Menuju Venice Biennale 2026, Menteri Kebudayaan Dukung Seniman Tampilkan Wajah Indonesia ke Dunia

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon melakukan diskusi bersama sejumlah seniman yang akan tampil pada Venice Biennale 2026. Bertempat di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, pada Kamis (5/3/2026). Foto: Kemenbud
Venice Biennale merupakan ajang yang sangat penting bagi perkembangan seni rupa dunia sekaligus menjadi ruang strategis untuk menampilkan wajah Indonesia kepada publik internasional.
Share the Post:

JAKARTA – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan diskusi bersama sejumlah seniman yang akan tampil pada Venice Biennale 2026. Bertempat di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, diskusi ini membahas kesiapan kontingen seni rupa Indonesia yang akan mengikuti ajang seni rupa internasional di Venice.

Pameran utama Venice Biennale 2026 akan dibuka untuk publik pada 9 Mei 2026 dan berlangsung hingga 22 November 2026. Pada edisi kali ini, Paviliun Indonesia direncanakan berada di sebuah bangunan sekolah grafis di Venesia, berbeda dengan beberapa ajang sebelumnya yang menempati area utama.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan bahwa Venice Biennale merupakan ajang yang sangat penting bagi perkembangan seni rupa dunia sekaligus menjadi ruang strategis untuk menampilkan wajah Indonesia kepada publik internasional. “Ini adalah satu kesempatan juga untuk promosi budaya kita. Karena banyak sekali talenta, bakat, dan juga tentu seniman budayawan yang hebat,” jelas Menbud Fadli Zon dalam keterangannya.

Selain karya para seniman, Paviliun Indonesia juga direncanakan menampilkan berbagai buku seni rupa Indonesia sebagai bagian dari ruang referensi selama pameran berlangsung. Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa kehadiran buku-buku tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan tradisi seni rupa Indonesia kepada pengunjung internasional. Melalui buku-buku tersebut, pengunjung dapat melihat kekayaan genre, gaya, dan mazhab seni rupa Indonesia yang sangat beragam. 

Menbud juga menjelaskan bahwa seni rupa di Indonesia merupakan warisan tradisi nenek moyang. “Baru saja tanggal 22 Januari, lukisan purba tertua di dunia dinyatakan ada di Indonesia, umurnya 67.800 tahun. Jadi tradisi (seni rupa) itu bukan tradisi baru, tapi tradisi panjang yang ada di Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatra,” papar Fadli Zon.

Menteri Kebudayaan telah menunjuk Aminuddin TH Siregar, yang akrab disapa Ucok dan juga merupakan kurator Galeri Nasional Indonesia, sebagai kurator Paviliun Indonesia. Indonesia direncanakan akan mengirimkan 14 perupa untuk memamerkan karya. 

Aminuddin TH Siregar menjelaskan bahwa konsep presentasi Indonesia juga akan menampilkan konteks sejarah dan visual seni rupa Indonesia melalui berbagai referensi grafis dan arsip visual.

“Gagasannya adalah memperlihatkan beberapa karya grafis yang terkait dengan Indonesia di masa lalu, termasuk buku-buku tua, litografi, dan berbagai materi visual lain yang dapat memberikan gambaran tentang perkembangan seni rupa Indonesia,” jelasnya.

Turut mendampingi Menteri Kebudayaan pada kesempatan tersebut, yakni Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo; Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D Retno Astuti; dan Direktur Promosi Kebudayaan, Undri.

Partisipasi Indonesia dalam Venice Biennale 2026 merupakan bagian dari penguatan ekosistem seni dalam kerangka Manajemen Talenta Nasional yang dikembangkan oleh Kementerian Kebudayaan. Program ini mencakup lima ekosistem utama, yaitu sastra, seni rupa, seni pertunjukan, film, dan musik. Proses pemilihan seniman yang akan mengikuti Venice Biennale 2026 telah dilakukan melalui kurasi yang ketat untuk menjaring talenta muda dan memperluas jejaring mereka di tingkat global.

Indonesia dipastikan akan kembali berpartisipasi dalam ajang seni rupa internasional Venice Biennale 2026 setelah sempat absen selama enam tahun. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari strategi diplomasi budaya dan penguatan soft power pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan untuk memperkenalkan seni dan budaya Indonesia di panggung dunia.

Melalui partisipasi di Venice Biennale 2026, pemerintah berharap seni rupa Indonesia semakin dikenal secara luas di tingkat internasional sekaligus membuka ruang kolaborasi dan jejaring global bagi para seniman Indonesia. (Dwi Sasongko)