Hibah dari Italia, Giuseppe Garibaldi Akan Jadi Kapal Induk Pertama Indonesia 

Babak baru sejarah maritim, Giuseppe Garibaldi, kapal induk 10.300 ton yang pernah menjadi tulang punggung Angkatan Laut Italia, kini bersiap membuka lembaran baru setelah pensiun pada 2024. Kapal induk buatan galangan asal Italia, Fincantieri dihibahkan ke Pemerintah Indonesia. Foto : seaforces.org
Penerimaan secara hibah itu tidak berarti membuat Kementerian Pertahanan tidak mengeluarkan uang. Anggaran yang disiapkan pemerintah Indonesia dialokasikan untuk kebutuhan retrofit atau penyesuaian agar sesuai kebutuhan operasi TNI AL.
Share the Post:

JAKARTA – Pemerintah Indonesia akan memiliki kapal induk pertama yakni ITS Giuseppe Garibaldi untuk memperkuat armada lautnya. Kapal buatan galangan asal Italia, Fincantieri itu diberikan secara hibah oleh pemerintah Italia. Kapal induk tersebut sebelumnya telah dipakai untuk mendukung kekuatan angkatan laut Italia. 

Kementerian Pertahanan RI menyatakan bahwa hibah kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi merupakan bagian dari kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Italia. “Skemanya hibah G2G (government to government) sebagai bagian dari kerja sama pertahanan bilateral,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan tertulis, Rabu (18/2).

Rico menyatakan, penerimaan secara hibah itu tidak berarti membuat Kementerian Pertahanan tidak mengeluarkan uang. Menurutnya, anggaran yang disiapkan pemerintah Indonesia dialokasikan untuk kebutuhan retrofit atau penyesuaian agar sesuai kebutuhan operasi TNI AL.

Hingga saat ini, proses negoisasi dan administrasi masih berlangsung antara Kementerian Pertahanan RI dan pihak Italia. Setelah proses negoisasi dan kelengkapan administrasi selesai, barulah TNI AL akan melakukan penyesuaian teknologi kapal induk agar sesuai dengan kebutuhan TNI.

Rico mengatakan, tidak ada skema timbal balik yang spesifik di luar mekanisme resmi yang berlaku. “Jadwal kedatangan Giuseppe Garibaldi masih dibahas karena bergantung kesiapan teknis kapal dan penyelesaian administrasi hibah, termasuk proses dismantling (pembongkaran) peralatan tertentu oleh pihak Italia,” jelasnya.

Kemhan RI dan TNI AL juga telah menyiapkan pembinaan calon awak kapal Giuseppe Garibaldi. “Sementara pola penugasan dan kemungkinan keterlibatan matra lain masih dimatangkan oleh TNI AL sesuai kebutuhan operasi,” papar Rico.

Kapal induk produksi galangan Fincantieri ini mulai dibangun pada 1981 dan diluncurkan pada 1983. Setelah empat dekade beroperasi, Angkatan Laut Italia (Marina Militare) mempensiunkan kapal induk tersebut pada 1 Oktober 2024. Karena sudah menjadi besi tua maka kapal induk tidak bisa langsung digunakan oleh TNI AL untuk menjalankan misi-misi tertentu. Sehingga, untuk bisa beroperasi maka pemerintah RI perlu mengeluarkan sejumlah anggaran agar kapal induk Garibaldi bisa beroperasi untuk TNI AL.

Data ISDS menunjukkan, pembiayaan pengadaan kapal induk di bawah Kemenhan ini sudah disetujui oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Dalam program untuk TNI AL, penetapan sumber pembiayaan untuk kegiatan kapal induk beserta dukungannya dialokasikan USD 450 juta atau sekitar Rp 7,56 triliun. Adapun sumber pembiayaan KSA.

Dana itu nantinya diperuntukkan bagi PT PAL Indonesia yang ditugaskan Kemenhan RI untuk meretrofit kapal induk. Bagi PT PAL Indonesia, kucuran dana tersebut bisa untuk menggerakkan galangan kapal sekaligus belajar teknologi pembuatan kapal induk.

Hingga saat ini, proses negoisasi dan administrasi kapal induk masih berlangsung antara Kemenhan RI dan perwakilan Italia. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menyampaikan, kapal induk Garibaldi bakal tiba di Indonesia sebelum HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kapal induk pertama milik Indonesia buatan Italia, Giuseppe Garibaldi ditargetkan tiba di Indonesia sebelum HUT TNI yakni 5 Oktober 2026. “Untuk Garibaldi, masih dalam proses ya. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI,” kata Ali saat jumpa pers di Markas Pus Pom AL, Jakarta Pusat, Kamis (12/2)

Ali menjelaskan hingga saat ini pemerintah melalui Kementerian Pertahanan masih melakukan negoisasi dengan galang kapal Italia Fincantieri selaku pihak yang memproduksi Garibaldi. Dia melanjutkan, negoisasi antara Kementerian Pertahanan dan Angkatan Laut Italia selaku pihak yang sebelumnya menggunakan kapal tersebut hingga saat ini juga masih berlangsung.  

Apabila proses akuisisi benar-benar terwujud, Indonesia akan sejajar dengan sejumlah negara Asia yang telah lebih dahulu mengoperasikan kapal induk. India memiliki INS Vikrant dan INS Vikramaditya, China mengoperasikan Liaoning, Shandong, serta Fujian, Jepang mengonversi dua kapal perusak helikopternya agar mampu membawa jet tempur F-35B, sementara Thailand mengoperasikan HTMS Chakri Naruebet.

Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi sendiri berbobot sekitar 10.300 ton. Kapal ini pada masa aktifnya dirancang untuk mengoperasikan pesawat maupun helikopter. Namun, pada Oktober 2024 kapal tersebut resmi masuk status cadangan setelah Angkatan Laut Italia menugaskan LHD Trieste sebagai pengganti perannya. (Dwi Sasongko)