WASHINGTON DC – Dua Perwira Menengah TNI Angkatan Udara mencatatkan prestasi membanggakan setelah berhasil menyelesaikan program pendidikan setingkat Lemhannas di National Defense University (NDU), Washington D.C., Amerika Serikat. Mereka adalah Kolonel Pnb Akal Juang E. T. P., S.T. dan Kolonel Nav Muhammad Jausan, S.Pd., MEngResearch.
Kolonel Pnb Akal Juang E. T. P., S.T. menuntaskan pendidikan di Dwight D. Eisenhower School for National Security and Resource Strategy (ES) dan berhak menyandang gelar Master of Science (MS) in National Resource Strategy. Sementara itu, Kolonel Nav Muhammad Jausan, S.Pd., MEngResearch., menyelesaikan program studi di College of Information and Cyberspace (CIC) dan memperoleh gelar Master of Science (MS) in Strategic Information and Cyberspace Studies.
Prosesi wisuda berlangsung di kampus National Defense University dan dipimpin oleh President of NDU, Vice Admiral Pete Garvin pada Jumat (14/6/2026). Momentum tersebut turut dihadiri Chairman of the Joints Chiefs of Staff USA, General John Daniel Caine, USAF, yang menyampaikan keynote speech di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo serta Athan RI di Washington D.C., Marsma TNI Yose Ridha beserta istri.
Pencapaian kedua Perwira Menengah TNI AU tersebut diharapkan semakin memperkuat kontribusi TNI Angkatan Udara dalam mendukung kepentingan pertahanan negara, sekaligus memperluas wawasan strategis yang relevan dengan tantangan keamanan masa kini dan masa mendatang.

Sementara itu, komitmen TNI Angkatan Udara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia terus diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam berbagai program pendidikan dan pelatihan bertaraf internasional. Salah satu capaian tersebut diraih Perwira TNI AU, Kapten Pnb Deny Taufik Prianda, S.Tr.(Han) dari Skadron Udara 3 yang berhasil menyelesaikan International Flight Safety Officer Course di Kirtland AFB, Albuquerque, New Mexico, Amerika Serikat.
Pelatihan yang diselenggarakan oleh Air Force Safety Center (AFSEC) ini berlangsung selama 45 hari, mulai 29 April hingga 12 Juni 2026, dan diikuti oleh 17 peserta dari 12 negara.
Selama mengikuti pendidikan, para peserta memperoleh pembekalan komprehensif di bidang keselamatan penerbangan, mencakup Human Factors, Risk Management, Investigation, serta Safety Program Management. Bekal pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan diharapkan semakin memperkuat budaya keselamatan terbang dan kerja di lingkungan TNI AU, sekaligus mendukung terwujudnya TNI AU yang adaptif, modern, profesional, unggul, dan humanis. (Dwi Sasongko)