JAKARTA – Terkait informasi yang beredar di masyarakat terkait perlintasan kapal induk Amerika Serikat USS Nimitz, Pusat Penerangan TNI menyampaikan bahwa kapal tersebut tengah melintas dari Laut China Selatan menuju Selat Singapura, Selat Malaka, dan melanjutkan pelayarannya ke Samudra Hindia.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menjelaskan kapal tersebut berlayar di Selat Malaka dengan menggunakan Hak Lintas Transit. ‘’Sesuai dengan ketentuan dalam Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) 1982, kapal-kapal asing, termasuk kapal perang, diperbolehkan melintas tanpa harus meminta izin kepada negara pantai, selama tetap mematuhi aturan pelayaran internasional dan tidak membahayakan keamanan wilayah yang dilintasi,” ungkap Kristomei dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (20/6/2025).
Menurut dia, TNI senantiasa memantau setiap aktivitas pelayaran asing di wilayah yurisdiksi nasional sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah laut Indonesia. ‘’Seluruh satuan TNI yang terkait tetap siaga dan melakukan koordinasi dalam rangka menjamin stabilitas dan kepentingan nasional di wilayah perairan strategis tersebut,’’ paparnya.
Menuju Timur Tengah
Adapun, Navy Times melaporkan Angkatan Laut Amerika Serikat memindahkan kapal induk USS Nimitz dari kawasan Indo-Pasifik ke Timur Tengah seiring meningkatnya ketegangan regional antara Israel dan Iran.
Kapal induk yang sebelumnya melakukan operasi rutin di Laut China Selatan ini telah melewati Selat Malaka dan memulai penempatannya di Timur Tengah pada akhir pekan lalu. Langkah ini bukan merupakan tanggapan langsung atas meningkatnya ketegangan di Kawasan, menyusul saling serang rudal antara Israel dan Iran sejak serangan Israel pada 13 Juni. Seorang pejabat pertahanan yang dikonfirmasi oleh Navy Times menyatakan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari penugasan terjadwal untuk menggantikan Carl Vinson Strike Group, yang saat ini telah menjalani penempatan selama tujuh bulan dan siap digantikan.
Namun, pejabat itu mengakui bahwa serangan antara kedua negara tersebut memberikan urgensi tersendiri bagi penempatan ini. Kapal-kapal lain yang dilengkapi dengan kemampuan pertahanan rudal balistik kemungkinan juga akan segera dikirim ke Timur Tengah. Kapal perusak peluru kendali USS Thomas Hudner telah meninggalkan pos sebelumnya di Mediterania barat dan baru-baru ini tiba di Mediterania timur. USS Nimitz awalnya dijadwalkan untuk melakukan kunjungan pelabuhan ke Vietnam, tetapi situasi yang berkembang membuat rencana tersebut dibatalkan.
USS Nimitz (CVN-68) berlayar ke arah barat melalui Selat Singapura pada hari Senin (16/6/2025), menuju Samudra Hindia. Seorang pejabat pertahanan mengatakan kepada USNI News bahwa kapal induk ini sedang berlayar menuju Timur Tengah.
Kapal induk yang bermarkas di Washington ini memang sudah dijadwalkan untuk menuju wilayah Komando Pusat AS (U.S. Central Command) guna menggantikan USS Carl Vinson (CVN-70), yang telah dikerahkan sejak pertengahan November dan akan segera kembali ke Amerika Serikat.
USS Nimitz terakhir kali beroperasi di Laut China Selatan pekan lalu. Pada Senin pagi, USS Carl Vinson dilaporkan tengah beroperasi di Laut Arab bersama kapal penjelajah dan tiga kapal perusak yang tergabung dalam Gugus Tempur Kapal Induk Vinson (Vinson Carrier Strike Group). Pelayaran USS Nimitz melalui Selat Singapura ini terjadi beberapa hari setelah Israel melancarkan serangan terhadap situs-situs nuklir Iran, dalam upaya untuk melemahkan kemampuan nuklir Teheran. (dwi sasongko)