JAKARTA – Kepedulian dan dukungan Pemerintah Indonesia terhadap masyarakat Gaza di Palestina tak diragukan lagi. Situasi kemanusiaan di Gaza saat ini berada pada tingkat yang sangat memprihatinkan, akibat terbatasnya akses logistik. Pemerintah Indonesia memberangkatkan Satuan Tugas (Satgas) Garuda Merah Putih-II dalam rangka misi penyaluran bantuan kemanusiaan melalui jalur udara (airdrop) ke Gaza di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (13/8/2025).
Upacara pemberangkatan tersebut dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto selaku Inspektur Upacara (Irup). Misi ini merupakan perintah langsung dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang disampaikan melalui Kepala Kantor Komunikasi Presiden.
Dalam pelaksanaannya, Satgas Garuda Merah Putih-II menggunakan dua pesawat Hercules C-130J TNI AU dari Skadron Udara 31 bernomer A-1344 dan A-1339, dengan total 66 personel yang berasal dari unsur TNI, Kementerian dan Lembaga, serta media nasional. “Mereka yang akan mendistribusikan total 800 ton bantuan Kemanusiaan dari Baznas dan dukungan bahan makanan dari Kemhan Republik Indonesia,” tutur Panglima TNI dalam amanatnya.
Panglima TNI juga menegaskan bahwa pelaksanaan misi ini memiliki makna strategis karena bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.“Momentum ini menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya diwujudkan dalam menjaga Kedaulatan bangsa, tetapi juga dalam berperan aktif nembantu sesama bangsa yang sedang berjuang untuk hidup damai dan merdeka,” ujar Panglima.
Agus meminta para anggota Satgas Garuda Merah Putih-II melaksanakan tugas dengan profesional, menjaga disiplin, menjaga etika militer dan nama baik TNI di mata dunia. ‘’Pastikan setiap logistik yang akan kita bawa tepat sasaran dan bermanfaat bagi rakyat Palestina di Gaza,” ungkap Panglima TNI.
Di akhir rangkaian upacara, dilaksanakan juga peninjauan bahan logistik yang akan di berangkatkan. Peninjauan tersebut sekaligus memastikan kesiapan seluruh logistik yang akan diberangkatkan sebagai bagian dari misi kemanusiaan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Letjen TNI Tri Budi Utomo berharap agar seluruh bantuan tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di Gaza. “Jadi bantuan itu memang kalau kita lihat di sini, ada makanan, obat-obatan, kemudian logistik lain seperti selimut,” ujarnya usai pelaksanaan upacara. Pesawat juga membawa 600 unit Payung Udara Orang (PUO) untuk distribusi bantuan dari Udara atau air drop.
Sehari sebelumnya, dalam Apel Pemeriksaan Kesiapan Operasi Satgas Garuda Merah Putih II, Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan RI, Letjen TNI Gabriel Lema menegaskan bahwa misi kemanusiaan kali ini merupakan bentuk kepercayaan dan kehormatan besar yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
“Kita akan melaksanakan misi operasi kemanusiaan berupa bantuan logistik yang akan diberangkatkan besok, oleh pimpinan dari TNI maupun Kementerian Pertahanan. Kita berharap pelaksanaan ini berjalan lancar, tanpa hambatan,” ujar Gabriel Lema.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa Satgas Garuda Merah Putih II merupakan kelanjutan dari misi pertama yang telah sukses dilaksanakan tahun lalu. Dalam pelaksanaan sebelumnya, satu pesawat berhasil mengirimkan bantuan logistik langsung ke Gaza sesuai kondisi medan. Kini, misi kedua akan diperkuat dengan dua pesawat C-130J-30 Super Hercules, dengan peningkatan pada sisi komunikasi, koordinasi, dan kesiapan menghadapi situasi di lapangan. (Dwi Sasongko)