Menlu RI Bertemu Dubes Negara Teluk dan Yordania Bahas Perkembangan Timur Tengah

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menerima para Duta Besar negara-negara Teluk dan Yordania di Jakarta untuk membahas perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang tengah mengalami eskalasi (9/3). Foto : Kemlu
Menlu RI menyampaikan keprihatinan mendalam Indonesia terhadap eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang berpotensi meningkatkan ketidakpastian keamanan, baik di tingkat regional maupun global.
Share the Post:

JAKARTA –  Menteri Luar Negeri RI Sugiono menerima para Duta Besar negara-negara Teluk dan Yordania di Jakarta untuk membahas perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang tengah mengalami eskalasi (9/3). Pertemuan dihadiri oleh Duta Besar Bahrain, Arab Saudi, Oman, dan Yordania, serta perwakilan Kedutaan Besar Perserikatan Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar. 

Pertemuan ini diinisiasi oleh Duta Besar Bahrain, selaku perwakilan negara yang saat ini memegang Presidensi Gulf Cooperation Council (GCC). Para Duta Besar dan Perwakilan Kedubes GCC menyampaikan perkembangan situasi keamanan di negara masing-masing serta pandangan negara-negara GCC terkait dinamika kawasan. 

Mereka juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif Presiden dan Menlu RI yang telah melakukan komunikasi melalui sambungan telepon dengan para pemimpin dan Menteri Luar Negeri negara-negara GCC dan Yordania.

Menlu RI menyampaikan keprihatinan mendalam Indonesia terhadap eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang berpotensi meningkatkan ketidakpastian keamanan, baik di tingkat regional maupun global. ‘’Indonesia mendorong seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog serta diplomasi sebagai satu-satunya jalan yang berkelanjutan untuk mencapai de-eskalasi dan stabilitas jangka panjang,’’ kata Sugiono dalam Kemlu.go.id.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia juga menegaskan kesiapan untuk berkontribusi secara konstruktif dalam upaya perdamaian, termasuk sebagai honest broker, untuk memfasilitasi dialog apabila disepakati oleh pihak-pihak terkait. Indonesia turut menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara, hukum internasional, serta pelindungan masyarakat sipil.

Sugiono juga menyampaikan perhatian terhadap keselamatan WNI di kawasan, yang saat ini berjumlah 495 ribu orang di negara GCC dan Yordania, serta mengharapkan dukungan negara-negara setempat dalam memastikan pelindungan mereka.

Kemlu Evakuasi WNI 

Kementerian Luar Negeri memfasilitasi evakuasi bertahap 32 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. WNI yang mengikuti evakuasi Gelombang I terdiri atas: 10 WNI Pekerja, 1 Pengajar/Jurnalis, 14 Pelajar/Mahasiswa, 2 PMI, dan 5 Turis (10/3).

Kepulangan dibagi menjadi 2 kloter. Kloter pertama sebanyak 22 WNI yang telah tiba dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada hari ini Selasa, 10 Maret 2026 pukul 18.00 WIB setelah menempuh perjalanan dari Baku, Azerbaijan. Sementara itu kloter kedua 10 WNI dari Iran diperkirakan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu, 11 Maret 2026.

Setibanya di Tanah Air, para WNI tersebut disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri, Sugiono. “Kami mengucapkan selamat datang kembali ke Indonesia dan selamat berkumpul bersama keluarga” ujar Menlu Sugiono saat menyambut para WNI yg di evakuasi.

Menlu Sugiono juga menambahkan di tengah perkembangan situasi di Iran dan kawasan, prioritas Pemerintah Indonesia adalah untuk memastikan keselamatan para WNI yang berada di kawasan. “Sejak konflik berlangsung, Kementerian Luar Negeri bersama Perwakilan RI di Timur Tengah terus berkoordinasi secara erat untuk memantau situasi, melakukan pendataan WNI, serta membahas langkah-langkah kontinjensi,” ujar Menlu

Para WNI tersebut selanjutnya akan dibantu Pemerintah Daerah untuk melanjutkan perjalanan ke daerah asal masing-masing. 

Evakuasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Indonesia khususnya Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI di luar negeri, dalam hal ini KBRI Tehran dan KBRI Baku dalam memastikan keselamatan dan pelindungan WNI di luar negeri, khususnya di wilayah yang terdampak konflik.

Berdasarkan catatan KBRI Tehran, jumlah WNI yang tercatat berada di Iran adalah 329 orang, yang mayoritas berstatus sebagai pelajar atau mahasiwa dengan konsentrasi utama di Kota Qom, dan sisanya adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan para ekspatriat. (Dwi Sasongko)