BANDUNG – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan pentingnya menajamkan critical thinking dan membangun karakter pemimpin yang visioner bagi para perwira TNI AD. Penegasan tersebut disampaikan Kasad saat memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Gedung Gatot Subroto Seskoad, Selasa (24/2/2026).
Kasad menyampaikan pembekalan tersebut kepada 271 Perwira Siswa, terdiri dari 262 orang yang mengikuti secara tatap muka dan 9 orang secara daring. Kegiatan diawali dengan sambutan Komandan Seskoad Mayjen TNI Dr. Agustinus Purboyo, serta pemutaran video profil Kasad.
Dalam paparannya, Kasad menekankan bahwa tantangan geopolitik global yang semakin kompleks menuntut lahirnya pemimpin TNI AD yang tidak hanya tangguh secara operasional, tetapi juga memiliki cara berpikir kritis, adaptif, dan visioner. ‘’Kemampuan membaca situasi strategis, merumuskan solusi inovatif, serta mengambil keputusan yang tepat menjadi kunci kepemimpinan masa depan,’’ ungkap Maruli dalam keterangannya.
Dikaitkan dengan visi “Indonesia Emas 2045”, Kasad menyoroti pentingnya pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, optimalisasi potensi sumber daya alam, serta transformasi industri melalui hilirisasi dan pemanfaatan teknologi digital. Ia juga memaparkan dinamika ancaman strategis, baik eksternal maupun internal, serta arah Kebijakan Pertahanan Negara Tahun 2026, termasuk rasio anggaran pertahanan dan rencana pengembangan kekuatan matra darat.
Dalam konteks pembentukan kepemimpinan, Kasad menegaskan bahwa Seskoad harus menjadi kawah candradimuka yang menajamkan kemampuan critical thinking melalui tahapan ide, riset, diskusi, presentasi, hingga eksekusi.
Implementasi 11 asas kepemimpinan menjadi fondasi dalam membentuk karakter pemimpin yang adil, bijaksana, mampu membangun kerja sama tim, serta mengedepankan prinsip lead is to serve sebagai wujud pengabdian. ‘’Penerapan reward and punishment secara proporsional juga ditekankan sebagai bagian dari tata kelola organisasi yang profesional dan berintegritas,’’ paparnya.
Selain itu, Kasad mengingatkan pentingnya menjaga basic skills keprajuritan, memperbanyak literasi, memperluas wawasan, serta meningkatkan kemampuan komunikasi publik agar mampu menjelaskan kebijakan dan program pemerintah secara tepat kepada masyarakat.
Di akhir pembekalannya, Maruli berharap para Perwira Siswa Seskoad mampu menjadi pemimpin visioner yang berkarakter kuat, berintegritas, dan mampu membawa organisasi TNI AD semakin adaptif serta relevan dalam menghadapi tantangan masa depan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Irjenad, para Asisten Kasad, Kadispenad, Komandan Seskoad, para Pejabat Utama Seskoad, para Kepala Departemen, Patun, serta Tenaga Pendidik.
Kepemimpinan yang Adaptif dan Berkarakter
Sementara itu, di Bandung, Kasad juga memberikan pembekalan kepada peserta pendidikan calon komandan satuan di Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) TNI AD, Bandung, Rabu (25/2/2026). Pembekalan ini bertujuan memperkuat kepemimpinan satuan serta menyiapkan perwira yang berintegritas dan profesional dalam membangun institusi dan negara.
Peserta pembekalan terdiri dari siswa Pendidikan Komandan Korem (Dikdanrem), Komandan Rindam (Dikdanrindam), Komandan Brigade (Dikdanbrig), Komandan Kodim (Dikdandim), Komandan Batalyon (Dikdanyon), Wakil Komandan Batalyon (Dikwadanyon), serta Pendidikan Lanjutan Perwira (Diklapa) Infanteri.
Dalam pembekalannya, Kasad menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai kejuangan. Setiap perwira TNI AD dituntut memiliki integritas moral, loyalitas, serta kemampuan mengambil keputusan yang tepat di tengah dinamika tantangan tugas yang semakin kompleks.
Kasad juga menyampaikan bahwa para perwira yang saat ini menjalani pendidikan calon komandan satuan ini, kelak akan menjadi juru bicara pemerintah dalam menyampaikan informasi positif kepada masyarakat di seluruh Indonesia.
“Saya sangat antusias dengan kebijakan Presiden sekarang, supaya jangan ada lagi ilegal-ilegal. Jadi ini harus kita mengerti semua. Anda akan menyebar di seluruh Indonesia, orang-orang di daerah berharap, Anda dapat menjadi sumber informasi, sehingga seluruh masyarakat memiliki kesamaan pemahaman untuk mempertahankan NKRI,“ ujar Kasad.
Menurut Kasad, profesionalisme prajurit TNI AD harus senantiasa dibangun sejalan dengan kemajuan teknologi dan perubahan lingkungan strategis. Para perwira diharapkan mampu memahami mekanisme latihan dan perlengkapan latihan serta menguasai taktik dan strategi sesuai perkembangan dinamika global. Ia juga mengingatkan pentingnya peran perwira sebagai teladan bagi anggotanya.
‘’Keteladanan dalam disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap kesejahteraan prajurit dan keluarga menjadi faktor kunci dalam menciptakan soliditas dan moril satuan yang kuat dengan landasan loyalitas tegak lurus,’’ tandas Maruli. (Dwi Sasongko)