JAKARTA – Upaya pencarian yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap awak kursi belakang pesawat tempur F-15E yang jatuh di Iran akhirnya membuahkan hasil. Penerbang kedua berhasil diselamatkan setelah sebelumnya pilot pesawat ditemukan lebih dahulu tak lama usai insiden pada Jumat (3/4/2026).
Dua pejabat Amerika Serikat pada Sabtu (4/4) malam mengonfirmasi bahwa personel kedua dari jet tempur dua kursi tersebut telah berhasil dievakuasi keluar dari wilayah Iran dengan aman. Tim penyelamat juga dilaporkan kembali dari wilayah berbahaya tanpa mengalami luka.
Presiden Donald Trump melalui platform Truth Social menyampaikan bahwa penerbang tersebut mengalami luka, namun kondisinya stabil dan diperkirakan akan pulih sepenuhnya. Ia juga menyebut perwira tersebut sebagai seorang Kolonel yang sangat dihormati. “Ia mengalami luka-luka, tetapi kondisinya akan baik-baik saja,” kata Presiden Donald Trump di platform media sosialnya Truth Social seperti dikutip NBC News. Sementara itu, pilot utama pesawat telah ditemukan tidak lama setelah pesawat jatuh.
Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengungkapkan kepada NBC News bahwa keberhasilan operasi penyelamatan tidak lepas dari strategi operasi intelijen yang dijalankan CIA. Badan intelijen tersebut lebih dahulu menjalankan operasi pengelabuan di dalam Iran dengan menyebarkan informasi bahwa pasukan Amerika telah menemukan penerbang tersebut dan sedang mengevakuasinya melalui jalur darat.
Menurut pejabat tersebut, kebingungan yang muncul di pihak Iran memberikan ruang bagi CIA untuk memanfaatkan kemampuan intelijen tingkat tinggi dalam melacak keberadaan penerbang Amerika itu. Ia digambarkan bersembunyi di celah pegunungan dan nyaris mustahil ditemukan tanpa dukungan teknologi intelijen.
Setelah lokasi target dipastikan, CIA segera melaporkan temuannya kepada Departemen Pertahanan dan Gedung Putih. Presiden kemudian memerintahkan pelaksanaan operasi penyelamatan cepat yang dilaksanakan dengan presisi tinggi, sementara CIA terus memberikan pembaruan informasi secara real time.
Serangan F-15E terjadi di tengah kritik keras terhadap pemerintahan terkait perang yang sedang berlangsung. Pada Sabtu, Trump menggambarkan operasi penyelamatan ini sebagai kemenangan besar. “Militer Amerika Serikat berhasil melaksanakan salah satu operasi pencarian dan penyelamatan paling berani dalam sejarah AS,” ujarnya.
Ia menyatakan militer AS berhasil melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan paling berani dalam sejarah modern, serta memuji pimpinan militer yang terlibat. Presiden juga mengungkapkan bahwa puluhan pesawat tempur bersenjata lengkap dikerahkan untuk mendukung misi tersebut.
Trump menegaskan bahwa keberhasilan penyelamatan tanpa korban jiwa maupun luka serius menunjukkan dominasi udara Amerika Serikat di wilayah Iran.
Sejak Jumat, pasukan operasi khusus dan tim penyelamat terus melakukan pencarian terhadap awak kedua yang berperan sebagai perwira sistem senjata atau weapons systems officer.
Seorang pejabat AS menyatakan bahwa pesawat F-15E tersebut memang ditembak jatuh oleh Iran. Setelah kejadian itu, media Iran melaporkan adanya tawaran hadiah bagi pihak yang dapat menemukan awak pesawat, termasuk tawaran sekitar 60.000 dolar AS dari kalangan pelaku usaha setempat.
Media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bahkan merilis foto serta klaim bahwa jet tempur tersebut berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara canggih milik Pasukan Dirgantara IRGC di wilayah Iran tengah.
Peristiwa ini diyakini menjadi kali pertama pesawat militer Amerika jatuh di wilayah Iran dalam konflik terbaru, sekaligus menantang anggapan bahwa AS memiliki kendali penuh atas ruang udara Iran. Dalam beberapa hari terakhir, intensitas serangan udara Amerika ke wilayah tersebut memang meningkat.
Gubernur Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad sebelumnya membantah laporan bahwa awak kedua telah ditangkap dan menyebut kabar penyelamatan pilot pertama sebagai propaganda pihak lawan.
Saat ditanya apakah insiden penembakan pesawat akan memengaruhi peluang negosiasi damai, Trump menjawab singkat bahwa kejadian tersebut tidak mengubah situasi. “Ini adalah perang,” ujarnya.
Iran sebelumnya beberapa kali mengklaim telah menyerang pesawat militer AS, namun Washington belum pernah mengonfirmasi klaim tersebut hingga insiden terbaru ini.
Seorang pejabat AS juga mengungkapkan bahwa pesawat lain yang ikut mendukung operasi penyelamatan turut terkena tembakan Iran. Pesawat tersebut merupakan A-10 Thunderbolt atau dikenal sebagai Warthog. Pilot berhasil mencapai wilayah udara Kuwait sebelum melakukan eject, sementara pesawat jatuh di wilayah Kuwait. Pilot dilaporkan selamat.
Pejabat AS bersama analis pertahanan Peter Layton menyebut pesawat tempur yang jatuh kemungkinan berasal dari RAF Lakenheath di Inggris, pangkalan bagi 48th Fighter Wing Angkatan Udara Amerika Serikat.
Sebelumnya, Pemerintah Iran pun sempat mengumumkan hadiah bagi warga yang berhasil menemukan pilot kursi belakang pesawat tempur F-15E itu. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) juga telah mengerahkan pasukan untuk menyisir area jatuhnya pesawat F-15E milik AS. Sebuah kantor berita Iran yang memiliki hubungan dekat dengan dinas keamanan negara itu, juga mengedarkan sejumlah foto yang diklaim sebagai puing-puing jet yang jatuh. (Dwi Sasongko)