UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Selatan

UNIFIL menyelenggarakan upacara Memorial Service sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur dalam misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan. Foto: Puspen TNI
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan Dewan Keamanan PBB menegaskan pentingnya perlindungan terhadap seluruh personel penjaga perdamaian. UNIFIL juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga, rekan, serta seluruh prajurit yang terdampak. 
Share the Post:

BEIRUT – United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menyelenggarakan upacara Memorial Service sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur dalam misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan, yakni Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon. Upacara berlangsung secara khidmat, aman dan lancar di Hanggar Lebanese Air Force, Beirut.

Upacara yang dilaksanakan pada Kamis, 2 April 2026 pukul 16.00 waktu setempat tersebut dipimpin langsung oleh Force Commander  (FC)/Head of Mission UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara, serta dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Lebanon beserta jajaran KBRI, Atase Pertahanan (Athan) RI di Kairo, perwakilan United Nations Headquarters (UNHQ) New York, serta unsur militer Lebanon dan kontingen internasional.

Prosesi upacara militer dilaksanakan secara lengkap, diawali dengan pembukaan, penghantaran peti jenazah ke area upacara, pembacaan riwayat singkat, doa, hingga penganugerahan medali kehormatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Angkatan Bersenjata Lebanon (Lebanese Armed Forces/LAF) secara anumerta. Rangkaian dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga oleh pejabat UNIFIL, perwakilan Indonesia, dan militer Lebanon, amanat pejabat, penghormatan militer, mengheningkan cipta, serta pengantaran kembali jenazah.

Sebagai bentuk penghormatan tambahan, Force Commander UNIFIL secara simbolis menyematkan scarf PBB pada peti jenazah serta menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada seluruh kontingen Indonesia yang hadir. Upacara juga melibatkan unsur pasukan gabungan, termasuk satu satuan setingkat peleton Infanteri dan Polisi Militer Lebanon, unsur korsik, serta pasukan Kontingen Garuda (Konga).

Dalam pernyataan resminya, UNIFIL menyampaikan penghargaan atas dedikasi ketiga prajurit yang gugur saat menjalankan tugas pada 29 dan 30 Maret 2026 di Lebanon Selatan. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan Dewan Keamanan PBB menegaskan pentingnya perlindungan terhadap seluruh personel penjaga perdamaian. UNIFIL juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga, rekan, serta seluruh prajurit yang terdampak. 

Untuk diketahui, TNI kembali kehilangan personel terbaiknya di Lebanon. Dua prajurit TNI yang sedang menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon dilaporkan gugur akibat ledakan sebuah proyektil di wilayah selatan Lebanon. Informasi ini disampaikan oleh PBB pada Senin (30/3/2026). Berarti tidak sampai 24 jam, ada tiga prajurit TNI yang gugur akibat insiden di Lebanon. 

Mengutip dari independent.co.uk, ledakan tersebut terjadi di pos pasukan UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) yang berada dekat desa Adchit al-Qusayr pada Minggu (29/3). Proyektil yang meledak itu belum diketahui berasal dari pihak mana dan juga menyebabkan dua personel lainnya mengalami luka-luka.  

Pihak UNIFIL menyatakan bahwa penyelidikan sedang dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut. Mereka juga kembali mengingatkan semua pihak yang terlibat konflik agar menghormati hukum internasional dan menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB. “Tidak seharusnya ada personel penjaga perdamaian yang kehilangan nyawa saat menjalankan tugas demi perdamaian,” demikian pernyataan UNIFIL.

Pemerintah RI melalui Kemenlu menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian Indonesia dan tiga personel lainnya terluka saat bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), setelah serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr pada tanggal 29 Maret 2026. Insiden terjadi di tengah laporan saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan.

‘’Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,’’ begitu seruannya dalam Kemlu.go.id. (Dwi Sasongko)