Kim Jong-un Tiba di Beijing Menumpangi Kereta Api Kebanggaan Negerinya

Kereta api kebanggaan Korea Utara “Taeyangho” yang ditumpangi Kim Jong Un untuk menghadiri parade militer Tiongkok di Beijing. Foto: kcna
Ini adalah pertama kalinya seorang pemimpin Korea Utara menghadiri parade militer Tiongkok dalam 66 tahun.
Share the Post:

BEIJING – Tak seperti pemimpin negara lainnya yang pada umumnya menggunakan pesawat kepresidenan, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tiba di Beijing pada hari Selasa (2/9/2025) dengan menumpangi kereta lapis baja hijau. Moda transportasi yang lambat dan tahan peluru itu telah digunakan oleh para pemimpin Korea Utara selama beberapa dekade untuk melakukan kunjungan dinas luar negeri. 

Kehadiran Kim di Beijing dalam rangka memenuhi undangan Presiden Tiongkok (China), Xi Jinping untuk menyaksikan parade militer dalam memperingati kalahnya Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II. Ini adalah pertama kalinya seorang pemimpin Korea Utara menghadiri parade militer Tiongkok dalam 66 tahun. Pemimpin Korea Utara terakhir yang menghadiri parade militer di Tiongkok adalah pendiri Korea Utara dan mendiang kakek Kim, Kim Il Sung, pada tahun 1959.

Dilansir dari Reuters, sejak menjadi pemimpin Korea Utara pada akhir 2011, Kim telah menggunakan kereta api untuk mengunjungi Tiongkok, Vietnam, dan Rusia. Dibandingkan dengan armada pesawat penumpang Korea Utara yang menua, kereta ini menawarkan ruang yang lebih aman dan nyaman untuk rombongan besar, penjaga keamanan, makanan dan fasilitas, serta tempat untuk membahas agenda sebelum pertemuan. 

Ahn Byung-min, pakar transportasi Korea Utara dari Korea Selatan, mengatakan beberapa kereta api diperlukan untuk alasan keamanan. Ahn mengatakan kereta-kereta tersebut masing-masing memiliki 10 hingga 15 gerbong, beberapa di antaranya hanya digunakan oleh pemimpin, termasuk kamar tidur, tetapi yang lain membawa petugas keamanan dan staf medis.

Kereta-kereta itu juga biasanya memiliki ruang untuk kantor Kim, peralatan komunikasi, restoran, dan gerbong untuk dua Mercedes lapis baja. Di meja Kim terdapat laptop berembos emas, deretan telepon, kotak rokok khasnya, dan botol-botol berisi cairan biru atau bening. Jendela-jendelanya dihiasi tirai biru dan emas.

Sebuah video yang dirilis pada tahun 2018 oleh TV pemerintah Korea Utara menunjukkan Kim bertemu dengan para pejabat tinggi Tiongkok di gerbong kereta lebar yang dikelilingi sofa merah muda. Pada tahun 2020, rekaman TV pemerintah menunjukkan Kim menaiki kereta untuk mengunjungi daerah yang dilanda topan, yang memperlihatkan sekilas gerbong yang dihiasi lampu berbentuk bunga dan kursi kain bermotif zebra.

Dalam buku “Orient Express” terbitan tahun 2002, pejabat Rusia Konstantin Pulikovsky menggambarkan perjalanan tiga minggu ke Moskow oleh Kim Jong Il, ayah dan pendahulu Kim Jong Un. Di kereta itu, peti-peti anggur Bordeaux dan Beaujolais diterbangkan dari Paris, begitu pula lobster hidup, menurut buku tersebut.

Roda Kereta

Ketika Kim Jong Un naik kereta ke Rusia, termasuk pada tahun 2023 untuk pertemuan puncak dengan Presiden Vladimir Putin, rakitan rodanya harus dikonfigurasi ulang di stasiun perbatasan karena kedua negara menggunakan ukuran rel yang berbeda. 

Meskipun tidak ada persyaratan seperti itu untuk Tiongkok, lokomotif Tiongkok menarik kereta setelah melintasi perbatasan. Untuk melakukan perjalanan ke pertemuan puncak sebelumnya dengan Xi, rangkaian gerbong kereta Kim yang dilengkapi secara khusus biasanya ditarik oleh lokomotif DF11Z hijau yang serasi, lokomotif buatan Tiongkok yang menampilkan lambang Perusahaan Kereta Api Tiongkok milik negara, dengan setidaknya tiga nomor registrasi seri yang berbeda. 

Ahn mencatat nomor serinya adalah 0001 atau 0002, yang menunjukkan bahwa Tiongkok memberinya lokomotif yang diperuntukkan bagi para pejabat paling senior. Sebuah lokomotif DF11Z dengan nomor seri 0003 tiba di stasiun Beijing pada hari Selasa, menarik lebih dari 20 gerbong dengan bendera nasional Korea Utara dan lambang resminya yang berwarna emas. 

Ketika Kim melakukan perjalanan melintasi Tiongkok untuk menghadiri pertemuan puncaknya dengan Presiden AS Donald Trump di Vietnam pada tahun 2019, kereta yang dinamai Taeyangho itu ditarik oleh lokomotif berwarna merah-kuning yang dihiasi logo kereta api nasional Tiongkok. Kereta tersebut dapat mencapai kecepatan hingga 80 km/jam (50 mph) di jaringan Tiongkok, dibandingkan dengan kecepatan maksimum sekitar 45 km/jam (28 mph) di jalur Korea Utara. 

Pemimpin pendiri Korea Utara, Kim Il Sung, kakek Kim, bepergian ke luar negeri secara teratur dengan kereta api selama masa pemerintahannya hingga wafatnya pada tahun 1994. Sementara, Kim Jong Il hanya mengandalkan kereta api untuk mengunjungi Rusia tiga kali, termasuk perjalanan sejauh 20.000 km (12.400 mil) ke Moskow pada tahun 2001.

Ia meninggal dunia karena serangan jantung pada akhir tahun 2011 saat berada di salah satu keretanya, dan gerbongnya dipajang di mausoleumnya. Kereta api ini telah menjadi pusat propaganda negara seputar perjalanan panjang keluarga Kim yang berkuasa dengan kereta api untuk bertemu warga Korea Utara biasa di seluruh negeri.

Pada tahun 2022, televisi pemerintah menayangkan Kim Jong Un melakukan apa yang disebutnya “tur kereta api lengkap” di sekitar Korea Utara untuk memeriksa tanaman jagung dan mempromosikan “utopia komunis”.

Parade Militer 

Terakhir kali Tiongkok menyelenggarakan parade militer Hari Kemenangan adalah 10 tahun yang lalu. Itulah pertama kalinya Tiongkok menyelenggarakan parade militer akbar untuk memperingati berakhirnya perang. Parade ini akan menjadi ajang presentasi kekuatan militer Tiongkok, yang terdiri dari pertunjukan koreografi peralatan militer canggih seperti drone, rudal hipersonik, dan jet tempur.

Ratusan pesawat Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) akan ditampilkan dalam parade tersebut. Media pemerintah melaporkan bahwa 80 peniup terompet akan hadir dalam parade tersebut, menandai 80 tahun kekalahan Kekaisaran Jepang dalam Perang Dunia II.

Parade “Hari Kemenangan” akan menampilkan 45 kontingen pasukan dan diperkirakan akan berlangsung sekitar 70 menit saat mereka berbaris melewati Xi di Lapangan Tiananmen, Beijing. Xi juga diperkirakan akan berpidato. 

Parade militer tersebut akan dihadiri oleh 26 pemimpin negara, ujar Asisten Menteri Luar Negeri Tiongkok Hong Lei dalam konferensi pers pada 28 Agustus. Putin sudah berada di Tiongkok setelah menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Tianjin pada hari Minggu dan Senin. 

Para pemimpin lain yang datang ke Tiongkok untuk menghadiri KTT SCO atau pertemuan terkait, dan akan tetap hadir untuk parade pada 3 September, antara lain Panglima Militer Myanmar Min Aung Hlaing, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Presiden Mongolia Khurelsukh Ukhnaa, Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev, dan Presiden Belarus Alexander Lukashenko. Namun, beberapa pemimpin lainnya juga akan bergabung, termasuk Presiden Prabowo Subianto dari Indonesia. 

Hanya dua pemimpin Eropa, Perdana Menteri Slovakia Robert Fico dan Presiden Serbia Aleksandar Vucic, yang akan menghadiri acara di Beijing. Meskipun Slovakia merupakan bagian dari Uni Eropa dan NATO, Fico telah mendorong hubungan yang lebih erat dengan Rusia dan mengunjungi Moskow untuk berunding dengan Putin pada Desember 2024. Vucic, seperti Fico, telah mengkritik sanksi terhadap Rusia atas perangnya di Ukraina dan baru-baru ini mengunjungi Moskow. (Lina Nursanty)