TEHERAN – Gabungan Amerika Serikat dan Israel akhirnya pada Sabtu (28/2) melancarkan serangan terhadap Iran, ditandai dengan sejumlah ledakan yang terdengar dan terlihat di berbagai wilayah, termasuk Teheran. Bahkan, serangan Israel ke Sekolah Dasar (SD) putri di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, menewaskan 51 orang dan menyebabkan 60 korban luka-luka.
Beberapa rudal dilaporkan menghantam University Street dan kawasan Jomhouri di Teheran, menurut kantor berita Fars. Asap terlihat membumbung di atas kota, berdasarkan laporan koresponden Al Jazeera di lokasi. Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa ledakan juga terjadi di kawasan Seyyed Khandan, Teheran utara. Media Iran lainnya melaporkan adanya serangan di berbagai wilayah, termasuk Provinsi Ilam di bagian barat, sementara militer Israel mengonfirmasi telah melakukan serangan di wilayah barat Iran.
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan berbagai sasaran militer dan pertahanan, serta infrastruktur sipil di sejumlah kota.
Media-media Pemerintah Iran, termasuk stasiun penyiaran IRIB, menyebut serangan Israel ke Sekolah Dasar (SD) putri di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, menewaskan 51 orang dan menyebabkan 60 korban luka-luka pada Sabtu (28/2/2026).
Pejabat Kota Minab, Mohammad Radmehr, mengatakan bahwa Israel menyerang langsung sekolah tersebut pada pagi hari saat aktivitas belajar tengah berlangsung. Menurut Radmehr, sebanyak 170 siswa berada di dalam sekolah ketika serangan terjadi. Jumlah korban tewas masih berpotensi meningkat karena proses evakuasi dan operasi penyelamatan hingga kini terus dilakukan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa serangan gabungan tersebut bertujuan untuk “menghilangkan ancaman yang akan segera terjadi dari rezim Iran”. “Beberapa saat yang lalu, militer AS memulai operasi tempur besar di Iran. Tujuan kami adalah melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman dari rezim Iran,” ujarnya.
Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran sedang mempersiapkan pembalasan yang akan bersifat “menghancurkan”. Iran tengah bersiap untuk “membalas dendam” terhadap Israel dan memberikan “respons yang kuat”, demikian dilaporkan televisi pemerintah.
Sementara itu, pejabat Iran mengindikasikan bahwa Teheran tengah menyiapkan langkah pembalasan yang tegas, serta memperingatkan bahwa kepentingan Amerika dan Israel di kawasan Timur Tengah berpotensi menjadi sasaran dalam respons berikutnya. ‘’Semua aset dan kepentingan Amerika serta Israel di Timur Tengah telah menjadi target yang sah dan bahwa tidak ada lagi garis merah setelah agresi ini,” katanya. (Dwi Sasongko)