Jet Supersonik Senyap NASA X-59 Terbang Perdana

Pesawat jet tempur supersonik X-59 terbang perdana di California, Amerika Serikat. Foto: Lockheed Martin
Pesawat ini bertujuan untuk mengatasi salah satu hambatan utama perjalanan supersonik, yaitu pembatasan kebisingan di darat.
Share the Post:

CALIFORNIA – Jet supersonik senyap X-59 besutan Lockheed Martin dan NASA menyelesaikan penerbangan perdananya pada Rabu (29/10/2025) di Amerika Serikat. Pesawat yang dirancang untuk mengurangi ledakan sonik menjadi dentuman itu dapat merevolusi penerbangan komersial. 

Lockheed Martin dalam siaran pers yang dikutip Fox News menyatakan pesawat ramping berujung jarum yang dibangun untuk NASA ini dirancang untuk menembus batas suara sekaligus mengurangi ledakan sonik menjadi “dentuman”. Pesawat ini bertujuan untuk mengatasi salah satu hambatan utama perjalanan supersonik, yaitu pembatasan kebisingan di darat.

Pesawat lepas landas dari Palmdale, California, di fasilitas Skunk Works di Pabrik Angkatan Udara AS 42, ditemani oleh pesawat pengejar NASA. Pesawat mendarat dengan selamat sekitar satu jam kemudian di Pusat Penelitian Penerbangan Armstrong NASA.

Bentuk unik pesawat ini dirancang untuk secara signifikan mengurangi volume ledakan sonik yang biasanya dihasilkan ketika pesawat menembus batas suara. Hidungnya yang panjang dan runcing menghalangi visibilitas menghadap ke depan yang memadai, sehingga pilot terbang dengan mengandalkan monitor di kokpit.

NASA telah membayar Lockheed lebih dari 500 juta dollar AS sejak 2018 untuk mengembangkan pesawat ini. Pesawat yang panjangnya kurang dari 100 kaki (sekitar 30 meter) dari ujung ke ujung itu terbang dengan kecepatan subsonik pada penerbangan perdananya, sekitar 230 mph (sekitar 380 km/jam) dan mencapai ketinggian 12.000 kaki (sekitar 3.600 meter).

Pesawat ini dirancang untuk mencapai kecepatan jelajah 925 mph (sekitar 1.400 km/jam), atau Mach 1,4, dan terbang di ketinggian 55.000 kaki (sekitar 15.000 meter). “Pesawat ini merupakan bukti inovasi dan keahlian tim gabungan kami, dan kami bangga menjadi yang terdepan dalam pengembangan teknologi supersonik yang senyap,” ujar OJ Sanchez, wakil presiden dan manajer umum Lockheed Martin Skunk Works, dalam sebuah pernyataan.

“X-59 adalah simbol kecerdikan Amerika. Semangat Amerika tak terbatas. Ini adalah bagian dari DNA kami – hasrat untuk terbang lebih jauh, lebih cepat, dan bahkan lebih senyap daripada yang pernah dicapai siapa pun sebelumnya. Karya ini mempertahankan posisi Amerika sebagai pemimpin dalam penerbangan dan berpotensi mengubah cara masyarakat terbang,” kata Sean Duffy, pelaksana tugas administrator NASA.

Pesawat supersonik Concorde, yang dikembangkan oleh Prancis dan Inggris, memulai penerbangan transatlantik pada tahun 1976, mencapai kecepatan maksimum lebih dari 1.300 mph, dan menerbangkan penumpang dari New York ke London hanya dalam 3,5 jam.

Namun, biaya operasional yang tinggi menyebabkan harga tiket sekitar empat kali lebih tinggi daripada tiket kelas satu standar, dan ledakan supersonik membuat pesawat hanya dapat terbang dengan kecepatan tinggi di atas air. Kecelakaan pada tahun 2000 sangat memengaruhi kepercayaan publik terhadap pesawat tersebut, dan pesawat tersebut dipensiunkan pada tahun 2003.

NASA berencana menerbangkan X-59 di atas beberapa kota di AS dalam beberapa tahun mendatang, mengumpulkan masukan publik yang dapat membantu regulator memperbarui larangan penerbangan supersonik di darat yang telah berlaku selama puluhan tahun. 

Jika berhasil, data ini dapat membuka pintu bagi generasi baru jet komersial yang mampu memangkas waktu penerbangan lintas negara hingga setengahnya — menghadirkan kembali perjalanan supersonik untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade, tetapi kali ini dengan tingkat kebisingan yang jauh lebih rendah.

Diujicoba di Jepang

Sebelumnya, pesawat X-59 diuji coba di terowongan angin supersonik yang terletak di Chofu, Jepang. Proyek yang terjadi berkat kerjasama NASA dengan Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA) itu dilakukan untuk menilai kebisingan yang terdengar di bawah pesawat. 

Uji coba ini merupakan tonggak penting bagi X-59 NASA yang unik, yang dirancang untuk terbang lebih cepat daripada kecepatan suara tanpa menyebabkan ledakan sonik yang keras. Saat X-59 terbang, suara di bawahnya – akibat tekanan udaranya – akan menjadi faktor penting bagi pendengaran orang di darat.

Rangkaian uji yang dilakukan di JAXA memungkinkan para peneliti NASA mengumpulkan data eksperimen penting untuk dibandingkan dengan prediksi mereka yang diperoleh melalui pemodelan Dinamika Fluida Komputasi, yang mencakup bagaimana udara akan mengalir di sekitar pesawat. (Lina Nursanty)