Tiba Lebih Cepat dari Perkiraan, KRI Prabu Siliwangi-321 Siap Perkuat TNI AL 

Kedatangan KRI Prabu Siliwangi-321 di Selat Sunda disambut oleh KRI Bung Karno-369 dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada I dengan passing exercise ( Passex) suatu manuver laut yang menunjukkan profesionalisme serta kesiapsiagaan unsur TNI Angkatan Laut. Foto: Dispenal
Kapal berlayar melalui rute Afrika dengan mengelilingi Benua Hitam sebelum memasuki perairan Indonesia. Rute tersebut dipilih sebagai jalur pelayaran strategis sekaligus uji ketahanan kapal dalam pelayaran jarak jauh lintas samudra.
Share the Post:

JAKARTA – Setelah perjalanan panjang dari Italia, KRI Prabu Siliwangi-321 akhirnya tiba di Tanah Air. Kapal besutan galangan ternama Italia, Fincantieri ini telah memasuki perairan Indonesia yaitu di Selat Sunda sebagai bagian akhir dari rangkaian pelayaran Operasi Penyeberangan Jala Raksa-26. Kedatangan kapal perang yang mempunyai panjang 143 meter dan lebar 16,5 meter ini lebih cepat dari perkiraan awalnya pada awal April. 

Keterangan dari Dispenal menyebut kehadiran kapal disambut oleh KRI Bung Karno-369 dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada I dengan passing exercise ( Passex) suatu manuver laut yang menunjukkan profesionalisme serta kesiapsiagaan unsur TNI Angkatan Laut.

Pelaksanaan Passex berlangsung dengan lancar dan penuh semangat, mencerminkan interoperabilitas serta soliditas antar unsur dalam melaksanakan prosedur taktis di laut. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi, komunikasi, serta kesiapan operasional antar kapal perang dalam menjaga kedaulatan yurisdiksi Indonesia.

Setelah rangkaian kegiatan di laut, KRI Prabu Siliwangi-321 selanjutnya melanjutkan pelayaran menuju Dermaga Panjang, Lampung untuk melaksanakan bekal ulang. Kedatangan kapal ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat postur pertahanan maritim nasional serta menandai keberhasilan pelayaran lintas samudera yang telah dilaksanakan dengan melewati Samudera Atlantik dan Samudera Hindia.  

Sebelum berangkat dari Italia ke Indonesia, KRI Prabu Siliwangi-321 sudah melakoni beberapa latihan dan uji tembak di laut Italia. Foto: Dispenal

Seperti diketahui, KRI Prabu Siliwangi-321 resmi meninggalkan Italia dan tengah menempuh pelayaran panjang menuju Indonesia pada Februari 2026. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Muhammad Ali, menjelaskan bahwa kapal berlayar melalui rute Afrika dengan mengelilingi Benua Hitam sebelum memasuki perairan Indonesia. Rute tersebut dipilih sebagai jalur pelayaran strategis sekaligus uji ketahanan kapal dalam pelayaran jarak jauh lintas samudra.

“KRI Prabu Siliwangi sudah berangkat kemarin ya, kemudian karena melalui jalur Afrika, mengelilingi Afrika, jadi mungkin sampai di Indonesia awal April,” kata Ali saat jumpa pers di Markas Puspomal, Jakarta Utara, Kamis (12/2/2025).

Ali mengatakan kapal buatan galangan asal Italia Fincantieri itu diawaki oleh personel TNI AL yang sebelumnya sudah menjalani pelatihan di Italia.

Sebelum berangkat dari Italia ke Indonesia, KRI Prabu Siliwangi-321 sudah melakoni beberapa latihan dan uji tembak di laut Italia. Kasal menyebut seluruh uji coba dan latihan itu berhasil dilakukan. Setelah sampai di Indonesia, KRI Prabu Siliwangi-321 diharapkan dapat bergabung dengan kapal AL dengan jenis dan asal galangan yang sama, KRI Brawijaya-320 di Koarmada II.

Penyerahan KRI Prabu Siliwangi-321 menjadi tonggak penting modernisasi alutsista matra laut dan mencerminkan komitmen TNI AL untuk terus meningkatkan kesiapan operasional dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keamanan maritim Indonesia. 

KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321 seperti saudara. Keduanya memiliki spesifikasi dan kecanggihan yang sama. Kedua kapal perang ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dengan Fincantieri, salah satu perusahaan galangan kapal terkemuka di dunia.

Kapal ini memiliki panjang 143 m, lebar 16,5 m, draft 5,2 m, max speed 32 knots dengan pendorongan combine diesel, electric dan gas turbin. Selain itu senjata yang dimiliki yaitu SAM: 16 VL Sistem, SSM : 8 Teseo Mk-2E, Meriam 127 mm, Meriam 76 mm dan torpedo.

Nama KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi terinspirasi dari raja-raja Nusantara yang dipilih dengan harapan agar kapal-kapal ini kelak menjadi legenda baru yang berkontribusi besar bagi kejayaan bangsa. Untuk diketahui, KRI Brawijaya-320 tiba di Dermaga 107, Pelabuhan JICT 107 Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada hari Senin (8/9/2025). 

KRI Brawijaya-320 yang dikomandani oleh Kolonel Laut (P) John David Nalasakti Sondakh ini diawaki oleh 160 prajurit. Sejak diberangkatkan dari Italia, kapal ini telah menempuh pelayaran sejauh 9.189 Nm selama 23 hari, dengan menyinggahi beberapa negara, yaitu Turki, Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Sri Lanka.

Sebagai kapal perang multifungsi atau Multi Purpose Combat Ship, KRI Brawijaya -320 memiliki kemampuan peperangan empat dimensi: anti-udara, anti-kapal permukaan, anti-kapal selam, dan peperangan elektronika. Kapal sepanjang 143 meter ini mampu melaju hingga kecepatan 32 knot dan dilengkapi persenjataan canggih. Kini KRI Prabu Siliwangi  sudah menyusul kembarannya, KRI Brawijaya-320, untuk ikut menjaga kedaulatan laut Nusantara. Jalesveva Jayamahe! (Dwi Sasongko)