DARWIN – Exercise Pitch Black 2026 menjadi wahana bagi TNI Angkatan Udara untuk mengasah profesionalisme sekaligus meningkatkan kemampuan tempur personel melalui pengalaman operasi udara bersama angkatan udara dari 20 negara.
Dalam latihan yang diselenggarakan Royal Australian Air Force (RAAF) di Darwin, Australia, TNI AU mengerahkan lima pesawat tempur T-50i Golden Eagle dari Skadron Udara 15 beserta personel pendukung. Pelaksanaan latihan tersebut ditinjau Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono pada Senin (3/8/2026).
Di hadapan para personel, Kasau menyampaikan bahwa keikutsertaan Skadron Udara 15 dalam Exercise Pitch Black 2026 menjadi kesempatan untuk memperkaya pengalaman operasional, memperkuat kemampuan, serta meningkatkan kesiapan personel menghadapi berbagai skenario operasi udara di lingkungan internasional.
Kasau juga mengapresiasi capaian yang diraih para penerbang TNI AU selama mengikuti berbagai skenario latihan. ‘’Capaian tersebut mencerminkan kemampuan personel TNI AU untuk beradaptasi, tampil optimal, dan mengaplikasikan kemampuan yang dimiliki dalam lingkungan latihan internasional,’’ kata Kasau dalam keterangannya.
Selain itu, Kasau mendorong seluruh personel memanfaatkan setiap kesempatan latihan untuk menunjukkan profesionalisme TNI AU.
Keikutsertaan TNI AU dalam Exercise Pitch Black 2026 menegaskan komitmen untuk terus membangun profesionalisme, meningkatkan kemampuan operasi udara, serta memperkuat kesiapan menghadapi dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang.
Sementara itu, TNI AU dan RAAF ke depan akan terus memperkuat kerja sama melalui pengembangan latihan bersama, peningkatan interoperabilitas, pendidikan, serta pertukaran personel guna mempererat hubungan profesional kedua angkatan udara.
Komitmen tersebut dibahas dalam bilateral meeting Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono dengan Chief of Air Force Royal Australian Air Force (RAAF) Air Marshal Stephen Chappell di Darwin, Australia, Senin (3/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Kasau menyampaikan apresiasi atas dukungan RAAF selama pelaksanaan Exercise Pitch Black 2026. Latihan tersebut dinilai memberikan pengalaman berharga bagi kontingen TNI AU sekaligus memperkuat interoperabilitas dan membangun kepercayaan melalui operasi penerbangan bersama.
Kedua pihak juga membahas peluang memperluas kerja sama air-to-air refuelling serta bertukar pengalaman terkait secure communications, data link, dan integrated air operations.
Di bidang pendidikan, kedua angkatan udara menjajaki peluang memperluas kerja sama pendidikan, pengembangan kompetensi personel, serta penyelenggaraan berbagai program kursus dan pelatihan.
Berbagai peluang kerja sama tersebut diharapkan semakin memperkuat interoperabilitas, meningkatkan profesionalisme personel, serta mendukung pengembangan hubungan pertahanan antara Indonesia dan Australia.

Terbang dalam Satu Formasi
Yang menarik, Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono bersama Chief of Air Force (CAF) RAAF Air Marshal Stephen Chappell terbang dalam satu formasi di langit Darwin, Selasa (4/8/2026).
Dalam formation flight tersebut, Kasau berada on board pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang diterbangkan Letkol Pnb Kurniadi Sukmo Djatmiko. Pada formasi yang sama, CAF RAAF berada on board pesawat F/A-18 Hornet RAAF.
Kasau mengatakan, formation flight merupakan simbol sederhana yang memiliki makna kuat bagi hubungan kedua angkatan udara. “Flying together in formation is a simple but powerful symbol of the trust between our Air Forces,” kata Kasau saat bilateral meeting TNI AU dan RAAF, Selasa (4/8/2026).
Momentum tersebut menegaskan komitmen TNI AU dan RAAF untuk terus memperkuat interoperabilitas dan kemitraan strategis sebagai kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan Indo-Pasifik. (Dwi Sasongko)