SYDNEY – Dalam rangka mempererat hubungan persahabatan dan kerja sama antarangkatan laut dunia atau navy brotherhood, TNI AL menggelar kegiatan deck reception di atas KRI Raden Eddy Martadinata (REM-331) pada pelaksanaan Latihan Bersama (Latma) Kakadu 2026 yang berlangsung di geladak heli KRI REM-331 yang tengah bersandar di dermaga HMAS Kuttabul FBE 6 Pocket 2, Sydney, Australia, Minggu (22/3/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Latma Kakadu 2026 yang bertujuan untuk meningkatkan interoperabilitas serta memperkuat diplomasi pertahanan antarnegara sahabat. Melalui deck reception, TNI AL memanfaatkan momentum ini sebagai sarana membangun komunikasi yang lebih erat, sekaligus memperkenalkan budaya maritim Indonesia kepada para peserta latihan dari berbagai negara.
Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang dibacakan oleh Pati Sahli Kasal Tk. III Bidang Diplomasi, Hukum, Intelijen, dan Hubungan Internasional Laksda TNI Dr. Antonius Widyoutomo, menyampaikan bahwa kerja sama pertahanan dan hubungan diplomasi maritim antara Indonesia dan negara-negara sahabat telah berlangsung lama dan terus berkembang secara konstruktif.
“Melalui dialog strategis, latihan bersama, dan interaksi profesional yang berkelanjutan, kami secara terus menerus menunjukkan komitmen kami untuk memperkuat kepercayaan timbal balik dan berkontribusi pada stabilitas regional,” kata Laksda TNI Dr. Antonius Widyoutomo dalam keterangannya.
Lebih lanjut, Antonius menegaskan penekanan Kasal bahwa dalam konteks yang lebih luas, Latma Kakadu bukan hanya latihan taktis-operasional. “Kegiatan ini memiliki nilai strategis sebagai platform untuk meningkatkan interoperabilitas, memperdalam profesionalitas, dan membangun pemahaman bersama, di antara angkatan laut negara-negara Indo-Pasifik,” tandasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni Kepala Staf Angkatan Laut Australia Vice Admiral Mark Hammond, Panglima Komando Armada II Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya, Atase Pertahanan RI untuk Australia Laksma TNI Novera Budi, Komandan KRI REM-331 Letkol Laut (P) Andi Kristanto selaku Dansatgas Kakadu 2026, serta perwakilan dari negara-negara peserta Latma Kakadu 2026, di antaranya Australia, Thailand, Korea Selatan, Jepang, Filipina, Prancis, Singapura, Amerika Serikat, Selandia Baru, Kanada, Papua Nugini, dan Kepulauan Cook.

34 Kapal Perang dari 20 Negara
Seperti diketahui, TNI AL mengirimkan KRI Raden Eddy Martadinata-331(KRI REM-331) dalam memperkuat diplomasi maritim internasional melalui partisipasi aktif pada International Fleet Review (IFR) dan Latihan Bersama (Latma) Multilateral Kakadu 2026 yang diselenggarakan di Sydney, Australia.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang diwakili oleh Pati Sahli Kasal Tingkat III Bidang Diplomasi, Hukum, Intelijen, dan Hubungan Internasional Laksda TNI Dr. Antonius Widyoutomo selaku Head of Delegation (HOD), didampingi oleh Panglima Komando Armada II Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya serta Atase Pertahanan RI untuk Australia Laksma TNI Novera Budi, menghadiri pelaksanaan IFR dalam rangka peringatan HUT ke-125 Royal Australian Navy yang digelar di Sydney Harbour.
Turut hadir dalam kegiatan IFR kali ini sejumlah pejabat tinggi Australia, antara lain Hon Richard Marles selaku Deputy Prime Minister (DPM) Ms. Sam Mostyn AC selaku Governor‑General of Australia, Admiral David Johnston AC RAN selaku Chief of the Defence Force (CDF), Vice Admiral Mark Hammond AO RAN selaku Chief of Navy, serta Lieutenant General Simon Stuart AO, DSC selaku Chief of Army.
Dalam kegiatan ini, TNI AL mengerahkan KRI Raden Eddy Martadinata-331(KRI REM-331) yang dikomandani oleh Kolonel Laut (P) Andi Kristanto selaku Dansatgas Kakadu 2026. IFR diikuti oleh lebih dari 34 kapal perang dari 20 negara, antara lain Indonesia, Australia, Amerika Serikat, India, Singapura, Malaysia, Jepang, dan Kanada. Usai pelaksanaan IFR, seluruh negara peserta akan melanjutkan rangkaian Latihan Multilateral Kakadu, yang terdiri atas Harbour Phase dan Sea Phase. Pada Harbour Phase, yang dimulai pada 22 sampai dengan 24 Maret 2026, seluruh kapal perang akan sandar di Sydney untuk melaksanakan Exercise Brief, olahraga bersama, serta Deck Reception yang dihadiri perwakilan angkatan laut negara peserta.
Selanjutnya, Sea Phase akan dilaksanakan di Eastern Australia Exercise Area mulai 25 sampai dengan 28 Maret 2026. Pada fase ini, KRI REM-331 bersama 21 kapal dari 12 negara akan melaksanakan berbagai serial latihan, meliputi Latihan Peperangan Anti Kapal Permukaan, Penembakan Meriam 76 mm, Peperangan Anti Kapal Selam, serta Replenishment at Sea (RAS). Pada tahap ini, profesionalisme dan kemampuan prajurit diuji dalam melaksanakan seluruh serial latihan secara terpadu.
Kegiatan ini diharapkan menjadi forum strategis yang mempertemukan para pimpinan angkatan laut dari berbagai negara untuk mempererat hubungan kerja sama, meningkatkan saling pengertian, serta memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan maritim kawasan. Momentum ini dimanfaatkan TNI AL untuk memperluas jejaring kerja sama dan memperkokoh peran Indonesia dalam percaturan maritim global. (Dwi Sasongko)