JAKARTA – Jepang menawarkan fregat kelas Mogami dan kapal selam kepada Indonesia, seiring upaya Tokyo memperdalam kerja sama keamanan dengan Jakarta setelah pelonggaran aturan ekspor persenjataannya serta meningkatnya dinamika geopolitik di Kawasan Indo Pasifik.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali mengonfirmasi bahwa Jepang menawarkan fregat Mogami dan kapal selam kepada Indonesia. Menurut Kasal, tawaran tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin.
‘’Fregat Mogami dan kapal selam dari Jepang ini memang ada penawaran dari pihak Kemhan (Kementerian Pertahanan) Jepang,” ujar Ali di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/5/2026).
Lebih jauh, M Ali menyatakan bahwa proposal tersebut masih dalam tahap pembahasan dan kajian di Kementerian Pertahanan Indonesia, serta keputusan akhir akan ditentukan oleh kementerian tersebut.
Dalam catatan Naval News, Koizumi melakukan kunjungan ke Indonesia pada 3–4 Mei, di mana ia bersama Sjafrie menandatangani Defence Cooperation Arrangement (Pengaturan Kerja Sama Pertahanan) baru yang mencakup kemitraan peralatan dan teknologi guna meningkatkan kemampuan penangkalan maritim kedua negara.
Dalam penandatanganan tersebut, Koizumi menjelaskan keputusan terbaru Jepang untuk melonggarkan aturan ekspor senjata, sementara Sjafrie menyampaikan kesiapan Indonesia untuk menjajaki kerja sama praktis dalam kerangka baru transfer persenjataan Jepang.
Kerangka kebijakan yang direvisi ini memungkinkan ekspor peralatan militer mematikan, termasuk kapal perang dan rudal, kepada negara mitra yang memiliki perjanjian kerja sama teknologi pertahanan dengan Jepang, termasuk Indonesia.
Laporan mengenai potensi penjualan fregat kelas Mogami kepada Indonesia telah beredar setidaknya sejak 2021, ketika Jakarta dan Tokyo menandatangani Perjanjian Transfer Peralatan dan Teknologi Pertahanan. Sejak saat itu, Jepang secara aktif memperkenalkan desain kapal tersebut kepada pejabat militer dan pemerintah Indonesia.
Tercatat, sedikitnya dua fregat kelas Mogami pernah melakukan kunjungan pelabuhan di Indonesia, yaitu JS Kumano (FFM-2) pada 2023 dan JS Yahagi (FFM-5) pada 2025.
Selain itu, dalam kunjungan terpisah ke Yokosuka pada 2025, Menteri Pertahanan Sjafrie dan Laksamana Ali turut menaiki JS Kumano, yang menunjukkan kuatnya minat Jepang untuk mempromosikan desain Mogami kepada Indonesia.
Terkait tawaran kapal selam, belum ada pernyataan resmi mengenai tipe yang ditawarkan. Namun, Naval News memahami bahwa Indonesia telah secara resmi menyatakan ketertarikannya untuk memperoleh kapal selam kelas Oyashio bekas pakai. Saat berkunjung ke Yokosuka, Kasal M Ali menaiki kapal selam keenam kelas tersebut, JS Narushio (SS-595).
Sementara itu, Menteri Pertahanan Sjafrie menaiki kapal selam kelas Taigei, yakni JS Jingei (SS-515). Upaya Jepang memasarkan fregat kelas Mogami kepada Indonesia juga terjadi di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap desain kapal tersebut. Pada Agustus 2025, Australia memilih versi peningkatan fregat Mogami sebagai platform pilihan untuk program fregat serbaguna masa depan Angkatan Laut Australia, sementara Selandia Baru juga mempertimbangkan desain tersebut untuk kebutuhan fregat masa depan bersama desain Type 31 milik Inggris.
Minat terhadap fregat kelas Mogami bahkan berpotensi meluas ke Amerika Serikat, setelah laporan terbaru menyebutkan Pentagon meminta Angkatan Laut AS mempelajari galangan kapal serta desain kapal perang dari Jepang dan Korea Selatan. (Dwi Sasongko)