JAKARTA – KRI Prabu Siliwangi-321 terus dimatangkan menuju kesiapan operasional penuh. Di bawah komando Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja, kapal perang TNI AL ini melaksanakan sea going lanjutan pada Rabu (14/1/2026) sebagai bagian dari tahapan pengujian sistem dan pemantapan kemampuan awak, guna memastikan seluruh unsur kapal siap mendukung tugas pertahanan laut nasional.
Kegiatan sea going lanjutan tersebut meliputi percobaan sistem pendorongan, sistem kemudi, navigasi, serta pemantapan komunikasi antar pos tempur. ‘’Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh sistem utama kapal berfungsi dengan baik, sekaligus meningkatkan pemahaman dan kemampuan awak kapal terhadap karakteristik serta performa KRI Prabu Siliwangi-321 saat berlayar,’’ demikian keterangan dari Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut dalam tnial.mil.id.
Selain pengujian sistem platform, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan firing check sistem penembakan terhadap meriam 76 mm sovraponte dan meriam 127 mm, guna memastikan kesiapan awal sistem senjata dari aspek mekanis, elektrikal, dan keselamatan.
Pelaksanaan firing check ini menjadi bagian penting dalam rangkaian pembinaan kesiapan tempur kapal, sekaligus memastikan bahwa seluruh prosedur pengoperasian sistem senjata dapat berjalan sesuai standar keselamatan dan teknis yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan sea going lanjutan ini sejalan dengan perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menegaskan bahwa TNI AL akan terus berkomitmen untuk menjaga kesiapan alutsista secara optimal, guna mendukung tugas-tugas operasi dan menjaga keamanan serta kedaulatan wilayah perairan yusisdiksi nasional.
Sebelumnya, kapal canggih buatan Fincantieri, Italia ini sudah resmi menjadi milik TNI Angkatan Laut (AL) setelah selesai pengerjaannya di galangan kapal Fincantieri, Muggiano, Italia pada akhir Desember 2025 lalu.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, mewakili Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin memimpin langsung upacara serah terima KRI Prabu Siliwangi-321 di galangan kapal Fincantieri, Muggiano, Italia, Senin (22/12). ‘’Modernisasi Alat Utama Sistem Senjata Pertahanan yang berkelanjutan, merupakan wujud nyata komitmen dalam menjaga kedaulatan dan keamanan maritim Indonesia,’’ kata Kasal.
Kasal menyampaikan bahwa proses pengadaan multi-purpose combat ship dari Italia ini merupakan langkah penting dan terukur dalam meningkatkan kemampuan operasional TNI Angkatan Laut untuk menghadapi ancaman maritim yang semakin kompleks. “Inisiatif modernisasi ini sejalan dengan visi strategis jangka panjang TNI Angkatan Laut, yaitu mewujudkan kekuatan Angkatan Laut yang handal, memiliki daya gentar kawasan yang kredibel, serta kemampuan proyeksi global,” ungkap Kasal.
TNI AL secara resmi menerima KRI Prabu Siliwangi-321. Momentum bersejarah ini ditandai dengan pengibaran Bendera Merah Putih pertama di atas KRI Prabu Siliwangi-321, sebagai simbol resmi bergabungnya kapal perang tersebut ke dalam jajaran TNI AL.
KRI Prabu Siliwangi-321 merupakan kapal perang terbesar dan termutakhir yang dimiliki Indonesia saat ini. Kapal ini memiliki panjang 143 m, lebar 16,5 m, draft 5,2 m, max speed 32 knots dengan pendorongan combine diesel, electric dan gas turbin. Selain itu senjata yang dimiliki yaitu SAM: 16 VL Sistem, SSM : 8 Teseo Mk-2E, Meriam 127 mm, Meriam 76 mm dan torpedo.
Dibangun oleh galangan kapal Fincantieri, kapal ini dilengkapi teknologi modern, sistem persenjataan canggih, serta memiliki kemampuan tempur dan manuver tinggi. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat postur pertahanan laut nasional, khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur, serta mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AL dalam menjaga kedaulatan dan keamanan perairan NKRI. (Dwi Sasongko)