NORAD Kembali Intercept dan Identifikasi Pesawat Tempur Rusia di Alaska 

ILUSTRASI : Dua pesawat tempur CF-18 Hornet, dua F-35 Lighting II, dan dua pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari NORAD berhasil mengidentifikasi dan mencegat dua pesawat tempur TU-95 Rusia dan dua pesawat militer H-6 Tiongkok yang beroperasi di Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Alaska pada 24 Juli 2024. Foto : NORAD.mil
Pesawat militer Rusia tersebut tetap berada di wilayah udara internasional dan tidak memasuki wilayah udara kedaulatan Amerika Serikat maupun Kanada. Aktivitas Rusia di ADIZ Alaska ini terjadi secara berkala dan tidak dianggap sebagai ancaman.
Share the Post:

COLORADO – Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD) mendeteksi dan melacak satu pesawat tempur IL-20 COOT yang beroperasi di Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Alaska pada Minggu (24/8/ 2025), demikian disiarkan dalam pernyataan resmi NORAD.  

Terhadap pesawat tempur tersebut, NORAD merespons dengan sebuah pesawat E-3, dua pesawat F-16, dan dua pesawat tanker KC-135 untuk mencegat dan mengidentifikasi secara visual pesawat Rusia di ADIZ Alaska. Pesawat militer Rusia tersebut tetap berada di wilayah udara internasional dan tidak memasuki wilayah udara kedaulatan Amerika Serikat maupun Kanada. Aktivitas Rusia di ADIZ Alaska ini terjadi secara berkala dan tidak dianggap sebagai ancaman.

ADIZ dimulai di titik akhir wilayah udara kedaulatan dan merupakan bentangan wilayah udara internasional yang telah ditentukan yang mewajibkan identifikasi semua pesawat secara langsung demi kepentingan keamanan nasional. 

NORAD menggunakan jaringan pertahanan berlapis yang terdiri dari satelit, radar darat dan udara, serta pesawat tempur untuk mendeteksi dan melacak pesawat serta menginformasikan tindakan yang tepat. NORAD tetap siap menggunakan sejumlah opsi respons dalam pertahanan Amerika Utara.

NORAD adalah organisasi binasional Amerika Serikat dan Kanada yang bertugas menjalankan misi peringatan dan pengendalian kedirgantaraan untuk Amerika Utara. Peringatan kedirgantaraan mencakup pemantauan objek buatan manusia di luar angkasa, serta deteksi, validasi, dan peringatan serangan terhadap Amerika Utara, baik oleh pesawat terbang, rudal, maupun wahana antariksa, dengan memanfaatkan pengaturan dukungan bersama dengan komando lain. Pengendalian kedirgantaraan mencakup upaya memastikan kedaulatan udara dan pertahanan udara di wilayah udara Kanada dan Amerika Serikat.

Dilansir oleh CBS, sebelumnya, pada bulan Januari, AS dan Kanada mengerahkan jet tempur untuk melacak pesawat tempur Rusia di atas Arktik dalam sebuah insiden yang menarik perhatian seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut. Saat itu, militer AS mengatakan telah mengirimkan dua jet tempur ke Greenland untuk “menunjukkan kehadiran NORAD di Arktik.”

Pada bulan September 2024, NORAD mengunggah video dramatis sebuah jet Rusia yang terbang “hanya beberapa kaki” dari pesawat NORAD di lepas pantai Alaska. Saat itu, seorang jenderal AS mengatakan “tindakan satu Su-35 Rusia tidak aman, tidak profesional, dan membahayakan semua.”

“NORAD menggunakan jaringan pertahanan berlapis yang terdiri dari satelit, radar darat dan udara, serta pesawat tempur untuk mendeteksi dan melacak pesawat serta menginformasikan tindakan yang tepat,” kata komando militer tersebut. 

Dalam laporan resmi NORAD pada tahun 2021, Rusia masih dianggap sebagai ancaman bagi pertahanan AS dan Kanada. Menurut NORAD, Rusia tetap menjadi tantangan paling akut bagi misi pertahanan dalam negerinya. “Para pemimpin Rusia berusaha mengikis pengaruh kita, menegaskan dominasi regional mereka, dan merebut kembali status mereka sebagai kekuatan global melalui strategi menyeluruh pemerintahan yang mencakup operasi informasi, penipuan, pemaksaan ekonomi, dan ancaman kekuatan militer.” demikian pernyataan tersebut. 

Rusia dilaporkan terus melakukan operasi militer yang sering terjadi di wilayah menuju ke Amerika Utara. Tahun lalu, NORAD menanggapi lebih banyak penerbangan militer Rusia di lepas pantai Alaska daripada yang pernah terjadi di tahun manapun sejak berakhirnya Perang Dingin. Operasi militer Rusia ini mencakup beberapa penerbangan pesawat pengebom berat, pesawat anti-kapal selam, dan platform pengumpulan intelijen di dekat Alaska. 

“Upaya-upaya ini menunjukkan jangkauan militer Rusia dan bagaimana mereka melatih potensi serangan di tanah air kita. Musim panas lalu, Angkatan Laut Rusia memfokuskan latihan tahunannya OCEAN SHIELD pada pertahanan pendekatan maritim Rusia di Arktik dan Pasifik,” tulisnya. 

Latihan multi-armada tersebut, yang sebagian dimaksudkan untuk menunjukkan kemampuan Rusia dalam mengendalikan akses ke Arktik melalui Selat Bering, mencakup pendaratan amfibi di Semenanjung Chukotka di seberang Alaska, serta patroli anti-kapal selam dan peluncuran rudal jelajah anti-kapal dari dalam Zona Ekonomi Eksklusif AS. (Lina Nursanty)