Temuan Awal PBB Sebut Israel dan Hizbullah Sebagai Penyebab Gugurnya Tiga TNI 

Tiga personel penjaga perdamaian Indonesia yang gugur saat menjalankan tugas pada United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon saat tiba di Tanah Air. Foto: Puspen TNI
Proses investigasi penuh oleh PBB masih berlangsung, termasuk prosedur yang diperlukan serta keterlibatan dengan para pihak terkait.
Share the Post:

NEW YORK – Tiga personel TNI yang tergabung Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (Unifil) gugur pada akhir Maret 2026. Dilaporkan The Journal, kesimpulan PBB, kemungkinan besar mereka gugur akibat tembakan tank Israel dalam satu insiden dan alat peledak improvisasi Hizbullah dalam insiden lainnya, menurut penyelidikan PBB yang dibagikan pada 7 April 2026.

“Kami telah meminta kepada pihak-pihak terkait agar kasus-kasus tersebut diselidiki dan dituntut oleh otoritas nasional untuk membawa para pelaku ke pengadilan dan memastikan pertanggungjawaban pidana atas kejahatan terhadap pasukan penjaga perdamaian,” kata Juru Bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric, kepada wartawan.

Pada 29 Maret 2026, satu personel TNI gugur dan tiga lainnya terluka akibat proyektil yang meledak di dekat posisi Pos Unifil, Lebanon selatan. Keesokan harinya, dua TNI gugur akibat ledakan yang menghancurkan kendaraan mereka. Seorang lainnya terluka parah dan seorang lainnya luka ringan.

“Dalam kasus pertama, penyelidikan menunjukkan “proyektil tersebut adalah peluru senjata utama tank 120 mm, yang ditembakkan oleh tank Merkava Pasukan Pertahanan Israel dari timur,” kata Dujarric.

Adapun untuk insiden kedua, temuan awal menunjukkan ledakan yang terjadi disebabkan oleh perangkat peledak rakitan atau IED yang terpicu oleh korban melalui mekanisme tripwire. Kesimpulan itu didasarkan pada analisis lokasi ledakan, kondisi kendaraan yang terdampak, serta ditemukannya IED kedua di dekat lokasi pada hari yang sama.

Penilaian awal menunjukkan, dengan mempertimbangkan lokasi kejadian, karakteristik ledakan, serta konteks situasi keamanan saat ini, IED tersebut kemungkinan besar dipasang oleh kelompok Hezbollah. Meski begitu, Dujarric menjelaskan, hasil temuan itu masih bersifat awal dan didasarkan pada bukti fisik sementara.

Dia mengatakan proses investigasi penuh oleh PBB masih berlangsung, termasuk prosedur yang diperlukan serta keterlibatan dengan para pihak terkait untuk memahami konteks dan keadaan secara menyeluruh di tengah situasi permusuhan yang masih berlangsung. Dujarric mengatakan Dewan Penyelidikan akan dibentuk untuk kasus tersebut sesuai dengan prosedur yang berlaku di lembaga PBB.

“Kami kembali menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga para penjaga perdamaian yang gugur dan kepada Pemerintah Indonesia. Kami juga berharap seluruh pihak turut mendoakan pemulihan penuh bagi semua yang terluka dalam insiden ini maupun insiden lainnya,” tutur Dujarric. 

Adapun tiga korban dari TNI adalah Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu (Sertu) Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral Dua (Kopda) Anumerta Farizal Rhomadon. Ketiganya sudah dipulangkan dari Lebanon, dan dikebumikan di kampung masing-masing. 

Penghormatan Terakhir 

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah tiga prajurit terbaik TNI yang gugur dalam penugasan Misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), yakni Mayor Inf (Anm.) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm.) Muhammad Nur Ichwan dan Kopda (Anm.) Farizal Rhomadhon, dalam Upacara Persemayaman dan Pelepasan yang berlangsung khidmat di Gedung VVIP Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, Sabtu (4/4/2026).

Dalam upacara tersebut, Presiden RI didampingi Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto Wahyuwidayat, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsuddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, serta Kasau Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, bersama undangan lainnya, turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Upacara persemayaman diakhiri dengan jajar penghormatan terakhir sebagai bentuk penghormatan kepada para patriot bangsa.

Usai persemayaman, prosesi dilanjutkan dengan Upacara Pelepasan di apron VIP Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dengan Inspektur Upacara Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi penghormatan terakhir sebelum jenazah diberangkatkan menuju daerah asal masing-masing menggunakan pesawat TNI AU, yaitu pesawat Hercules A-1343 menuju DI Yogyakarta dan pesawat CN-2903 menuju Bandung.

Setibanya di daerah tujuan, jenazah selanjutnya diberangkatkan menuju rumah duka masing-masing untuk dimakamkan secara militer. Mayor Inf (Anm.) Zulmi Aditya Iskandar dari rumah duka Cimahi akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra Bandung. Serka (Anm.) Muhammad Nur Ichwan dari rumah duka Magelang akan dimakamkan di TMP Giri Dharmoloyo II Magelang. Sementara itu, Kopda (Anm.) Farizal Rhomadhon dari rumah duka Kulon Progo akan dimakamkan di TMP Giripeni Kulon Progo.

Upacara Militer ini merupakan wujud penghormatan Negara kepada Prajurit TNI terbaik yang gugur dalam melaksanakan tugas. (Dwi Sasongko)