JAKARTA – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan bahwa sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan militer Israel usai pencegatan kapal relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 kini telah dibebaskan dan sedang dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki.
“Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa sembilan WNI yang ditangkap oleh militer Israel saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki, dan akan segera melanjutkan perjalanan kembali ke Tanah Air,” ujar Sugiono dalam pernyataan resminya di X.
Sugiono menjelaskan, pembebasan para relawan tersebut merupakan hasil koordinasi intensif yang dilakukan Pemerintah Indonesia sejak menerima laporan mengenai pencegatan armada GSF 2.0 oleh militer Israel.
Kementerian Luar Negeri RI melalui Direktorat Pelindungan WNI, kata dia, telah mengoptimalkan seluruh jalur diplomatik untuk memastikan keselamatan serta mempercepat proses pembebasan para WNI.
Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi sejumlah perwakilan Indonesia di luar negeri, termasuk KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul, serta komunikasi aktif dengan berbagai otoritas dan mitra internasional terkait.
Pemerintah Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Turki atas dukungan dan peran aktifnya dalam membantu proses pemulangan para WNI tersebut. Selain memastikan pemulangan para relawan, Sugiono kembali menegaskan sikap Indonesia yang mengecam perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan.
Menurutnya, tindakan yang merendahkan martabat warga sipil dalam misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan tidak dapat dibenarkan.“Pemerintah Indonesia sekali lagi menegaskan kecamannya atas perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan,” tegasnya.
Pemerintah Indonesia, lanjut Sugiono, akan terus mengawal proses pemulangan hingga seluruh WNI tiba kembali di Indonesia dalam keadaan selamat.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang terus memberikan doa dan dukungan bagi keselamatan para relawan, termasuk apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas arahan yang diberikan sehingga proses diplomasi dan pembebasan dapat berjalan lancar.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Komisi I DPR RI serta berbagai pihak lain yang ikut membantu proses pembebasan para WNI dari wilayah Israel. “Kita berharap saudara-saudara kita segera kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat, sehat, dan tidak kurang suatu apa pun,” kata Sugiono. Untuk diketahui, sembilan WNI yang terdiri dari empat jurnalis dan lima aktivis ditangkap tentara Israel saat menjalankan misi pelayaran kemanusiaan bersama Global Sumud Flotilla 2.0. Data dari Global Peace Convoy Indonesia, Rabu (20/5/2026) menyebut bahwa sembilan WNI tersebut telah mengirimkan pesan darurat (SOS) berupa vidio pernyataan mereka ditangkap. Mereka adalah: Andi Angga Prasadewa di Kapal Josef; Rahendro Herubowo di Kapal Ozgurluk; Andre Prasetyo Nugroho di Kapal Ozgurluk; Thoudy Badai di Kapal Ozgurluk; Bambang Noroyono (Abeng) di Kapal BoraLize; Herman Budianto Sudarsono di Kapal Zapyro; Ronggo Wirasanu di Kapal Zapyro; Asad Aras Muhammad di Kapal Kasr-1; dan Hendro Prasetyo di Kapal Kasr-1. (Dwi Sasongko)