MARTAPURA – Personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama pasukan dari Amerika Serikat, India, dan Selandia Baru melaksanakan kegiatan SOF Flat Ranger Advance Shooting di Lapangan Tembak Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera Selatan, Minggu (6/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 dalam meningkatkan kemampuan tempur dan interoperabilitas antarangkatan bersenjata negara peserta.
Latihan diikuti sebanyak 275 personel yang terdiri atas 110 personel Indonesia dari Yonif 502/UY, 80 personel Amerika Serikat dari 1-501 PIR dan 1st SFG, 45 personel Selandia Baru dari 57/7 RAR, serta 40 personel India dari 50th Independent Para SF.
Dalam latihan tersebut, para peserta mengasah kemampuan menembak tingkat lanjut melalui berbagai materi dan skenario yang dirancang untuk meningkatkan ketepatan, kecepatan, serta kemampuan bertindak dalam situasi taktis.
Melalui SOF Flat Ranger Advance Shooting, para prajurit tidak hanya meningkatkan profesionalisme dan kemampuan individu, tetapi juga membangun koordinasi serta pemahaman bersama di antara pasukan multinasional.
‘’Latihan ini menjadi wujud komitmen TNI dalam memperkuat kerja sama pertahanan dengan negara-negara sahabat sekaligus meningkatkan kesiapan prajurit menghadapi beragam tantangan tugas di masa depan,’’ demikian keterangan dari Puspen TNI.

Sebelumnya, Prajurit Marinir Indonesia yang terlibat dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026 menggelar latihan intensif berupa menembak malam (night firing) dan Scout Live Fire di Batalyon Infanteri 9 Marinir, Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Kamis (4/9/2026). Latihan taktis gabungan ini melibatkan gabungan prajurit Korps Marinir TNI AL bersama personel militer negara mitra, antara lain USMC (Amerika Serikat), ARDB (Jepang), dan ROK Marine Corps (Korea).
Materi latihan menembak malam difokuskan pada penguasaan teknik pertempuran dalam kondisi minim cahaya. Para prajurit diuji kemampuannya dalam memanfaatkan perangkat Night Vision Goggles(NVG), disiplin lampu, serta akurasi bidikan terhadap sasaran dalam gelap.
Sementara itu, pada skenario Scout Live Fire prajurit regu pengintai mempraktikkan infiltrasi tersembunyi (scout stalking) navigasi darat, dan pengamatan medan. Latihan ini menguji kecepatan reaksi, koordinasi tim, serta efektivitas komunikasi antarunsur di medan operasi sesungguhnya. (Tim The Strategy)