara yang prematur karena proses investigasi masih belum selesai. “Laporan sementara belum menyimpulkan penyebab kecelakaan dan memberikan rekomendasi, jadi saya minta agar semua pihak tidak memberikan kesimpulan karena masih dalam investigasi,” ujar Campbel. 

Dalam memo itu, Campbell juga menegaskan bahwa sesuai hasil penyelidikan sementara, kondisi mesin cukup prima dan tidak ada kelalaian dalam proses perawatan mesin. Pesawat Boeing 787 Dreamliner tersebut dinyatakan sudah laik terbang dari India ke London pada jadwal yang ditentukan. 

Demikian juga dengan kondisi kesehatan pilot yang dalam keadaan prima. “Para pilot telah lulus tes breathalyzer (tes bebas alkohol) pra-penerbangan wajib dan tidak ada pengamatan yang berkaitan dengan status medis mereka,” kata Campbell dalam memonya.

Seperti diketahui, pesawat Air India nomor penerbang AI171 mengalami kecelakaan tak sampai semenit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel di Ahmedabad, Gujarat, India pada Kamis (12/6/2025). Pesawat tujuan London, Inggris, itu seperti kehilangan daya angkat dan terlihat bergerak turun dengan posisi badan tetap menanjak hingga akhirnya kandas di kota dekat bandara dan meledak. Kecelakaan itu menewaskan 241 orang lainnya yang ada di pesawat itu plus belasan orang dari luar pesawat. Hanya satu penumpang pesawat yang selamat. Dia bernama Vishwash Kumar Ramesh yang berusia 40 tahun. 

Foto sakelar bahan bakar pesawat Air India AI 117 yang menjadi petunjuk untuk mengungkap tragedi jatuhnya pesawat tersebut. Foto : /x.com/@aviationbrk

Disanggah Asosiasi

Laporan ini menuai kecaman dari Asosiasi Pilot India (ALPA India). Asosiasi yang mengklaim beranggotakan 800 pilot di India itu bahkan berencana mengajukan gugatan hukum kepada AAIB yang terkesan menuding adanya kesengajaan dan kelalaian pilot dalam kecelakaan tersebut. “Laporan awal AAIB telah diunggah di situs web. Tidak ada tanda tangan siapa pun di dalamnya. Kami menginginkan transparansi. Kami telah meminta perwakilan kami di panel investigasi,” ujar Presiden ALPA-India, Sam Thomas seperti dikutip dari IndiaToday

Thomas menekankan bahwa para anggotanya memiliki keahlian di bidangnya dan dapat berkontribusi secara signifikan dalam investigasi kecelakaan pesawat Air India. Asosiasi tersebut sedang mempertimbangkan jalur hukum untuk memastikan para anggotanya menjadi bagian dari tim investigasi.

Bulan lalu, Federasi Asosiasi Pilot Internasional (IFALPA) menawarkan “keahlian teknisnya” kepada otoritas penerbangan sipil India dalam penyelidikan kecelakaan pesawat Ahmedabad yang sedang dilakukan oleh AAIB. Dalam surat kepada Direktur Jenderal AAIB, G. V. G. Yugandhar, federasi tersebut menyatakan siap memberikan bantuan teknis dan bantuan lainnya, berbagi praktik terbaik global, dan menawarkan personel untuk bekerja sama erat dengan para penyelidik.

Tim beranggotakan lima orang yang ditunjuk oleh AAIB sedang menyelidiki kecelakaan tersebut, yang juga merupakan kecelakaan paling mematikan dalam sejarah penerbangan di India. “Pilot, teknisi, spesialis kedokteran penerbangan, psikolog penerbangan, dan spesialis perekam penerbangan yang berpengalaman telah dilibatkan sebagai ahli di bidangnya untuk membantu investigasi di bidang keahlian mereka,” kata AAIB dalam laporan awal. (Lina Nursanty)