JAKARTA – Kekuatan tempur TNI Angkatan Laut kembali mendapatkan suntikan energi baru. Kapal perang terbaru, KRI Prabu Siliwangi-321, secara resmi pada Rabu (11/2) memulai perjalanannya menuju Indonesia setelah bertolak dari dermaga Base Navale Della Spezia, Italia.
Di bawah komando Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja, kapal ini dilepas dengan penuh kehormatan dalam sebuah seremoni yang dihadiri langsung oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Italia dan Vatikan, Junimart Girsang, serta Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Laksma TNI Sumarji Bimoaji.
Kehadiran para pejabat tinggi tersebut menegaskan dukungan penuh pemerintah Indonesia terhadap modernisasi alutsista TNI AL. Kapal ini diproyeksikan menjadi unsur strategis dalam menjaga kedaulatan serta kepentingan nasional di wilayah perairan Indonesia.
“Momentum ini bukan saja perlayaran menuju tanah air, melainkan langkah besar dalam penguatan postur pertahanan maritim nasional. KRI Prabu Siliwangi-321 hadir dengan kesiapan personel yang tangguh dan sistem persenjataan yang telah melalui serangkaian pengujian ketat,” kata Komandan KRI Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja dalam keterangannya.
Pelayaran dari Italia menuju Indonesia ini menandai babak baru bagi armada TNI AL. Dengan teknologi terkini yang diusungnya, KRI Prabu Siliwangi-321 siap mengemban tugas sebagai garda terdepan di samudera, memastikan kedaulatan NKRI tetap tegak berdiri.
Kehadiran kapal perang terbaru ini selaras dengan pernyataan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dimana modernisasi alutsista menjadi salah satu prioritas TNI AL dalam menghadapi berbagai tantangan guna menjaga kedaulatan di laut Negara Kesatuan Republik Indonesia.
KRI Prabu Siliwangi-321 merupakan kapal perang terbesar dan termutakhir yang dimiliki Indonesia saat ini. Dibangun oleh galangan kapal Fincantieri, kapal ini dilengkapi teknologi modern, sistem persenjataan canggih, serta memiliki kemampuan tempur dan manuver tinggi.
Kapal ini memiliki panjang 143 m, lebar 16,5 m, draft 5,2 m, max speed 32 knots dengan pendorongan combine diesel, electric dan gas turbin. Selain itu senjata yang dimiliki yaitu SAM: 16 VL Sistem, SSM : 8 Teseo Mk-2E, Meriam 127 mm, Meriam 76 mm dan torpedo.
Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat postur pertahanan laut nasional, khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur, serta mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AL dalam menjaga kedaulatan dan keamanan perairan NKRI.
Kehadiran KRI Prabu Siliwangi-321 ke dalam pangkuan TNI AL menjadi tonggak penting modernisasi alutsista matra laut dan mencerminkan komitmen TNI AL untuk terus meningkatkan kesiapan operasional dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keamanan maritim Indonesia. (Dwi Sasongko)