Angkatan Darat AS Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan Helikopter Apache Pascakecelakaan Fatal

Ilustrasi Helikopter AH-64 Apache Angkatan Darat AS yang ditugaskan pada Seventh Squadron, 17th Cavalry Regiment, First Air Cavalry Brigade, melaksanakan operasi udara selama latihan Combined Resolve 17 di Joint Multinational Readiness Center, Jerman, pada 26 Mei 2022. Foto: Sersan Jason Greaves/U.S. Army
Data terbaru menunjukkan bahwa helikopter Apache mengalami jumlah insiden kecelakaan dalam beberapa waktu terakhir yang lebih tinggi dibandingkan sejumlah jenis helikopter lain dalam inventaris Angkatan Darat AS.
Share the Post:

TEXAS – Angkatan Darat Amerika Serikat pada Jumat mengumumkan penghentian sementara seluruh penerbangan helikopter Apache setelah kecelakaan fatal yang terjadi di dekat Fort Hood, Texas, awal pekan ini.

“Pimpinan Angkatan Darat memerintahkan penghentian sementara kegiatan penerbangan latihan AH-64 Apache,” kata Angkatan Darat AS dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari ABCNews. ‘’Penghentian ini akan tetap berlaku hingga kami mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai akar penyebab kecelakaan. Saat ini, kami belum memiliki informasi tambahan untuk disampaikan.”

Helikopter serang Apache milik Angkatan Darat AS yang berkapasitas dua awak dan berbasis di Fort Hood “mengalami insiden saat melakukan penerbangan uji setelah pemeliharaan” pada Rabu, kemudian jatuh di sebuah lapangan dekat Fort Hood. 

Dua prajurit yang berada di dalam helikopter tersebut tewas dalam kecelakaan. Keduanya diidentifikasi sebagai Chief Warrant Officer 2 Deontre T. Huey, 34 tahun, dan Warrant Officer Seth L. Olmstead, 25 tahun.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kecelakaan tersebut. Angkatan Darat AS menyatakan bahwa tim dari U.S. Army Combat Readiness Center memimpin penyelidikan keselamatan untuk mengungkap penyebab kecelakaan.

Data terbaru menunjukkan bahwa helikopter Apache mengalami jumlah insiden kecelakaan dalam beberapa waktu terakhir yang lebih tinggi dibandingkan sejumlah jenis helikopter lain dalam inventaris Angkatan Darat AS.

Identitas Dua Pilot

Fort Hood telah mengidentifikasi dua pilot yang tewas dalam insiden pada Rabu yang melibatkan helikopter AH-64E Apache dalam kegiatan latihan di dekat Salado, Texas. Kedua prajurit tersebut adalah Chief Warrant Officer 2 Deontre T. Huey dan Warrant Officer Seth L. Olmstead.

“Hati dan belasungkawa terdalam kami sampaikan kepada keluarga para prajurit yang kami kehilangan pada Rabu,” kata Letnan Jenderal Kevin D. Admiral, Komandan III Armored Corps sekaligus Fort Hood, dalam pernyataan yang dirilis Angkatan Darat AS pada Jumat seperti dikutip dari Foxnews.

“Angkatan Darat adalah sebuah keluarga, dan tragedi seperti ini dirasakan oleh seluruh satuan dan komunitas kami,” ujarnya.

Huey bergabung dengan Angkatan Darat AS pada 2014 sebagai pengemudi kendaraan bermotor. Pada Februari 2022, ia ditugaskan di Bravo Company, 1st Battalion, 227th Aviation Regiment, 1st Air Cavalry Brigade, 1st Cavalry Division. Prajurit berusia 34 tahun tersebut berasal dari Killeen, Texas.

Sementara itu, Olmstead bergabung dengan Angkatan Darat AS pada Januari 2023 sebagai calon warrant officer dan ditugaskan ke satuan tersebut pada Oktober 2025. Prajurit berusia 25 tahun itu berasal dari Belton, Texas.

“Dalam masa-masa sulit yang akan datang, prioritas kami adalah memastikan keluarga para korban dan seluruh prajurit mendapatkan perawatan serta dukungan yang mereka butuhkan,” kata Admiral. “Kami menyediakan seluruh sumber daya yang diperlukan bagi mereka yang terdampak oleh kehilangan ini.”

Kedua prajurit tewas setelah helikopter yang mereka awaki jatuh di sebuah lapangan dekat Salado, sekitar 30 menit perjalanan dari Fort Hood. Kecelakaan tersebut memicu kebakaran hutan di sekitar lokasi sehingga membutuhkan respons darurat dalam skala besar.

Angkatan Darat AS masih melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan tersebut. “Tim investigasi keselamatan dari U.S. Army Combat Readiness Center di Fort Rucker, Alabama, tiba pada 13 Agustus dan akan memimpin penyelidikan keselamatan atas insiden tersebut,” tambah Fort Hood dalam pernyataannya. (Dwi Sasongko)