JAKARTA – Kapal perang terbaru TNI Angkatan Laut (TNI AL), KRI Prabu Siliwangi-321, resmi meninggalkan Italia dan tengah menempuh pelayaran panjang menuju Indonesia. Kapal yang diproduksi oleh galangan ternama Italia, Fincantieri, tersebut dijadwalkan tiba di Tanah Air pada awal April 2026.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Muhammad Ali, menjelaskan bahwa kapal saat ini berlayar melalui rute Afrika dengan mengelilingi Benua Hitam sebelum memasuki perairan Indonesia. Rute tersebut dipilih sebagai jalur pelayaran strategis sekaligus uji ketahanan kapal dalam pelayaran jarak jauh lintas samudra.
“KRI Prabu Siliwangi sudah berangkat kemarin ya, kemudian karena melalui jalur Afrika, mengelilingi Afrika, jadi mungkin sampai di Indonesia awal April,” kata Ali saat jumpa pers di Markas Puspomal, Jakarta Utara, Kamis (12/2/2025).
Ali mengatakan kapal buatan galangan asal Italia Fincantieri itu diawaki oleh personel TNI AL yang sebelumnya sudah menjalani pelatihan di Italia.
Sebelum berangkat dari Italia ke Indonesia, KRI Prabu Siliwangi-321 sudah melakoni beberapa latihan dan uji tembak di laut Italia. Kasal menyebut seluruh uji coba dan latihan itu berhasil dilakukan. Setelah sampai di Indonesia, KRI Prabu Siliwangi-321 diharapkan dapat bergabung dengan kapal AL dengan jenis dan asal galangan yang sama, KRI Brawijaya-320 di Koarmada II.

Foto : Dispenal
Seperti diketahui, KRI Prabu Siliwangi-321 melaksanakan uji penguatan kemampuan alutsista dan kesiapan tempur melalui structural firing Meriam 127 mm milik KRI Prabu Siliwangi-321 dalam rangkaian pelayaran Sea Going terakhir sebelum bertolak menuju Indonesia, Selasa (27/1/2026).
Kegiatan ini sekaligus menjadi uji coba penembakan perdana Meriam 127 mm sebagai bagian dari pengujian sistem senjata dan struktur kapal. Pencapaian tersebut menandai pertama kalinya kapal perang TNI Angkatan Laut mengoperasikan meriam dengan kategori Large Caliber Gun (kaliber di atas 120 mm) secara operasional, setelah sebelumnya senjata sekelas pernah dioperasikan pada korvet kelas Fatahillah.
Structural firing Meriam 127 mm dilaksanakan untuk memastikan kekuatan dan respons struktur kapal terhadap beban serta getaran akibat tembakan, sekaligus memverifikasi kesiapan sistem senjata dari aspek mekanis, elektrikal, dan keselamatan. Seluruh tahapan kegiatan dilaksanakan secara profesional dengan menerapkan prosedur keselamatan yang ketat serta melibatkan personel sesuai fungsi dan tanggung jawab masing-masing.
Keberhasilan penembakan perdana Meriam 127 mm menjadi bukti kesiapan KRI Prabu Siliwangi-321 sebagai salah satu unsur tempur modern TNI AL, sekaligus mencerminkan profesionalisme prajurit Jalasena dalam mengoperasikan sistem persenjataan utama secara aman, terukur, dan andal.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, mengatakan penembakan meriam 127 mm dilaksanakan untuk memastikan kekuatan dan respons struktur kapal terhadap beban serta getaran akibat tembakan. “Upaya ini sekaligus memverifikasi kesiapan sistem senjata dari aspek mekanis, elektrikal, dan keselamatan,” kata Tunggul dikutip dari Antara.
Kegiatan ini sekaligus menjadi uji coba penembakan perdana Meriam 127 mm sebagai bagian dari pengujian sistem senjata dan struktur kapal. Uji tembak itu menjadi pertanda untuk pertama kalinya kapal perang TNI AL mengoperasikan meriam dengan kategori Large Caliber Gun (kaliber di atas 120 mm) secara operasional, setelah sebelumnya senjata sekelas pernah dioperasikan pada korvet kelas Fatahillah.
Port Visit ke Maroko
Keterangan dari Dinas Penerangan Angkatan Laut, KRI Prabu Siliwangi-321 di bawah komando Komandan KRI Prabu Siliwangi-321 Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja melaksanakan port visit di Port of Casablanca, Maroko, Jumat (13/2), dalam rangka pelayaran kembali menuju Indonesia. Kedatangan KRI Prabu Siliwangi-321 disambut oleh Atase Pertahanan Republik Indonesia di Madrid Kolonel Penerbang Agus Dwi A., yang membawahi wilayah Spanyol dan Maroko, bersama staf KBRI Maroko, sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan diplomasi maritim TNI Angkatan Laut.
Usai pelaksanaan port visit, Komandan KRI Prabu Siliwangi-321 beserta sejumlah perwira melaksanakan rangkaian courtesy call sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan dan kerja sama militer. Kunjungan pertama dilaksanakan kepada Colonel Major Htoutou selaku Commandant of the Garrison, dilanjutkan kepada Colonel Sedraghzi selaku Commandant of First Naval Base, serta ditutup dengan kunjungan kepada Colonel Major Akouli selaku Commandant of Centre Maritime Sector.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata peran KRI Prabu Siliwangi-321 sebagai duta bangsa di setiap pelabuhan yang disinggahi, dalam rangka memperkuat komunikasi, membangun kepercayaan, serta meningkatkan kerja sama antar angkatan laut, sekaligus mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Maroko. (Dwi Sasongko)