TEHERAN – Tak lama, Iran langsung merespons serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap wilayahnya dan telah menewaskan sedikitnya 51 warga Iran. Sejumlah negara Arab yang menjadi pangkalan militer AS menjadi sasaran serangan Iran. Eskalasi ini memicu kekhawatiran luas bahwa kawasan Timur Tengah dapat terseret ke dalam konflik berkepanjangan.
Pemerintah Iran pada Sabtu (28/2) mengonfirmasi telah menyerang sejumlah target di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA), negara-negara yang menjadi lokasi pangkalan udara dan fasilitas militer AS. Aljazeera melaporkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa seluruh target militer Israel dan AS di Timur Tengah telah dihantam oleh rudal Iran dan menegaskan bahwa operasi tersebut akan terus berlanjut. Iran juga menyebut seluruh aset AS di kawasan sebagai target yang sah termasuk tentu saja menyerang Israel.
Di Abu Dhabi, ibu kota UEA, sedikitnya satu orang dilaporkan tewas setelah beberapa rudal yang diluncurkan dari Iran berhasil dicegat. Bahrain melaporkan bahwa serangan rudal menargetkan markas Armada Kelima Angkatan Laut AS yang bermarkas di negara tersebut, dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan keamanan nasional.
Kementerian Pertahanan Kuwait menyatakan bahwa Pangkalan Udara Ali al-Salem menjadi sasaran sejumlah rudal balistik, namun seluruhnya berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Kuwait.
Di Qatar, Kementerian Pertahanan menyebut telah menggagalkan beberapa serangan dan memastikan seluruh rudal berhasil dihentikan sebelum mencapai wilayah negara itu. Sebagai respons, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Uni Emirat Arab untuk sementara menutup wilayah udara mereka serta mengecam serangan Iran terhadap teritori masing-masing.
Adapun, Arab Saudi mengonfirmasi bahwa Iran melancarkan serangan ke Ibu Kota Riyadh dan wilayah timurnya pada Sabtu (28/2/2026). Saudi menyatakan serangan tersebut berhasil dipukul mundur, tetapi menegaskan bahwa negara kerajaan itu berhak mengambil langkah balasan.
Pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Saudi menyebut pihaknya menyampaikan kecaman paling keras atas serangan Iran yang terang-terangan dan pengecut yang menargetkan wilayah Riyadh dan Provinsi Timur, yang berhasil dipukul mundur.
“Sehubungan dengan agresi yang tidak dapat dibenarkan ini, Kerajaan menegaskan bahwa mereka akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan keamanannya dan melindungi wilayah, warga negara, serta para penduduknya, termasuk dengan opsi untuk menanggapi agresi tersebut,” demikian bunyi pernyataan Kemlu Saudi itu.
Satu Tewas di Tel Aviv
Iran juga menargetkan misilnya untuk menyerang wilayah Israel termasuk di Ibu Kota Tel Aviv. Dilaporkan satu orang tewas dan 22 lainnya luka-luka setelah serangan rudal Iran menghantam sebuah gedung di Tel Aviv, Israel. Menurut Haaretz, “Komandan pemadam kebakaran dan penyelamatan distrik Tel Aviv mengatakan gedung tersebut sebagian runtuh setelah serangan dan terjadi kebakaran,” seperti dikutip dari Guardian, Minggu (1/3/2026).
Adapun ada delapan orang telah diselamatkan dan upaya pencarian terus dilakukan. Layanan ambulans Israel melaporkan tim darurat di Tel Aviv merawat sekitar 21 orang yang terluka akibat rudal yang menghantam sebuah gedung. Banyak foto-foto beredar yang menunjukkan banyak kerusakan Gedung akibat terkenal rudal Iran.
Pasca serangan Israel ke Iran pada Sabtu, NBC News melaporkan sirene peringatan serangan udara meraung di berbagai kota besar di Israel. Warga sipil tambak berlarian mencari perlindungan yang mereka bisa temukan. Warga Israel berlarian menuju tempat aman setelah peringatan dini dikeluarkan terkait potensi serangan balasan dari Iran.
Di kota-kota seperti Yerusalem, Tel Aviv, dan Haifa, pria, wanita, dan anak-anak terlihat memasuki gedung-gedung untuk menghindari ancaman serangan roket yang disebut sebagai respons atas serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada malam sebelumnya.
Pantai, kawasan pejalan kaki, dan rumah sakit tampak dikosongkan, sementara area parkir bawah tanah dan kolong jembatan dipenuhi warga yang berlindung. Sejumlah orang terlihat berlari menuju bangunan kosong, sementara petugas keamanan memindahkan pasien dari ruang perawatan yang terbuka ke area parkir bawah tanah demi alasan keselamatan. (Dwi Sasongko)