WASHINGTON DC – Gedung Putih mengatakan bahwa proses menuju kesepakatan untuk mengakhiri perang antara Ukraina dan Rusia tinggal selangkah lagi. Seorang pejabat AS mengatakan kepada CBS News pada hari Selasa bahwa pemerintah Ukraina telah “menyetujui kesepakatan damai” yang ditengahi oleh pemerintahan Trump untuk menghentikan serangan Rusia yang telah berlangsung hampir empat tahun.
Pejabat Amerika tersebut dan penasihat keamanan nasional Ukraina, Rustem Umerov, mengatakan bahwa kesepahaman bersama mengenai proposal tersebut telah dicapai, dengan detail yang masih harus diselesaikan. “Ukraina telah menyetujui perjanjian damai,” ujar pejabat AS tersebut kepada CBS News. “Ada beberapa detail kecil yang perlu diselesaikan, tetapi mereka telah menyetujui perjanjian damai,” katanya.
Berita tersebut muncul ketika Menteri Angkatan Darat AS, Dan Driscoll, berada di Abu Dhabi untuk bertemu dengan para pejabat Rusia, menurut keterangan dua pejabat AS dan dua sumber diplomatik yang tidak berwenang berbicara kepada publik kepada CBS News. Sumber kelima yang mengetahui perundingan tersebut juga mengonfirmasi kehadiran Driscoll di ibu kota Uni Emirat Arab tersebut.
Umerov menyuarakan optimisme bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dapat melakukan perjalanan ke Washington sebelum akhir November untuk menyelesaikan kesepakatan. CBS News pertama kali melaporkan pada hari Minggu bahwa para pejabat AS dan Ukraina sebelumnya telah membahas kemungkinan kunjungan Zelenskyy ke AS minggu ini.
“Selama seminggu terakhir, Amerika Serikat telah membuat kemajuan pesat menuju kesepakatan damai dengan mengajak Ukraina dan Rusia berunding. Ada beberapa detail yang rumit, tetapi bukan tidak mungkin, yang harus diselesaikan dan akan membutuhkan perundingan lebih lanjut antara Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat,” tulis sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt di X, Selasa (25/11/2025).
Komentar Leavitt senada dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio pada hari Minggu, yang mengatakan di Jenewa, “Hal-hal yang masih terbuka bukanlah hal yang tidak mungkin. Kita hanya membutuhkan lebih banyak waktu daripada yang kita miliki saat ini,” ujarnya.
Tidak ada reaksi langsung dari Rusia terhadap apa yang disepakati di Abu Dhabi, dan tidak ada detail dari pejabat AS maupun Ukraina tentang isi proposal terbaru tersebut. Umerov mengatakan pada hari Selasa bahwa Ukraina telah menyetujui “persyaratan inti” proposal perdamaian di tengah perundingan yang sedang berlangsung di Abu Dhabi, yang melibatkan pejabat AS, Ukraina, dan Rusia, meskipun tidak semuanya dilakukan secara bersamaan.
Berbicara sebelumnya pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri veteran Sergey Lavrov mengatakan kepada wartawan bahwa meskipun Rusia “menghargai posisi AS, yang mengambil inisiatif dalam menyelesaikan konflik Ukraina,” Moskow “beroperasi secara profesional, tidak membocorkan informasi sebelum kesepakatan formal tercapai … Rusia berharap AS akan menginformasikan hasil konsultasi dengan Ukraina dan Eropa dalam waktu dekat.”
Umerov mengatakan dalam sebuah unggahan media sosial pada hari Selasa bahwa para negosiator negara tersebut telah “mencapai kesepahaman bersama mengenai ketentuan-ketentuan inti” dari sebuah perjanjian yang dibahas antara para pejabat AS, Eropa, dan Ukraina di Jenewa selama akhir pekan.
“Kami sekarang mengandalkan dukungan dari mitra-mitra Eropa kami dalam langkah-langkah selanjutnya. Kami berharap dapat mengatur kunjungan Presiden Ukraina ke AS pada tanggal yang paling tepat di bulan November untuk menyelesaikan langkah-langkah terakhir dan mencapai kesepakatan dengan Presiden Trump,” kata Umerov.
Seorang pejabat militer AS di Abu Dhabi mengatakan kepada CBS News bahwa Driscoll menghabiskan waktu berjam-jam untuk bernegosiasi pada hari Selasa dengan perwakilan Rusia, keluar masuk rapat sepanjang hari. “Kami tetap sangat optimis,” kata pejabat itu. “Menteri Driscoll optimis. Semoga, kami akan segera mendapatkan umpan balik dari Rusia. Ini berjalan cepat.”
Kemajuan yang tampak di Abu Dhabi ini terjadi di tengah desakan intensif Presiden Trump untuk mengamankan gencatan senjata dalam perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung hampir empat tahun. Seorang sumber yang mengetahui hal ini mengatakan kepada CBS News bahwa Driscoll bekerja di Abu Dhabi berdasarkan versi revisi proposal 28 poin Gedung Putih, setelah negosiasi yang produktif di Jenewa.
Selama akhir pekan, Driscoll, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, utusan Trump, Steve Witkoff, menantu presiden, Jared Kushner, dan para diplomat dari Ukraina serta sekutu Eropa menghadiri pembicaraan di Jenewa, Swiss. Pertemuan Driscoll dengan para pejabat Rusia juga menyusul kunjungan ke ibu kota Ukraina pekan lalu. Para pejabat AS dan Ukraina sebelumnya telah membahas kemungkinan kunjungan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy ke AS pekan ini.
Putin ke Kirgistan
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (25/11/2025) mengunjungi ibu kota Kirgistan, Bishkek, menjelang pertemuan puncak Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO), sebuah aliansi militer beberapa negara pasca-Soviet.
Dilansir dari CNN, Putin disambut oleh Presiden Kirgistan, Sadyr Japarov, sebelum menghadiri upacara peletakan karangan bunga untuk memperingati kemenangan Soviet atas Nazi Jerman selama Perang Dunia II. KTT CSTO akan diadakan pada hari Kamis dan akan dihadiri oleh Belarus, Kazakhstan, dan Tajikistan, bersama dengan Rusia dan Kirgistan.
Namun, Armenia akan kembali absen, menurut laporan media lokal. Negara Kaukasus tersebut telah membekukan partisipasinya dalam CSTO setelah menuduh aliansi tersebut gagal melindunginya dari agresi Azerbaijan. (Lina Nursanty)