JAKARTA – TNI AU terus mendukung upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan dengan mengerahkan pesawat Airbus A400M A-4002 untuk mengangkut 22 ton bantuan logistik ke sejumlah wilayah terdampak.
Bantuan tersebut dimuat pada Sabtu (22/8/2026) malam sebelum didistribusikan ke wilayah tujuan pada Minggu pagi (23/8/2026) dengan rute Banjarmasin, Palangkaraya, dan Balikpapan.
PIC A-4002 Letkol Pnb Putut Satriya mengatakan, proses pemuatan logistik dilaksanakan pada Sabtu malam sebagai persiapan pendistribusian bantuan ke sejumlah wilayah di Kalimantan.
“Pada malam ini, kami melaksanakan loading dan pendistribusian sejumlah paket bantuan untuk mendukung penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan,” ujarnya.
22 ton bantuan yang diangkut terdiri atas berbagai kebutuhan untuk mendukung penanganan karhutla, di antaranya pompa air, masker, serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung upaya pemadaman sekaligus perlindungan masyarakat yang terdampak asap dan kebakaran.
Letkol Pnb Putut Satriya berharap bantuan yang dikirimkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat penanganan karhutla sekaligus membantu masyarakat yang terdampak.
“Semoga bantuan ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam penanganan karhutla di Kalimantan. Kami berharap kebakaran hutan dan lahan dapat segera teratasi sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan normal,” katanya.
Adapun, Pangkalan TNI Angkatan Udara Sri Mulyono Herlambang (Lanud SMH) terus memperkuat dukungan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya terpadu untuk mencegah meluasnya kebakaran dan menjaga keselamatan masyarakat serta lingkungan, Sabtu (22/8/2026).
Sebagai Dansubsatgasops Udara wilayah Sumatera Selatan, Komandan Lanud SMH Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya menekankan kepada seluruh personel Lanud SMH dan awak pesawat yang terlibat agar senantiasa mengutamakan keselamatan dalam setiap pelaksanaan operasi.
“Utamakan keselamatan terbang dan kerja dalam setiap kegiatan penanganan karhutla,” pesan Danlanud SMH.
Selain aspek keselamatan, Danlanud SMH menegaskan pentingnya mengoptimalkan peran TNI Angkatan Udara melalui koordinasi dan sinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), BMKG, Forkopimda, serta seluruh instansi terkait.
“Peran TNI Angkatan Udara harus dioptimalkan dalam penanganan karhutla di wilayah Sumatera Selatan, dengan mengedepankan koordinasi dan sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan operasi hari ini, patroli udara menggunakan helikopter dilakukan untuk memantau kondisi wilayah dan mengidentifikasi titik api. Dari hasil pemantauan, ditemukan sejumlah titik api di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Titik-titik api tersebut selanjutnya ditindaklanjuti secara bertahap melalui upaya pemadaman.
Sementara itu, Lanud Sjamsudin Noor turun langsung dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan melalui pengerahan personel, sinergi lintas sektor, serta pemanfaatan kemampuan operasi udara untuk mempercepat pengendalian titik api, Sabtu (22/08/2026).

Penanganan karhutla tersebut merupakan bentuk respons TNI AU dalam membantu pemerintah daerah dan unsur terkait menghadapi kebakaran yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan.
Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita bersama Panglima Kodau II, Marsda TNI M. Untung Suropati turun langsung meninjau pelaksanaan penanggulangan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.
Di lapangan, personel Lanud Sjamsudin Noor bersinergi dengan unsur TNI, Polri, BNPB, BPBD, instansi terkait, dan masyarakat dalam melaksanakan pemadaman serta pengendalian titik api. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting untuk mempercepat penanganan, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi.
TNI AU juga mengerahkan kemampuan udara melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta pemadaman dari udara menggunakan metode water bombing. Upaya tersebut dilakukan untuk membantu mengendalikan kebakaran sekaligus mencegah penyebaran api ke wilayah yang lebih luas.
Di sisi pencegahan, TNI AU melalui Bintara Pembina Teritorial TNI Angkatan Udara (Babinterau) turut memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya serta upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Komandan Lanud Sjamsudin Noor menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan koordinasi dan kerja sama seluruh pihak. Personel di lapangan diarahkan untuk mengutamakan keselamatan, bergerak cepat, dan melaksanakan pemadaman secara efektif agar kebakaran tidak meluas.
Melalui pengerahan personel, kemampuan operasi udara, serta sinergi lintas sektor, TNI AU terus berperan dalam penanggulangan karhutla di Kalimantan Selatan guna membantu masyarakat dan meminimalkan dampak kebakaran terhadap lingkungan. (Dwi Sasongko)