Respons Serangan AS dan Israel ke Iran, TNI Tetapkan Siaga 1 bagi Seluruh Jajaran 

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat upacara HUT Kostrad di Markas Divisi Infanteri 1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jumat (6/3/2026). Panglima TNI mengeluarkan Telegram Nomor TR/283/2026 yang berisi perintah siaga 1 bagi seluruh jajaran TNI. Foto: Dispenau
Perintah siaga 1 bagi seluruh jajaran TNI terdiri dari 7 instruksi.
Share the Post:

JAKARTA – Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke sejumlah wilayah Iran pada 28 Februari 2026, direspons cepat pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pun mengeluarkan Telegram Nomor TR/283/2026 yang berisi perintah siaga 1 bagi seluruh jajaran TNI.

Telegram tersebut diteken oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun di Jakarta pada 1 Maret 2026 atau sehari setelah serangan AS dan Israel ke Iran. Merujuk dokumen yang didapatkan Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS), menyebut terdapat tujuh instruksi penting bagi TNI. Hal itu merespons perkembangan situasi global konflik di kawasan Timur Tengah dan pertimbangan pimpinan TNI terhadap situasi dalam negeri.

Ketujuh instruksi tersebut, terdiri atas:

Pertama: Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI menyiagakan personel dan alutsista di jajarannya dan melaksanakan patroli di objek vital (obvit) strategis dan sentra perekonomian. Hal itu termasuk di bandara, pelabuhan laut/sungai, stasiun kereta, dan terminal bus, serta kantor PLN.

Kedua: Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) melaksanakan deteksi dini dan pengamatan udara secara terus-menerus selama 24 jam.

Ketiga: Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI memerintahkan atase pertahanan (athan) RI di negara yang terdampak untuk mendata dan memetakan serta merencakana evakuasi warga negara Indonesia (WNI) bila diperlukan serta berkoordinasi dengan Kemenlu (Kementerian Luar Neger), KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia), dan otoritas terkait sesuai eskalasi dikawasan Timur Tengah.

Keempat: Kodam Jaya/Jayakarta agar melaksanakan patroli di tempat-tempat obvit (objek vital) strategis dan kedutaan-kedutaan serta mengantisipasi perkembangan situasi dalam menjaga kondusitivitas di wilayah DKI Jakarta.

Kelima: Satuan intelijen TNI melaksanakan deteksi dini dan cegah dini adanya kelompok di tempat-tempat obvit strategis dan kedutaan-kedutaan serta mengantisipasi perkembangan situasi dalam menjaga kondusivitas di wilayah DKI Jakarta.

Keenam: Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) melaksanaan siaga di satuan masing-masing. 

Ketujuh: Laporkan setiap perkembangan situasi yang terjadi kepada Panglima TNI pada kesempatan. 

Telegram ini ditujukkan kepada KSAD, KSAL, KSAU, Kasum TNI, Irjen TNI, Asrenum, Asops Panglima TNI, Para Pangkotamaops TNI, Dansesko TNI, Danjen Akademi TNI, Kabais TNI, Dankodiklat TNI, Koorsahli Panglima TNI, Asintel, Aspers, Aslog, Aster, Askomlek, Panglima TNI, Para Dan/Kabalakpus Mabes TNI, Dansatkomlek, Kapusdalops, Kasetum TNI, Dandenma Mabes TNI. (Dwi Sasongko)