Guys, 35 perwira TNI AD pecah bintang dari kolonel menjadi jenderal bintang satu alias Brigadir Jenderal (Brigjen). Hal tersebut terungkap dalam Laporan Korps Kenaikan Pangkat Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat yang dipimpin Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Mabesad, Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan kenaikan pangkat tersebut merupakan bentuk penghargaan negara atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian para perwira tinggi dalam mengemban tugas bagi kepentingan bangsa dan negara.
“Pangkat yang disandang bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan tanggung jawab yang semakin besar untuk memberikan karya terbaik bagi TNI Angkatan Darat, TNI, bangsa, dan negara,” tegas Kasad dalam keterangannya.
Kasad juga mengingatkan agar setiap pati dapat menjadi teladan di lingkungan tugasnya masing-masing dengan menjaga soliditas organisasi, memperkuat sinergi, serta terus beradaptasi terhadap dinamika lingkungan strategis yang berkembang semakin cepat. Menurutnya, kepemimpinan yang visioner, berkarakter, dan berorientasi pada kepentingan organisasi menjadi modal utama dalam menjawab berbagai tantangan tugas ke depan.
Pada kesempatan tersebut, Kasad turut menyampaikan apresiasi kepada para istri dan keluarga Pati yang senantiasa memberikan doa, dukungan, dan pengorbanan selama para perwira menjalankan tugas pengabdian. Menurutnya, keberhasilan seorang prajurit tidak terlepas dari peran keluarga yang menjadi sumber semangat dan kekuatan dalam melaksanakan setiap amanah.
Melalui kenaikan pangkat ini, Kasad berharap seluruh Perwira Tinggi TNI Angkatan Darat semakin meningkatkan dedikasi, loyalitas, dan profesionalisme dalam mengemban setiap tugas serta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan organisasi, memperkuat sistem pertahanan negara, dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap TNI Angkatan Darat.
Berikut 35 perwira yang kini menyandang pangkat brigjen tersebut:
Brigjen TNI Dr. Yermia Hendarwoto, Brigjen TNI Andreas Daru Ismantoro, Brigjen TNI dr. Librantoro, Brigjen TNI Wahyu Handoyo, Brigjen TNI Ardianto, Brigjen TNI Hery Setiyanto, Brigjen TNI Yarnedi Mulyadi, Brigjen TNI Setiawan Arismunandar, Brigjen TNI Hery Setiono, Brigjen TNI Nurjanah Suat, Brigjen TNI Dr. Heri Wijanarko, Brigjen TNI Rachmady Barungsinang, Brigjen TNI Budi Pamudji, Brigjen TNI Persada Alam, Brigjen TNI I Nyoman Yudhana Dewata Putra, Brigjen TNI Dr. Hendra Wulan, Brigjen TNI Amrul Huda.
Selanjutnya ada Brigjen TNI Perry Sandhi Sitompul, Brigjen TNI Lukman Hakim, Brigjen TNI Raymond Lambok Malindo S., Brigjen TNI Raden Yoga Raharja, Brigjen TNI Kamil Bahren Pasha, Brigjen TNI Gilang Lengkana Gumilang T, Brigjen TNI Kristian Wisnu Wardana, Brigjen TNI Enrico Christianto, Brigjen TNI Yoki Malinton K., Brigjen TNI Setiya Asmara, Brigjen TNI Bachtiar Susanto, Brigjen TNI Gustiawan Ferdianto, Brigjen TNI Dr. Nur Rohman Zein, Brigjen TNI Muhamad Dariyanto, Brigjen TNI Gusti Nyoman Suriastawa, Brigjen TNI Dedik Ermanto, Brigjen TNI Nurdihin Adi Nugroho, dan Brigjen TNI Wahyu Handoyo.
Selain kenaikan 35 kolonel menjadi brigjen di atas, dalam kesempatn itu, ada satu perwira tinggi naik menjadi berpangkat Letnan Jenderal dan sembilan pati menjadi Mayor Jenderal. Mereka adalah Letjen TNI Robi Herbawan, Mayjen TNI Abu Hanifah Nur, Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus, Mayjen TNI Edi Nurhabad, Mayjen TNI Tjahjono Prasetyanto, Mayjen TNI Dr. Triadi Murwanto, Mayjen TNI Dr. Fitry Taufiq Sahary, Mayjen TNI Dr. Esron Sinambela, Mayjen TNI Muhammad Nas, dan Mayjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang. Jadi total ada 45 perwira tinggi yang masuk daftar kenaikan pangkat. (Dwi Sasongko)