Jakarta – Hubungan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Republik Korea terus menunjukkan perkembangan yang positif. Sebagai bagian dari upaya mempererat kemitraan tersebut, Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, H.E. Yoon Soon Gu, di Kantor Kementerian Pertahanan pada Selasa (14/7/2026).
Pertemuan membahas tentang langkah konkret untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Republik Korea di bidang pertahanan, termasuk rencana pertemuan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan dalam format 2+2, kerja sama pendidikan dan pelatihan, serta pengembangan sistem pertahanan udara.
Lebih lanjut dalam pertemuan ini kedua pihak membahas tentang kerja sama industri pertahanan yang harus diarahkan pada kemajuan proyek nyata, penyelesaian berbagai aspek teknis, transfer pengetahuan dan teknologi, serta manfaat yang seimbang bagi kedua negara.
‘’Pertemuan ini mencerminkan komitmen Indonesia dan Republik Korea untuk terus memperkuat kemitraan strategis yang telah terjalin, sekaligus mendorong kerja sama pertahanan yang lebih erat,’’ demikian rilis dari Biro Infohan Setjen Kemhan.
Adapun Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan pertemuan tersebut membahas sejumlah langkah konkret untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Korea Selatan di bidang pertahanan.
“Pertemuan membahas langkah konkret untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Republik Korea di bidang pertahanan, termasuk rencana pertemuan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan dalam format 2+2, kerja sama pendidikan dan pelatihan, serta pengembangan sistem pertahanan udara,” kata Sjafrie melalui keterangan pada akun Instagram resminya @sjafrie.sjamsoeddin.
Lebih jauh Sjafrie menjelaskan, Korea Selatan merupakan mitra strategis yang memiliki kemampuan di bidang teknologi pertahanan sehingga kerja sama kedua negara perlu terus diperkuat.
Menurut dia, pengembangan kerja sama difokuskan pada penguatan industri pertahanan dalam negeri melalui pengembangan teknologi pertahanan. “Kerja sama industri pertahanan harus diarahkan pada kemajuan proyek yang nyata, penyelesaian berbagai aspek teknis, transfer pengetahuan dan teknologi, serta manfaat yang seimbang bagi kedua negara,” papar Sjafrie.
Sjafrie berharap kerja sama pertahanan yang semakin erat dapat memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan sekaligus memberikan manfaat bagi pengembangan kemampuan pertahanan kedua negara. (Dwi Sasongko)